Jatengkita.id – Di balik gemerlap destinasi wisata di Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan waduk megah, geopark memesona, dan pantai-pantainya, ada sebuah desa kecil yang kini menorehkan namanya dalam peta pariwisata Jawa Tengah, yaitu Desa Wisata Conto.
Terletak di sisi selatan lereng Gunung Lawu, desa ini bukan sekadar destinasi alam biasa, tetapi juga ruang belajar kehidupan dan pelestarian budaya yang memberi pengalaman berbeda bagi siapa pun yang berkunjung.
Perjalanan menuju Desa Conto membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. Sepanjang jalan dipenuhi dengan pemandangan perbukitan hijau yang menenangkan.
Desa ini terbagi menjadi lima dusun, yaitu Nglarangan, Ngelo, Dalisemar, Kempul, dan Sumber yang masing-masing memiliki karakter unik.
Sebagai desa wisata berbasis komunitas, Conto memilih identitas wisata edukasi alam dan budaya. Tujuannya bukan hanya memperlihatkan pemandangan yang indah, tetapi juga mengajak pengunjung untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat setempat.
Konsep ini membuat wisatawan tidak lagi menjadi sekadar penonton, tetapi turut terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan.
Menggali Alam, Belajar Bersama
- Goa Resi
Tempat keluarga bisa menikmati petualangan mengeksplorasi gua-gua alami. - Soko Langit
Kawasan populer yang sering jadi spot foto dan lokasi bermain anak. - Bukit Gendol dan Puncak Kukusan
Dua titik tinggi yang menyuguhkan panorama luas pegunungan dan lembah. - Sawah Terasering
Tempat edukasi bercocok tanam bagi rombongan sekolah atau wisatawan yang ingin memahami lebih jauh tentang pertanian tradisional.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman berkemah di Bumi Perkemahan Sumber atau sekadar berjalan santai di Jalan Kenangan yang menjadi area favorit untuk refleksi dan menikmati suasana desa.
Keunikan dari Desa Wisata Conto bukan semata letak geografisnya yang indah, tetapi bagaimana wisata tersebut memberdayakan masyarakat setempat.
Sejak dirintisnya desa wisata ini, warga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cinta Conto yang aktif mengelola dan mempromosikan setiap kegiatan wisata.
Mayoritas wisatawan yang datang bukan hanya menikmati panorama alami, tetapi juga memilih tinggal di homestay milik warga lokal.
Selama menginap, mereka belajar langsung aktivitas sehari-hari penduduk desa yaitu menanam sayur, merawat kebun, hingga proses pembuatan batik serta pengolahan kopi lokal mulai dari panen hingga siap seduh.
Kegiatan semacam ini membuka kesempatan baru bagi wisatawan untuk memahami dan menghargai kehidupan masyarakat agraris yang selama ini jarang mereka lihat. Bagi pelajar dan kelompok studi, praktik langsung semacam ini menjadi pelajaran hidup yang tak tertandingi.
Pelestarian Budaya
Selain alam, aspek budaya memainkan peran penting dalam menarik minat pengunjung. Masyarakat Desa Conto hingga kini aktif melestarikan berbagai tradisi Jawa. Beberapa di antaranya adalah kenduri, tahlilan, sepasaran, dan ritual ngreksa bumi yang sering menjadi atraksi budaya dalam paket wisata.
Musik tradisional seperti hadroh, angklung, reog, dan gamelan juga terus dilestarikan. Pertunjukan seni ini tidak hanya disaksikan, tetapi pengunjung pun dapat diajak untuk turut merasakan ritmenya, memberikan pengalaman budaya yang lebih imersif.
Prestasi yang Menginspirasi
Pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Desa Wisata Conto berhasil masuk dalam daftar 75 desa wisata terbaik di tingkat nasional. Pengakuan penting ini memacu semangat desa untuk terus berkembang.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa wisata berbasis komunitas dan edukasi memiliki daya tarik yang kuat dan mampu bersaing dengan destinasi lain yang lebih mapan.
Desa Wisata Conto bukan hanya tempat rekreasi melainkan perjalanan yang mengajak kita memahami harmoni hidup antara manusia, alam, dan budaya.






