Candi Umbul Magelang, Destinasi Pemandian Sejak Era Mataram

Candi Umbul Magelang, Destinasi Pemandian Sejak Era Mataram
(Gambar: visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Jatengkita.id – Magelang tidak hanya memiliki deretan candi besar yang sudah lama dikenal wisatawan. Di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, terdapat sebuah situs kuno yang menawarkan pengalaman berbeda.

Namanya Candi Umbul Magelang, sebuah kompleks pemandian yang memadukan jejak sejarah, sumber air alami, dan suasana pedesaan yang masih asri.

Berbeda dari bayangan wisatawan ketika mendengar kata candi, Candi Umbul justru tidak didominasi bangunan menjulang. Daya tarik utamanya berada pada kolam batu yang menjadi petirtaan atau tempat pemandian.

Di lokasi tersebut, mata air terus mengalir dan menjadi bagian dari kehidupan situs hingga sekarang.

Keunikan itulah yang membuat Candi Umbul menarik. Pengunjung bukan hanya datang untuk menikmati air hangat, tetapi juga dapat melihat bagaimana sebuah peninggalan masa lampau masih berfungsi sebagai ruang wisata hingga hari ini.

Candi Umbul dan Jejak Pemandian Masa Mataram Kuno

Situs Candi Umbul diperkirakan merupakan peninggalan dari masa Mataram Kuno, dengan sumber yang menyebut rentang sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Kompleks tersebut diyakini berkaitan dengan tradisi petirtaan pada masa lalu.

Petirtaan sendiri memiliki fungsi yang berbeda dari candi sebagai bangunan peribadatan. Tempat seperti ini berkaitan dengan aktivitas pemandian dan dalam konteks masa lalu dapat memiliki fungsi ritual.

Candi Umbul bahkan diyakini pernah digunakan oleh keluarga bangsawan atau putra-putri raja untuk mandi.

Baca juga: Di Balik Alasan Magelang Dijuluki Kota Sejuta Bunga

Karena itu, Candi Umbul Magelang sebenarnya menawarkan pengalaman wisata yang cukup berbeda.

Pengunjung dapat membayangkan fungsi situs ini bukan hanya sebagai peninggalan arkeologi, tetapi sebagai ruang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa kerajaan.

Sejumlah sumber juga mengaitkan Candi Umbul dengan pengaruh Hindu pada masa Mataram Kuno. Jejak tersebut antara lain terlihat dari bentuk serta ornamen batu yang masih ditemukan di sekitar kolam.

Disebut Candi Umbul karena Mata Air yang Menyembul

Ada alasan mengapa situs ini dikenal dengan nama Candi Umbul. Kata “umbul” dalam bahasa Jawa berkaitan dengan sesuatu yang muncul atau menyembul ke atas.

Nama tersebut merujuk pada sumber air yang muncul dari dasar kolam. Gelembung air dapat terlihat dari sumber mata air di dalam pemandian sehingga masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Candi Umbul.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan sumber air yang disebut tetap mengalir bahkan ketika musim kemarau. Karakter tersebut menjadi salah satu daya tarik Candi Umbul karena air bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian utama dari identitas situs.

Air di pemandian Candi Umbul juga dikenal sebagai air hangat alami. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut terdapat dua kolam di kawasan ini, yakni kolam yang lebih tinggi dengan air panas dan kolam yang lebih rendah dengan air dingin.

Keduanya dikelilingi dinding batu andesit yang membuat suasana situs semakin kuat sebagai pemandian kuno.

(Gambar: magelangexpress.disway.id)

Kolam Batu Andesit dengan Sisa Ornamen Kuno

Salah satu hal yang membuat wisata Candi Umbul terasa berbeda adalah keberadaan material batu kuno di sekitar kolam.

Bangunan yang tersisa memang tidak lagi utuh seperti candi-candi besar lainnya. Namun, sejumlah batu dan ornamen masih dapat ditemukan di area situs.

Ada struktur batu yang menyerupai bagian bangunan candi, ornamen, serta elemen arsitektur yang memperlihatkan bahwa kawasan tersebut pernah memiliki fungsi penting.

Dinding kolam yang tersusun dari batu andesit juga membuat pemandian ini memiliki karakter visual yang berbeda dari kolam renang modern. Ketika pengunjung masuk ke dalam air, suasana yang terlihat bukan hanya pepohonan dan lanskap pedesaan, tetapi juga struktur batu yang menjadi saksi sejarah.

Kombinasi tersebut menjadi alasan Candi Umbul tidak cukup hanya dinikmati dengan berendam. Ada sisi sejarah yang menarik untuk diperhatikan di setiap sudutnya.

Tak Hanya Berendam, Pengunjung Bisa Belajar Sejarah

Berendam tentu menjadi aktivitas utama ketika datang ke Candi Umbul Magelang. Air hangat alami memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk bersantai sambil menikmati suasana kawasan yang relatif tenang.

Namun, wisatawan juga dapat menggunakan kunjungan tersebut untuk mengenal sejarah situs. Traveloka mencatat pengunjung dapat mempelajari sejarah Candi Umbul.

Bila tersedia, ada layanan pemandu untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam mengenai kawasan tersebut.

Baca juga: Pemandian Air Panas Ala Jepang di Lereng Gunung Slamet

Aktivitas lain yang tidak kalah menarik adalah menikmati suasana alam di sekitar kolam. Lokasi Candi Umbul berada di kawasan yang masih memiliki nuansa pedesaan dan pepohonan hijau sehingga pengalaman berendam tidak terasa seperti berada di kolam renang pada umumnya.

Lokasi Candi Umbul Magelang dan Aksesnya

Candi Umbul berada di Jalan Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya dapat dicapai melalui jalur Magelang–Temanggung kemudian menuju Kecamatan Grabag dan Desa Kartoharjo.

Dari pusat Kota Magelang, sebuah sumber menyebut jaraknya sekitar 20 kilometer. Waktu tempuhnya kurang lebih 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan pribadi, bergantung kondisi perjalanan.

Sementara dari Yogyakarta, perjalanan dapat memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Karena berada di kawasan yang tidak terlalu ramai seperti destinasi wisata utama Magelang, perjalanan menuju Candi Umbul juga dapat menjadi bagian dari pengalaman.

Pengunjung akan melewati kawasan pedesaan sebelum sampai ke kompleks pemandian.

Fasilitas yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

Untuk menunjang aktivitas pengunjung, kawasan Candi Umbul memiliki sejumlah fasilitas seperti area parkir, kamar ganti, ruang bilas, toilet, serta warung makanan. Di sana juga terdapat penjual makanan dan suvenir di sekitar kawasan.

Jika ingin berkunjung, sebaiknya membawa pakaian renang, handuk, dan sandal. Waktu pagi atau sore juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana dengan lebih nyaman.

Selain itu, pengunjung tetap perlu menjaga kebersihan dan tidak menyentuh atau merusak bagian situs yang merupakan peninggalan sejarah.

Informasi harga tiket sebaiknya mengecek tarif dan ketentuan kunjungan terbaru sebelum berangkat.

Exit mobile version