Jatengkita.id – Di tengah maraknya camilan dan lauk-pauk, rempeyek atau yang lebih akrab disebut peyek, tetap jadi favorit yang tak tergantikan. Renyahnya yang khas, dipadu aroma daun jeruk yang harum, selalu berhasil mencuri perhatian.
Jejak Sejarah yang Memikat
Jejak rempeyek ternyata panjang dan penuh cerita, membentang sejak abad ke-16 di tanah Jawa.
Camilan ini sudah dikenal sejak masa kejayaan Kesultanan Mataram, bahkan disebut dalam kisah perjalanan Ki Ageng Pamanahan saat membuka Alas Mentaok bersama rombongannya
Tak hanya itu, rempeyek juga tercatat dalam Serat Centhini, karya sastra legendaris abad ke-18 yang merangkum kekayaan budaya dan kuliner Jawa.
Menariknya, ada pula dugaan bahwa teknik pembuatannya mendapat sentuhan pengaruh dari para pedagang India dan Timur Tengah yang dulu singgah di Nusantara.
Kini, rempeyek tak lagi sekadar sajian tradisional dalam ritual adat. Ia telah bertransformasi menjadi camilan ikonik yang digemari berbagai kalangan. Renyahnya yang tahan lama membuatnya selalu jadi andalan di berbagai momen spesial, terutama saat Lebaran tiba.
Rahasia Gurih yang Tak Lekang
Cita rasa rempeyek yang khas lahir dari racikan bumbu rempah seperti bawang putih, kemiri, ketumbar, dan garam yang berpadu sempurna. Ditambah santan kental dan irisan daun jeruk, aromanya langsung menggoda begitu toples dibuka.
Kunci kelezatannya juga ada pada teknik menggoreng, adonan dituang tipis di pinggir wajan panas agar menghasilkan peyek yang renyah, ringan, dan tahan lama.

Bahan dan Cara Membuatnya
Ingin bikin rempeyek kacang yang renyah dan gurih sendiri di rumah? Kuncinya ada pada bahan yang berkualitas dan teknik menggoreng yang pas. Tenang, caranya nggak ribet kok, ikut panduan praktis ini, hasilnya dijamin bikin nagih!
Bahan-bahan:
- 275 gram tepung beras
- 80 gram tepung tapioka
- 200 gram kacang tanah, belah dua
- 2 butir telur ayam
- 50 ml santan kental
- 400 ml air
- 20 lembar daun jeruk, buang tulang dan iris tipis
Bumbu halus:
- 6 siung bawang putih
- 3 butir kemiri sangrai
- 1,5 sdm ketumbar bubuk sangrai
- 10 gram kencur
- Garam
- Kaldu jamur dan sedikit merica sesuai selera
Cara membuat:
- Pertama, haluskan bawang putih, kemiri, kencur, dan ketumbar hingga benar-benar lembut. Setelah itu, siapkan wadah besar lalu campurkan tepung beras, tepung tapioka, bumbu halus, telur, santan, dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata. Pastikan adonannya pas, tidak terlalu kental, tapi juga tidak terlalu encer, agar hasilnya nanti tipis dan renyah.
- Selanjutnya, masukkan irisan daun jeruk dan kacang tanah, lalu aduk hingga tercampur merata. Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak dengan api sedang. Ambil satu sendok sayur adonan, lalu tuang perlahan di pinggir wajan panas supaya melebar tipis dan membentuk peyek yang cantik.
- Saat mulai matang, siram-siram bagian atas peyek dengan minyak panas hingga terlepas dari wajan dan berubah warna jadi kuning keemasan. Angkat, lalu tiriskan di atas rak kawat atau tisu dapur agar minyaknya berkurang. Terakhir, tunggu sampai benar-benar dingin sebelum disimpan di toples kedap udara, biar kerenyahannya tetap awet dan siap dinikmati kapan saja!
Kunjungi instagram Jateng Kita untuk konten menarik lainnya!






