Jatengkita.id – Jawa Tengah adalah salah satu daerah dengan kekayaan wisata alamnya. Banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi. Selain wisata alam, Jawa Tengah juga memiliki banyak wisata sejarah yang edukatif.
Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah museum purbakala. Kondisi geologis di Jawa Tengah menyebabkan banyak manusia purba memilih beraktivitas dan tinggal di daerah tertentu.
Terbukti, banyak sekali penemuan manusia purba yang telah ditemukan. Bahkan beberapa teori menyebutkan, penemuan manusia purba di Jawa Tengah meninggalkan jejak peradaban awal.
Beberapa fosil pun telah diambil dan diawetkan untuk dijadikan bukti bahwa evolusi fisik dan budaya manusia telah ada jutaan tahun yang lalu. Hal ini bertujuan untuk melestarikan sekaligus mengedukasi warisan sejarah manusia melalui koleksi fosil yang telah ditemukan di beberapa tempat.
Berikut ini tiga museum purbakala di Jawa Tengah yang bisa dikunjungi sebagai sarana belajar memahami kehidupan prasejarah.
- Museum Situs Purbakala Patiayam
Wisata sejarah ini berlokasi di Kudus, tepatnya berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Museum Purbakala Patiayam terbilang memiliki koleksi lengkap berupa fosil manusia purba, fauna darat, dan laut, seperti Homo erectus, fauna vertebrata, hingga buaya purba.
Menariknya, dari seluruh penemuan fosil di museum ini, sebagian merupakan hasil dari aktivitas warga setempat yang tidak sengaja menemukan benda-benda tersebut saat mereka sedang bertani. Lebih dari 17 spesies hewan purba juga telah teridentifikasi, mencakup hewan darat, rawa, hingga laut.
Sebagai cagar budaya Nasional, museum ini memiliki beberapa koleksi primadona, seperti gading gajah purba Trigonocephalus yang hidup sekitar 2.6 juta hingga 12 ribu tahun yang lalu.
Gajah dari genus Stegodon ini dikenal memiliki tengkorak berbentuk segitiga dan gading yang melengkung dengan panjang mencapai empat meter.
Sebagai tempat yang menyimpan koleksi penting, museum patiayam menjadi tempat edukasi geologi dan prasejarah yang bisa dikunjungi secara gratis dan terbuka untuk umum.
- Museum Semedo
Wisata sejarah ini berlokasi di kawasan perbukitan, tepatnya di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Museum purbakala ini mempunyai koleksi fosil langka, alat-alat batu kuno, monumen, hingga patung gajah purba.
Selain itu, museum Semedo juga memiliki koleksi unggulan fosil manusia purba yakni temuan fosil Homo erectus dan Gigantopithecus blacki.
Adapula Fosil Fauna (Proboscidea/Gajah Purba), Stegodon trigonocephalus, Stegodon pygmy semedoensis, Stegodon hypsilophus, Sinomastodon bumiayuensis, Elephas planifrons, dan Elephas hysudricus.
Di tempat ini, lebih dari 3.100 koleksi artefak dan fosil biologis dan geologis ditampilkan hingga dijadikan sebagai pusat penelitian arkeologi prasejarah dan destinasi wisata edukasi.

- Museum Manusia Purba Sangiran
Sangiran merupakan situs manusia purba di Jawa Tengah yang menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia jutaan tahun yang lalu. Museum Manusia Purba Sangiran berlokasi di Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Kawasan ini menyimpan lebih dari 14 ribu fosil dan artefak, termasuk fosil manusia purba. Fosil yang ditampilkan di antaranya adalah Homo erectus, Homo soloensis, Homo sapiens, dan replika Australopithecus.
Terdapat koleksi fauna bertulang belakang seperti gajah purba, badak, rusa dan lainnya. Ada pula koleksi batuan (rijang, kalsedon), dan artefak batu (kapak perimbas-penetak, serpih, bilah).
Lebih mendalam, Museum Sangiran terbagi menjadi lima klaster. Pertama, klaster Krikilan yang menampilkan koleksi fosil terlengkap dan memberikan narasi ilmiah tentang sejarah Situs Sangiran secara keseluruhan.
Kedua, klaster Ngebung untuk menceritakan kisah di balik penemuan Situs Sangiran dan megahnya peradaban di masa lampau. Ketiga, klaster Bukuran, menampilkan lapisan tanah purba dan proses terbentuknya kubah Sangiran.
Selanjutnya adalah klaster Manyarejo yang menampilkan temuan berupa fosil binatang purba seperti fragmen gigi Stegodon sp dan lainnya. Terakhir, klaster Dayu yang menampilkan hasil kebudayaan manusia pra-aksara, seperti artefak perkakas batu, dan kehidupan manusia purba di wilayah Dayu.
Menariknya, terdapat penemuan fosil penting “wajah” Asia, yaitu Homo erectus Sangiran 17 (S-17), yang menampilkan tiga tipe struktur tengkorak (Arkaik, Tipik, Progresif) yang menunjukkan tahapan evolusi manusia.
Baca juga: 8 Destinasi Museum di Jawa Tengah untuk Menambah Pengetahuan






