Jatengkita.id – Bagi pengguna Tol Trans Jawa, rest area umumnya menjadi tempat untuk melepas lelah, mengisi bahan bakar, makan, atau sekadar berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, pengalaman berbeda dapat ditemukan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma tidak hanya menawarkan fasilitas persinggahan, tetapi juga menghadirkan jejak sejarah melalui bangunan bekas Pabrik Gula Banjaratma.
Rest area tersebut berada di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada ruas Tol Pejagan-Pemalang arah Jakarta. Keunikannya terletak pada bangunan utama yang memanfaatkan kompleks bekas pabrik gula.
Alih-alih merobohkan bangunan lama, kawasan tersebut direvitalisasi dengan tetap mempertahankan sejumlah karakter arsitektur dan bagian dari peninggalan pabrik.
-
Berawal dari Pabrik Gula
Sejarah Rest Area Heritage KM 260B tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Pabrik Gula Banjaratma.
Pabrik tersebut mulai dibangun pada 1908 oleh N.V. Cultuur Maatschappij, perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam. Pabrik kemudian mulai beroperasi pada 1913.
Pada masa itu, industri gula menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan perkebunan di Jawa. Pabrik Gula Banjaratma menjadi bagian dari aktivitas produksi gula sekaligus memiliki berbagai fasilitas pendukung.
Jejak masa lalu tersebut masih dapat dilihat melalui bangunan dan sejumlah peralatan lama yang dipertahankan di kawasan rest area.
Setelah beroperasi selama puluhan tahun, Pabrik Gula Banjaratma berhenti berproduksi pada akhir 1990-an. Pemerintah Jawa Tengah mencatat pabrik tersebut gulung tikar pada 1997.
Kompleks bangunannya kemudian ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sebelum akhirnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan kawasan rest area.
Perubahan fungsi tersebut membuat bangunan lama memperoleh kehidupan baru. Kompleks yang sebelumnya berkaitan dengan industri gula kemudian menjadi tempat persinggahan pengguna jalan tol. Rest Area Heritage KM 260B mulai dioperasikan pada 17 Maret 2019.
-
Bangunan Lama Dipertahankan
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah tampilan bangunannya. Dinding bata, struktur bangunan lama, serta sejumlah peralatan yang berkaitan dengan aktivitas pabrik masih menjadi bagian dari kawasan rest area.
Di beberapa sudut, pengunjung dapat menemukan benda-benda peninggalan industri gula, seperti mesin dan peralatan lama. Keberadaan benda tersebut tidak sekadar menjadi dekorasi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai fungsi kawasan tersebut pada masa lalu.
Konsep ini membuat aktivitas beristirahat di KM 260B memiliki pengalaman berbeda. Pengguna jalan tidak hanya berhenti untuk memenuhi kebutuhan perjalanan, tetapi juga dapat melihat bagian dari sejarah industri gula yang pernah berkembang di Brebes.
-
Fasilitas untuk Pengguna Tol
Sebagai rest area di jalur Trans Jawa, KM 260B tetap menyediakan fasilitas yang dibutuhkan pengguna jalan.
Pemerintah Jawa Tengah mencatat adanya area parkir yang luas, toilet, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Rest area ini juga memiliki SPBU dan area kuliner.
Pengunjung juga dapat menemukan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Kabupaten Brebes menyebut Rest Area 260B Heritage Banjaratma turut menjadi ruang bagi pengembangan UMKM.
Pada 2024, pemerintah daerah mencatat lebih dari 188 pelaku UMKM terlibat melalui 27 outlet di kawasan tersebut.
-
Bukan Sekadar Tempat Berhenti
Kawasan ini juga menyediakan ruang yang dapat dinikmati keluarga. Pemerintah Jawa Tengah mencatat adanya wahana bermain anak serta sejumlah area yang dapat digunakan pengunjung untuk bersantai dan berfoto.
Beberapa bagian peninggalan pabrik, seperti tungku, roda gila, dan lokomotif, menjadi daya tarik tersendiri.
Rest Area Heritage Banjaratma pada akhirnya mempertemukan tiga fungsi dalam satu kawasan: tempat beristirahat, ruang aktivitas ekonomi bagi UMKM, dan ruang untuk mengenali kembali sejarah lokal.
