Sate Batibul, Kuliner Khas Tegal yang Banyak Diburu Wisatawan

Sate Batibul, Kuliner Khas Tegal yang Banyak Diburu Wisatawan
(Gambar: kompas.id)

Jatengkita.id – Hobi kulineran sate kambing? Tegal punya rekomendasi sate kambing yang luar biasa nikmat dan bikin ketagihan. Namanya Sate Batibul yang terkenal karena kelembutan tekstur dagingnya dan rasanya yang menggugah selera. 

Sate yang terkenal juicy ini selalu dinantikan para wisatawan saat menapaki kaki di kawasan Tegal. Berikut ini ulasan asal-usul, karakteristik, cara pengolahan, cara penyajian, harga jual, hingga rekomendasi yang legendaris.

Mengenal Asal-Usul Sate Batibul

Nama “Batibul” merupakan singkatan dari bawah tiga bulan. Selain itu, ada juga Sate Balibul yaitu singkatan dari bawah lima bulan. Tapi, yang paling terkenal adalah Sate Batibul. 

Sate ini terkenal dengan teksturnya yang empuk dan juicy karena terbuat dari daging kambing muda. Serat dagingnya belum terbentuk dengan keras. Selain itu, pada saat dibakar dagingnya akan lebih cepat matang.

Saat dikonsumsi, sate ini memiliki daging yang padat namun empuk. Alhasil, sangat mudah untuk dikunyah. 

Sate Batibul juga menonjolkan cita rasa asli yang berasal dari daging kambing muda yang segar. Tidak heran jika dalam proses pengolahannya hanya sedikit saja bumbu yang digunakan. Dengan begitu, sensasi rasa manis dan gurih bisa dirasakan secara optimal. 

Namun, ada juga temuan daging kambing dengan warna yang pucat. Bukan karena belum matang sempurna, namun pemberian bumbunya hanya sedikit tanpa adanya bahan tambahan.

Kemudian, saat dibakar tidak terlalu gosong agar tekstur empuk pada daging kambing tetap terjaga dengan baik. 

Baca Juga: Sate Buntel Solo: Sensasi Daging Giling yang Bikin Nagih

Menariknya lagi, setiap penjual Sate Batibul di wilayah Tegal menggunakan kecap lokal dengan merek Kambing atau Lombok. Alasannya, karena terdapat perpaduan rasa gurih dan manis yang pas dibandingkan kecap dari merek lainnya. 

Keistimewaan lainnya yaitu tidak terdapat bau prengus khas daging kambing pada umumnya. Hal ini karena daging kambing yang digunakan adalah daging yang masih muda.

Jadi, bebas dari bau prengus yang mengganggu kenikmatan saat disantap. Yang ada justru aroma asap yang wangi dan sangat khas dari tempat di mana sate dipanggang. 

Proses Membuat Sate Kambing Batibul

Untuk mendapatkan cita rasa yang sempurna, tentu diperlukan tips dan trik khusus. Adapun proses pembuatannya yaitu sebagai berikut.

  • Pemilihan Daging Kambing

Untuk membuat Sate Batibul, pilihlah daging kambing muda. Setelah itu, daging kambing harus digantung agar sisa-sisa darahnya benar-benar keluar semua. Hal  ini bertujuan agar saat diolah tidak menimbulkan bau tidak sedap atau bau prengus. 

Saat melakukan pemotongan daging kambing, bersihkan lebih dulu bagian otot dan urat yang keras. Fungsinya adalah agar tekstur daging yang dihasilkan benar-benar lembut. Selain itu, ketika dimasak bagian otot dan urat daging tidak terlalu banyak ditemukan. 

Sate Batibul Tegal
(Gambar: radartegal.disway.id)
  • Menusukkan Daging Sate

Saat akan menusukkan daging sate ke sujen atau tusukan sate ada tekniknya sendiri. Daging kambing tidak boleh ditekan terlalu kuat agar serat pada daging kambing tidak berubah menjadi keras setelah dilakukan pemanggangan. 

Biasanya, dalam menusukkan sate beberapa pedagang akan menambahkan lemak kambing di bagian sela-sela potongan daging tersebut. Tujuannya untuk mendapatkan rasa yang lebih juicy dari lelehan lemak tersebut ketika sate dibakar. 

  • Memanggang Sate 

Sebelum melakukan proses pemanggangan sate, sebaiknya diamkan daging sekitar satu jam untuk mendapatkan tekstur yang empuk.

Sebagian pedagang juga memberikan bumbu pada sate dengan rempah-rempah tertentu dan sedikit lemak kambing, sehingga daging akan terasa lebih gurih. 

Ketika membakar sate, jangan terlalu banyak menggunakan arang. Selain itu, perhatikan juga apinya agar tidak terlalu besar yang bisa membuat bagian luar sate menjadi mudah gosong.

Untuk itu, kipas sate dengan kipas anyaman bambu secara perlahan dan teratur agar api tetap stabil. 

Cara Menyajikan Sate Batibul

Sate Batibul disajikan dengan piring besi panas dengan alas kayu supaya bisa mempertahankan kehangatan daging kambing yang dibakar. 

Lalu, sate akan dihidangkan bersama dengan sambal kecap dengan irisan cabai rawit merah, tomat segar, dan bawang merah mentah. Cara ini dapat menghadirkan rasa yang beragam mulai dari pedas, segar, dan manis. 

Selain itu, ada juga menu pendamping lainnya, seperti gule atau asem-asem, sop kambing, tongseng, tahu aci, dan teh poci. Menu pendamping ini dapat menyempurnakan rasa Sate Batibul sekaligus mengenyangkan perut. 

Baca Juga: Sate Klathak : Kelezatan Kuliner Tradisional dari Bantul

Harga Sate Batibul Per Porsi

Secara umum, harga dari Sate Batibul ini sangat bervariasi bergantung, jumlah tusuk sate yang dipesan, lokasi tempat makan, hingga tambahan menu pendamping yang dipilih.

Untuk harga rata-rata sate kambing di wilayah Tegal per tusuk satenya Rp5.500. Lalu, harga sate kambing untuk per kodinya sekitar Rp90.000. 

Rekomendasi Tempat Makan Sate Batibul 

Di Tegal sendiri ada banyak sekali penjual Sate Batibul yang populer. Agar tidak bingung, rekomendasi berikut ini bisa membantu. 

  1. Sate Kambing Batibul Bang Awi. 
  2. Sate Kambing Wendy’s.
  3. Sate Kambing Bu Narto.
  4. Warung Makan Sate Tirus H. Sakya.
  5. Warung Sate Sari Mendo.  
  6. Warung Sate Kambing Indrasari.
  7. Warung Sate R.M Bu Tomo.
  8. Warung Sate Cempu Lemu. 

Join saluran WhatsApp Jateng Kita untuk informasi menarik seputar Jawa Tengah, klik di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *