Ternyata Daerah Ini Punya Julukan Jurassic Park-nya Jawa Tengah!

Ternyata Daerah Ini Punya Julukan Jurassic Park-nya Jawa Tengah!
(Gambar: swaraowa.blogspot.com)

Jatengkita.id – Kalau kamu mendengar istilah Jurassic Park, mungkin yang langsung terbayang adalah film legendaris garapan Steven Spielberg dengan hutan purba, pepohonan raksasa, dan suasana alam yang terasa “liar” serta belum tersentuh manusia. 

Namun, tahukah kamu bahwa nuansa prasejarah seperti itu ternyata bisa kamu temukan tanpa harus keluar dari Jawa Tengah?

Salah satu daerah yang paling kuat memegang julukan Jurassic Park Jawa Tengah adalah Hutan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan

Julukan ini bukan sekadar gimmick wisata untuk menarik perhatian di media sosial, melainkan lahir dari kondisi alamnya yang benar-benar unik, magis, dan masih sangat alami.

Mengenal Hutan Petungkriyono

Hutan Petungkriyono terletak di bagian selatan Kabupaten Pekalongan, sekitar 34 kilometer dari pusat kota Kajen. 

Secara geografis, kawasan ini berada di ketinggian antara 500 hingga 1.700 mdpl, menjadikannya bagian penting dari bentang Pegunungan Dieng.

Dengan luas mencapai lebih dari 5.800 hektare, kawasan ini dikenal sebagai salah satu hutan hujan tropis dataran rendah terakhir yang masih tersisa di Pulau Jawa. 

Di tengah gempuran modernisasi dan alih fungsi lahan, keberadaan Petungkriyono menjadi sangat istimewa, bahkan sering disebut sebagai “permata tersembunyi” yang menjaga keseimbangan ekosistem di Jawa Tengah.

Mengapa Dijuluki “Jurassic Park”?

  • Lanskap Hutan yang Sangat Alami

Begitu kamu memasuki kawasan Petungkriyono, indra penglihatanmu akan dimanjakan oleh kanopi hijau yang rapat. 

Pepohonan tinggi menjulang dengan diameter batang yang besar, rimbunnya tanaman paku-pakuan (pakis), serta kabut tipis yang sering menyelimuti area hutan menciptakan atmosfer yang sangat dramatis. 

Suasana “liar” ini memberikan impresi bahwa waktu seolah berhenti berputar sejak ribuan tahun lalu.

  • Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) yang Tinggi

Hutan ini bukan sekadar kumpulan pohon, melainkan rumah bagi ratusan spesies flora dan fauna.  Penelitian menyebutkan ada sekitar 253 spesies yang hidup di kawasan ini. 

Kamu masih bisa menemui primata langka seperti Owa Jawa (Hylobates moloch), Rekrekan, hingga Elang Jawa yang terbang gagah di angkasa. 

Kehadiran satwa-satwa endemik yang terancam punah ini memperkuat kesan bahwa Petungkriyono adalah ekosistem purba yang masih bertahan.

  • Benteng Terakhir Hutan Jawa

Fakta bahwa Petungkriyono adalah salah satu hutan hujan tropis dataran rendah terakhir di Jawa menjadikannya sangat langka. 

Sebagian besar hutan serupa di Pulau Jawa telah berubah menjadi pemukiman atau lahan pertanian.  Keasrian yang terjaga membuat pengalaman menjelajah di sini terasa sangat autentik, seolah kamu sedang melakukan ekspedisi ke masa lalu.

jurassic park

Owa Jawa (Gambar: swaraowa.blogspot.com)

Daya Tarik Magis yang Wajib Kamu Eksplor

Selain atmosfernya yang mencekam namun indah, Petungkriyono menyimpan banyak “harta karun” yang siap memacu adrenalinmu.

  • Air Terjun Eksotis
    Kawasan ini adalah gudangnya air terjun. Mulai dari Curug Muncar yang megah hingga Curug Bajing yang memiliki formasi batuan unik. Aliran airnya yang sangat jernih dan dingin seolah menjadi oase di tengah lebatnya hutan.
  • Negeri di Atas Awan
    Di beberapa titik pendakian, kamu bisa berdiri di atas ketinggian sambil melihat hamparan kabut tebal yang menyelimuti lembah. Sensasinya benar-benar mirip adegan pembuka film Jurassic Park saat helikopter memasuki pulau Isla Nublar.
  • Jalur Trekking yang Menantang
    Bagi kamu pencinta petualangan, medan di Petungkriyono menawarkan tantangan fisik yang sebanding dengan keindahan pemandangannya. Suara riuh serangga hutan dan kicauan burung akan menemani setiap langkahmu.

Bukan Satu-Satunya di Jawa Tengah

Jawa Tengah memang kaya akan bentang alam yang memukau. Selain Petungkriyono, istilah “Jurassic Park” juga terkadang disematkan pada beberapa titik lain yang memiliki nuansa serupa.

  1. Karangpucung, Cilacap
    Kawasan perbukitan di utara Cilacap ini punya jalur dengan pemandangan hutan pinus dan pakis yang sangat rimbun, memberikan vibe serupa saat kabut turun.
  2. Pulau Nusakambangan
    Hutan hujan tropis di sisi selatan pulau ini dikenal sangat perawan karena aksesnya yang terbatas, menjadikannya suaka bagi vegetasi langka yang terlihat sangat “prasejarah”.

Namun, dibandingkan dengan tempat lainnya, Hutan Petungkriyono tetap menjadi yang paling ikonik. Hal ini dikarenakan ekosistemnya yang benar-benar utuh secara alami, bukan sekadar konsep wisata yang dibuat-buat.

Tantangan Pelestarian Warisan Purba

Meski memiliki potensi wisata yang luar biasa, Hutan Petungkriyono menghadapi tantangan serius. Statusnya yang sebagian besar berada di luar kawasan konservasi resmi membuatnya rentan terhadap ancaman kerusakan lingkungan. 

Saat ini, berbagai pihak tengah mengupayakan agar kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Sebagai pengunjung, kamu punya peran penting. Jangan hanya datang untuk berfoto, tapi jadilah wisatawan yang bertanggung jawab dengan jangan membuang sampah sembarangan dan jangan mengganggu ketenangan satwa liar di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *