Jatengkita.id – Sepur Kluthuk Jaladara atau dikenal dengan sebutan kereta api uap Jaladara merupakan salah satu kereta api wisata ikonik di Solo. Di sepanjang jalur utama Jalan Slamet Riyadi, kereta api Solo ini beroperasi melewati jalanan kota.
Nama “Jaladara” sendiri diambil dari kisah pewayangan Mahabarata, yaitu kereta pusaka milik Prabu Kresna (Kyai Jaladara) yang dikenal sebagai kereta dewa.
Kereta wisata uap ini menggunakan lokomotif uap tua yang melintas di pinggir jalan. Uniknya, lokomotif tersebut merupakan buatan pabrik Hartmann di Jerman pada tahun 1896.
Mulanya, kereta uap ini menggunakan lokomotif C1218 (1896). Namun, sejak Februari 2020 diganti menggunakan D1410 buatan Jerman tahun 1921.
Menariknya, mesin uapnya menggunakan kayu jati. Selain lokomotif, gerbong yang ditarik merupakan gerbong kuno yang juga terbuat dari kayu jati.
Dulu, lokomotif uap yang digunakan Jaladara pernah singgah dan dirawat di Depo Cepu, Kabupaten Blora. Daerah ini memang dikenal sebagai pusat perawatan lokomotif uap kuno di Jawa Tengah.
lokomotif uap Jaladara juga pernah disimpan dan menjadi koleksi di Museum Kereta Api Ambarawa Semarang. Akhirnya, dihidupkan kembali dan beroperasi di Solo pada tahun 2009.
Kereta uap wisata yang beroperasi di Kota Solo ini diresmikan pada 27 September 2009 oleh Menteri Perhubungan dan Walikota Solo saat itu.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2286606/original/027895600_1532084193-sepur.jpg)
Pemandangan Kota Solo dan Perlintasan Kereta Api Uap Jaladara
Sepur Jaladara cukup menarik karena berjalan di jalur rel khusus yang berada di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Kereta Solo ini melewati jalanan kota beriringan dengan banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang.
Rute yang dilewatinya sepanjang 5.6 km dari Stasiun Purwosari ke Stasiun Solo Kota. Selama perjalanan, penumpang akan menjumpai berbagai pemandangan, mulai dari suasana jalanan kota, kuliner, musik tradisional, hingga melewati beberapa tempat wisata.
Selain itu, kereta tua ini juga melintasi depan pintu Kampung Batik Kauman yang memberikan pemandangan khas budaya sekaligus memperkenalkan pusat batik klasik Solo.
Kereta uap ini menjadi daya tarik utama wisata sejarah, budaya, dan kuliner yang menawarkan pengalaman unik dalam menikmati keindahan Kota Solo.
Melalui perjalanan yang membelah kota menggunakan kereta Jaladara, penumpang akan disuguhkan pemandangan estetik dan pengalaman yang unik.
Kereta Jaladara selain sebagai media wisata, juga berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah. Kereta uap tua ini kini menjadi cagar budaya sekaligus ikon wisata Kota Solo dan simbol sejarah transportasi di Indonesia.
Baca juga: Legend! Berikut 6 Stasiun Kereta Api Unik di Indonesia






