Jatengkita.id – Di Jawa, ada salah satu buah yang sering disebut anggur Jawa. Buah lokal ini memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan tubuh. Sayangnya, kehadiran Duwet sudah cukup langka sekarang.
Duwet (Syzygium cumini) atau jamblang merupakan buah tropis yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia (Pulau Jawa dan Sulawesi) serta Asia Selatan.
Buah ini memiliki rasa yang sangat unik, yaitu asam, manis, dan sepat sehingga menumbuhkan sensasi segar.
Warnanya ungu gelap dengan bentuk lonjong dan permukaan kulitnya halus, serta ukuran biji tunggalnya lebih besar. Buah ini memiliki karakteristik pohon berkayu, helaian daun berbentuk bundar telur, bunga yang kecil dan berbau harum.
Daging buahnya berwarna putih, kuning kelabu, hingga merah ungu yang tidak berbau. Duwet banyak dibudidayakan di kawasan Australia dan Asia dengan persebaran di India, Himalaya, Malaysia, dan Sri Lanka. Biasanya, tumbuhan ini dibudidayakan melalui biji atau dengan cara dicangkok.
Pohon Duwet juga tumbuh liar di kawasan hutan jati maupun pekarangan dengan ketinggian 500 mdpl hingga 1.800 mdpl.
Tanaman ini diketahui bisa hidup di berbagai jenis tanah seperti tanah lempung, tanah berpasir, tanah liat berkapur, lahan basah, hingga dataran banjir, bahkan, bisa beradaptasi dengan baik terhadap musim kering.
Selain disebut jamblang, Duwet juga memiliki istilah lain seperti Jambu Keling, Jambulana (Malaysia), Duhat (Filipina), Java Plum (Inggris), Jambu Koliong (Riau), Jambee Kleng (Aceh), Jombulan (Sulut), Jambula (Ternate), Jambulan (Flores), dan Duwe (Bima).
Tak hanya unik, buah yang termasuk ke dalam suku jambu-jambuan (Myrtaceae) ini mempunyai berbagai kegunaan tersendiri.
Kayunya bisa digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu bakar, daunnya sebagai pakan ternak, serta pohonnya sebagai peneduh di perkebunan atau pekarangan dan penahan angin.
Bagian kulit kayunya yang menghasilkan zat tanin diaplikasikan untuk pewarna alami pada makanan dan bunganya dimanfaatkan sebagai pakan lebah madu.
Kepingan kecil pepagan dari tanaman ini digunakan untuk menghambat keasaman tuak dan buahnya dijadikan manisan.
Baca Juga: Carica Wonosobo, Buah Eksotis yang Jadi Ikon Kuliner
Kandungan Nutrisi Pada Buah Duwet
- Serat pangan.
- Antioksidan alami (flavonoid dan antosianin).
- Zat besi.
- Kalsium.
- Zinc.
- Kalium.
- Fosfor.
- Tanin.
- Asam galat.
- Vitamin A.
- Vitamin B6.
- Vitamin C.
- Minyak atsiri.
- Asam organik.
- Asam Elagat.
- Resin.
- Triterpenoid.
- Jambosin.
- Energi.
- Karbohidrat.
- Protein.
- Lemak.
- Natrium.
- Beta karoten.
- Niasin.

Cara Mengonsumsi Buah Duwet
Buah ini bisa dikonsumsi dengan cara dicampur dengan gula dan garam yang sudah dikocok pada wadah tertutup, seperti di wilayah India dan Filipina.
Namun, konsumsi buah ini tidak boleh berlebihan untuk menghindari sembelit ringan, perut kembung, dan meninggalkan noda pada pakaian atau gigi. Hindari juga mengonsumsi daun, biji, dan ekstrak buah duwet sebagai obat tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.
Manfaat Buah Duwet untuk Kesehatan Tubuh
-
Membantu Meredakan Batuk dan Pilek
Duwet bisa meredakan batuk dan pilek. Hal ini berkat adanya kandungan vitamin C dan zinc di dalamnya. Kedua kandungan tersebut mempunyai sifat antioksidan dan antiradang sehingga, gejala batuk dan pilek bisa reda dengan cepat.
Baca Juga: Fakta-Fakta Buah Ciplukan, Dari Kesehatan Hingga Kenangan
-
Memelihara Kesehatan Jantung
Manfaat berikutnya yaitu bisa meningkatkan kesehatan jantung karena mengandung kalium. Jantung bisa berdetak secara normal serta mencegah terjadinya serangan jantung dan hipertensi.
Duwet juga dapat menurunkan kadar kolesterol yang menjadi penyebab penyakit jantung dan stroke.
-
Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh
Duwet kaya akan kandungan antioksidan, vitamin A, dan vitamin C di dalamnya. Kandungan tersbeut bisa memperkuat daya tahan tubuh, melawan virus dan kuman penyebab infeksi, serta mempercepat penyembuhan luka.
Jika dikonsumsi secara rutin, bisa melindungi tubuh dari penyakit menular, asma, pilek, infeksi, dan lain sebagainya.
-
Menurunkan Gula Darah
Buah ini memiliki kandungan indeks glikemik yang rendah, sehingga bagus untuk mencegah kenaikan gula darah pada tubuh. Selain itu, terdapat kandungan tanin, gula, dan asam yang seimbang.
Dengan begitu, aman dikonsumsi oleh penderita prediabetes dan diabetes serta dapat menstabilkan kondisi diabetes agar kesehatan pankreas tidak terganggu.
-
Mencegah Pengeroposan Pada Tulang dan Gigi
Duwet bisa mencegah tulang dan gigi agar tidak mudah keropos. Terdapat kandungan mineral penting seperti fosfor dan kalsium yang bisa meningkatkan kesehatan tulang dan gigi.
Selain itu juga bisa mengatasi radang gusi, bau mulut, sariawan, dan gusi berdarah karena mengandung antibakteri.
-
Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Kanker
Kandungan antioksidan yaitu cyanidin dan antosianin pada Duwet ini dapat melindungi sel tubuh dari bahaya paparan radikal bebas.
Selain itu, sifat antikanker dan kemo-preventif serta senyawa polifenol dan flavonoid bisa mendukung pengobatan penyakit kanker usus, hati, dan jantung.
-
Menjaga Kesehatan Kulit
Mengonsumsi buah Duwet bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Pasalnya, terdapat kandungan vitamin A, C, dan C serta antioksidan yang bisa memperlambat tanda-tanda penuaan dini, menyamarkan noda hitam, dan menghidrasi kulit.
Selain itu, bisa kandungannya juga bisa melembabkan kulit, mengurangi jerawat, dan membentuk kolagen di dalam tubuh.
-
Melawan Penyakit Anemia
Kandungan zat besi pada Duwet mengindarkan diri dari risiko anemia. Menariknya, buah ini berperan penting dalam menghasilkan sel darah merah yang sehat, sehingga dapat mengurangi risiko kurang darah dan anemia defisiensi besi yang bisa menyebabkan tubuh terasa lesu, letih, serta lemas.
-
Menyehatkan Sistem Pencernaan
Manfaat berikutnya yaitu melancarkan sistem pencernaan berkat kandungan serat dan tanin. Selain itu, bisa mengatasi gangguan usus, sembelit, disentri, diare, dan mual. Dengan begitu, kesehatan sistem pencernaan bisa terjaga kesehatannya secara optimal.
