Jatengkita.id – Memaknai hari Ibu berkutat pada bahasan mengenai eksistensi peran perempuan dan perjuangannya. Banyak sosok yang menjadi role model, termasuk deretan Ibu dalam Islam yang tak boleh absen dalam bahasan.
Para ibu ini memiliki peran besar dalam sebuah peradaban. Dengan hadirnya Islam, perempuan semakin diterima dan kedudukannya setara dengan kaum laki-laki.
Islam memuliakan perempuan dengan kemuliaan yang tinggi. Begitupun para perempuan yang namanya tercatat dalam sejarah yang punya peran besar di masing-masing keahliannya.
- Khadijah Binti Khuwailid
Khadijah adalah seorang pedagang perempuan paling kaya di Mekkah yang menghadiahkan seluruh harta kekayaannya untuk jalan dakwah. Beliau juga yang menjadi penenang bagi Rasulullah sekaligus sosok yang meyakinkan kenabian sang suami.
Ummul Mukminin menjadi gelar yang diberikan kepadanya karena ia adalah ibu dari orang-orang mukmin. Darinya lahir generasi salih dan salihah, di antaranya Fathimah radhiallahu’anha yang menjadi penghulu perempuan di Surga.
- Sumayyah Binti Khayyat
Cerita yang abadi di kalangan umat Islam tercermin melalui sosok Sumayyah. Ia adalah seorah syahidah pertama yang membela agama Islam. Di hadapan kaum Quraisy yang saat itu sangat membenci ajaran Muhammad SAW, Ummu Ammar panggilannya dengan teguh mempertahankan keimanannya di tengah gempuran siksaan.
Ia tetap menyebutkan satu kata “Ahad… Ahad.. Ahad..” hingga ia wafat akibat siksaan tersebut dan masih dalam keadaan beriman. Sumayyah adalah simbol keberanian dan ketabahan umat Islam terutama bagi perempuan.

- Aisyah Binti Abu Bakar
Perempuan dengan julukan Al-Humairah ini adalah perawi unggul dan cerdas. Kepandaiannya dalam meriwayatkan hadis menjadikan ia sebagai pionir ulama dalam Islam. Aisyah juga istri Rasulullah yang mendampingi hingga Rasulullah wafat.
Ia menghabiskan sisa hidupnya untuk belajar dan mengajari hadis. Hingga menjelang wafatnya, beliau sudah berkontribusi dengan menyumbang 242 hadis sebagai peninggalan pengetahuan umat Islam.
- Saidati Asiyah
Istri dari Raja Laknat Firaun menjadi daftar penting dalam meneladani sosok perempuan dalam Islam. Asiyah adalah seorang istri yang taat kepada Tuhannya. Ia mengalami penyiksaan dalam hidupnya karena tidak mau mengakui sang suami sebagai Tuhan.
Namun imannya tetap kokoh, bahkan Allah menjadikannya sebagai ibu angkat Nabi Musa, yang membesarkan dan menyayangi Musa dan nantinya menjadi musuh dari Firaun.
Kisahnya sangat masyhur hingga salah satu doanya diabadikan dalam Al-Quran, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga…” (QS. At-Tahrim: 11).
- Nusaibah Binti Kaab
Ia adalah perempuan Madinah yang saat berperang tidak hanya membantu menyiapkan logistik, tapi juga mengangkat senjata untuk berjuang. Keberaniannya terekam saat peristiwa perang Uhud. Ia adalah tameng Rasulullah saat pasukan muslim terpojok di Bukit Uhud.
Dengan keberaniannya, ia menjadi pelindung Rasulullah dari hujaman anak panah. Bahkan Rasulullah memuji keberanian Nusaibah dan mendapat julukan Perisai Rasulullah.
Itu adalah segelintir dari banyaknya perempuan-perempuan tangguh yang dimiliki Islam. Mereka bukan sekadar pejuang, tapi juga ibu bagi anak-anak, istri bagi suami, serta hamba dari Allah SWT. Perannya tidak hanya di dalam rumah sebagai ibu yang mendidik dan membesarkan anak.
Lebih dari itu, mereka mau berperan dan mengambil jalan dakwah sesuai kemampuan yang mereka miliki. Tidak heran namanya begitu agung di kalangan umat Islam terutama perempuan.
Baca juga: Bikin Baper! Kumpulan Kutipan Hari Ibu yang Paling Menyentuh



