Apresiasi Karnaval SMK Martha Abadi, Martono Buktikan Pelajar Sekolah Vokasi Gratis Mampu Cetak Karya Berkelas

Sukoharjo — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sukoharjo diwarnai dengan pameran kreativitas pelajar. Siswa-siswi SMK Martha Abadi menggelar karnaval kemerdekaan dengan mengusung tema “Berbudaya dengan Barang Tak Berguna” pada Jumat (13/8/2026).

Karnaval ini menjadi ruang pamer karya bagi para pelajar, khususnya dari program studi Tata Busana dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Dalam pawai tersebut, para siswa merancang, menjahit, dan memamerkan pakaian yang didominasi oleh material bekas pakai. Material yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi berhasil dirakit menjadi karya busana berseni tinggi.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Martono, memberikan perhatian khusus terhadap inovasi para pelajar ini. Menurutnya, kreativitas yang lahir dari lingkungan pendidikan kejuruan merupakan pondasi utama bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.

“Karnaval ini mengirimkan pesan yang luarbiasa. Anak-anak SMK Martha Abadi tidak sekadar meramaikan peringatan kemerdekaan, tapi mereka menunjukkan bagaimana kreativitas bisa mengubah barang yang sudah tak bernilai menjadi busana berkelas. Ini bentuk kemerdekaan berekspresi yang sesungguhnya” ujar Martono.

Lebih lanjut, Martono yang juga merupakan pendiri SMK Martha Abadi—sebuah institusi pendidikan vokasi gratis di Sukoharjo—menilai bahwa pendidikan kejuruan harus mampu merespons tantangan zaman. Isu keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan limbah dapat dikolaborasikan dengan kurikulum desain dan busana.

Keberadaan sekolah tanpa biaya ini dirancang untuk memastikan anak-anak di Sukoharjo memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas yang selaras dengan kebutuhan industri. Melalui fasilitas seperti jurusan Tata Busana dan DKV, siswa didorong untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi langsung memproduksi karya yang memiliki nilai jual.

“Pendidikan vokasi yang memadukan keterampilan teknis dan kepekaan lingkungan adalah investasi jangka panjang. Harapan kita, para lulusan dari sekolah gratis ini nantinya tidak hanya berstatus siap kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor industri kreatif” pungkasnya.

Kegiatan karnaval yang melintasi sejumlah rute di Sukoharjo ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar, sekaligus menjadi kampanye visual mengenai pentingnya mengelola barang bekas di lingkungan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *