Jatengkita.id – Pernah membayangkan berdiri di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl dengan udara pegunungan yang begitu sejuk dan hamparan awan seolah berada dalam genggaman?
Pengalaman itu bisa Anda rasakan di Desa Wisata Dieng Kulon, sebuah desa menawan di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Berada di ketinggian sekitar 2.093 mdpl, desa ini dikenal luas sebagai “desa di atas awan”,
Panorama perbukitannya memukau serta pemandangan awan kerap menyelimuti kawasan Dieng.
Lokasi Strategis dengan Pesona Alam Pegunungan
Desa Wisata Dieng Kulon berada di kawasan dataran tinggi yang dikelilingi sejumlah desa dari dua kabupaten berbeda. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Pranten, Kabupaten Batang.
Sementara di sisi timur dan selatan berbatasan dengan Desa Dieng Wetan serta Desa Sikunang, Kabupaten Wonosobo. Adapun di bagian barat, desa ini berbatasan dengan Desa Karang Tengah.
Memiliki luas wilayah sekitar 337 hektare, Dieng Kulon didominasi hamparan lahan pertanian yang subur. Kawasan hutan lindungnya juga masih terjaga keasriannya. Kombinasi bentang alam tersebut menghadirkan pemandangan khas pegunungan yang menenangkan mata.
Meski berada di kawasan dataran tinggi, akses menuju Dieng Kulon terbilang cukup mudah. Lokasinya berjarak sekitar 55 kilometer dari pusat Kota Banjarnegara. Akses ini dapat dijangkau melalui dua jalur utama, yakni dari arah Banjarnegara maupun Wonosobo.
Perjalanan menuju desa ini pun menjadi pengalaman tersendiri karena wisatawan akan disuguhi panorama pegunungan yang indah sepanjang jalan.

Daya Tarik Wisata Alam yang Tak Terlupakan
Keindahan alam menjadi pesona utama Desa Wisata Dieng Kulon. Hamparan pegunungan, kawah aktif, hingga danau vulkanik yang eksotis menjadikan kawasan ini sebagai destinasi favorit bagi para pecinta alam dan pemburu panorama menakjubkan.
Bukit Sikunir menjadi salah satu ikon wisata yang wajib dikunjungi. Dari ketinggian sekitar 2.300 mdpl, wisatawan dapat menikmati golden sunrise, momen matahari terbit dengan cahaya keemasan yang memukau dan sering disebut sebagai salah satu yang terbaik di Asia.
Saat musim kemarau tiba, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan fenomena langka embun upas atau embun es yang menyelimuti tanaman dan menciptakan pemandangan bak negeri di atas awan.
Tak kalah menarik, Kawah Sikidang menawarkan pengalaman melihat aktivitas vulkanik dari dekat. Kawah belerang ini terkenal karena titik semburan lumpur dan uap panasnya yang dapat berpindah-pindah.
Sehingga memberikan pemandangan alam yang unik dan berbeda dari kebanyakan kawah di Indonesia.
Pesona Dieng Kulon semakin lengkap dengan kehadiran dua danau vulkanik yang memikat. Telaga Warna terkenal dengan fenomena airnya yang dapat berubah warna akibat kandungan belerang dan mineral alami.
Sementara itu, Telaga Pengilon menghadirkan suasana yang lebih tenang dengan air yang jernih seperti cermin, menjadikannya tempat ideal untuk menikmati keindahan alam dan mengabadikan momen berharga.
Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya Dieng
Tak hanya kaya akan wisata alam, Dieng Kulon juga menawarkan wisata sejarah yang menarik. Pengunjung dapat menjelajahi Candi Dwarawati, Candi Gatotkaca, dan Candi Bima, yang menjadi bagian dari peninggalan bersejarah Dataran Tinggi Dieng.
Untuk menambah wawasan, wisatawan juga bisa mengunjungi Museum Kailasa yang menyimpan berbagai informasi tentang sejarah, budaya, dan artefak Dieng.
Menariknya, kawasan candi ini dapat dinikmati dengan tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp15.000 per orang.
Dieng Culture Festival dan Produk Khas Lokal
Dieng Culture Festival (DCF) menjadi even paling ikonik di Dieng Kulon. Berawal dari tradisi ruwatan rambut gimbal, festival ini berkembang menjadi ajang budaya yang memadukan seni tradisional, musik, dan pameran UMKM.
Selain menarik wisatawan, DCF juga menjadi sarana promosi bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk memperkenalkan produk unggulannya.
Beragam produk khas Dieng yang populer sebagai oleh-oleh antara lain carica, purwaceng, keripik kentang, dan keripik jamur. Wisatawan juga dapat menemukan aneka souvenir unik seperti batik kayu, miniatur candi, dan kaos bertema wisata Dieng.






