Dijuluki Venetie van Java hingga kota Lumpia, Berikut Fakta Menarik dari Kota Semarang

  • Share

Jatengkita.id – Tidak asing rasanya jika mendengar nama kota Semarang, menjadi salah satu kota terbesar dan juga merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang juga merupakan kota metropolitan yang menempati urutan kelima di Tanah Air, setelah urutan pertama hingga keempat ditempati oleh Kota Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Sebagai kota besar yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 2,5 juta jiwa, Kota Lumpia ini memiliki rentetan sejarah yang panjang. Selain itu di sisi lain juga memiliki keunikan – keunikan yang menjadi ciri khas tersendiri. Sudah tahukah kamu?

Sejarah

Pada abad ke-6 Masehi wilayah pesisir Bergota yang dahulu bernama Pragota dan wilayah itu adalah bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Di masa itu daerah tersebut adalah pelabuhan dan ada gugusan pulau – pulau kecil yang berada di depannya. Gugusan pulau kecil itu sebagai akibat dari pengendapan yang kemudian menyatu hingga terbentuklah daratan.

Kemudian pada akhir abad ke-15 Sunan Pandanaran I (Pangeran Made Pandan) utusan dari Kerajaan Demak menyebarkan agama Islam dimulai dari daerah perbukitan Borgota. Daerah itu merupakan daerah yang tergolong subur dan tumbuhlah pohon – pohon asam yang jaraknya jarang anatara satu pohon ke pohon lainnya. Sehingga daerah itu diberi nama menjadi Semarang, yang berasal dari kata sem artinya asem dan arang yang artinya jarang (dalam bahasa jawa disebut asem arang).

Semarang Bawah dan Semarang Atas

Foto : Travels Promo

Sebenarnya apa ya, perbedaan Semarang Bawah dan Semarang Atas? Pembagian wilayah ini sering disebut oleh penduduk setempat setiap kali berbicara mengenai lokasi tempat wisata di Semarang. Misalnya saja untuk wilayah Semarang Bawah adalah Kota Lama dan Lawang Sewu. Selain itu juga merupakan pusat pemerintahan dan pusat kota. Sedangkan, di Semarang Atas akan menjumpai obyek wisata seperti Gunung Ungaran dan untuk Semarang Atas biasanya akan berpatokan pada wilayah Kabupaten Semarang.

Kota Lumpia

Setiap daerah pasti punya makanan khas yang ikonik, hal serupa juga ada di Kota Semarang. Sehingga Semarang seringkali lekat dengan sebutan Kota Lumpia. Makan yang berisi rebung dan dibalut dengan balutan tepung krispi semakin memanjakan lidah para penikmatnya. Pada awal mulanya lumpia ini adalah hasil dari akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Dan bertahan hingga saat ini bahkan menjadi makanan khas Semarang.

Lumpia ini berbahan dasar tunas bambu yang muda atau rebung. Kemudian ditambah aneka bumbu yang dimasak bersama dengan telur, udang atau daging ayam. Lalu dibalut dengan kulit lumpia yang berbahan dasar adonan tepung dan digoreng krispi. 

Kota Atlas

Semarang sering disebut-sebut juga sebagai Kota Atlas. Namun, Atlas disini bukan yang merujuk pada lembaran – lembaran peta dunia atau mitologi Yunani. Atlas merupakan kepanjangan dari Aman, Tertib, Lancar, asri serta Sehat. Sebutan ini sangat digaungkan pada masa pemerintahan Muhammad Ismail selaku Gubernur Jawa Tengah tahun 1983 hingga 1993. Adanya semboyan tersebut guna mengajak masyarakat agar senantiasa merawat dan memelihara kota supaya terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Venetie van Java

Pulau Jawa terkenal dengan julukan “van Java” dimulai dari masa kolonial. Sebut saja Bandung yang tak asing dengan sebutan Paris van Java serta Karimunjawa disebut sebagai Caribean van Java. Sedangkan Semarang juga memiliki julukan unik yaitu Venetie van Java atau Venesianya Pulau Jawa. Julukan ini muncul disebabkan memiliki beberapa sungai yang mengaliri wilayah Semarang dan mirip seperti kota Venesia di Italia. Untuk jumlah sungai di Semarang kurang lebih ada delapan sungai yang mengalir di sana.

The Port of Java

The Port of Java sebagai salah satu julukan kota Semarang yang jarang diketahui oleh kaum milenial atau generasi Z. Jadi, pada zaman dahulu Semarang adalah salah satu kota pelabuahan yang memiliki peranan penting di Jawa. Seorang pengamat sejarah, Muhammad Yogi Fajri memaparkan dalam pengalamannya membaca aneka buku karya dari Tome Pires, bahwa pada masa lalu Semarang digambarkan sebagai kota Pelabuhan.

Tome Pires ini merupakan penjelajah berkebangsaan Portugis. Ia memberikan gambaran bahwa Semarang mempunyai tiga kapal bergaya China atau disebut dengan Junks. Ditambah lagi dengan empat sampai lima kapal layar ringan bertiang tunggal yang didorong dengan dayung atau disebut Lancharas. Kisah dari buku Tome Pires ini menjadi bukti kuat kalau Semarang diberi julukan The Port of Java.

Kota Lama

Hal yang menarik dari Semarang adalah destinasi wisata Kota Lama. Daerah Kota Lama ini juga disebut Outstadt yang memiliki luas wilayah kurang lebih 31 hektar. Apabila dilihat dari letak geografisnya akan terlihat daerah ini seperti terpisah dengan daerah sekelilingnya, sehingga sering juga dijuluki “Little Netherland”. Sejarah mengatakan bahwa daerah ini menjadi saksi bisu catatan sejarah Tanah Air ini dengan pendudukan kolonial Belanda beberapa waktu silam.

Di Kota Lama ini masih ada bangunan tua yang tetap kokoh berdiri serta memiliki nilai – nilai sejarah kolonialisme. Bangunannya memiliki karakteristik bangunan di Eropa tahun 1700-an. Mulai dari ornamen bergaya Eropa, jendela dan pintu – pintunya yang besar. Atap yang unik, kaca – kaca jendela yang beraneka warna hingga memiliki ruangan bawah tanah. Oleh sebab itu Kota Lama menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang populer dan ikonik di Semarang. Pengunjung yang datang juga bukan hanya dari wisatawan dosmestik saja namun hingga mancanegara yang berkunjung ke sana.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *