Jatengkita.id – Bagi kaum lanjut usia, tentunya salah satu penyakit yang dikhawatirkan ialah stroke. Penyakit stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak berkurang karena penyumbatan atau ketika pembuluh darah di otak pecah.
Biasanya, serangan stroke bisa terjadi secara tiba-tiba. Stroke terjadi saat aliran darah yang membawa oksigen ke otak terhambat atau mengalami gangguan. Banyak mitos yang beredar mengenai penyakit stroke ini.
Salah satu mitos yang paling dipercaya banyak orang adalah stroke hanya menyerang para orang tua atau lanjut usia saja. Faktanya, stroke dapat dialami siapa saja, tanpa batasan usia.
Penyebab stroke di usia muda adalah gaya hidup yang buruk seperti merokok dan minum alkohol yang akan menimbulkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Ciri-ciri dan gejala penyakit stroke penting yang harus diketahui meliputi wajah, lengan dan cara bicara. Selain itu, ada tanda-tanda stroke lain pada pria maupun wanita yang mungkin dialami.
Diantaranya adalah mati rasa yang terjadi secara tiba-tiba atau kelemahan di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh. Tanda lainnya adalah kebingungan, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami pembicaraan.
Selain itu juga kesulitan melihat di satu atau kedua mata secara tiba-tiba dan kesulitan berjalan. Meski begitu, ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan risiko terkena stroke jadi lebih tinggi.
Salah satunya ialah mengonsumsi makanan kurang sehat yang bisa memicu penyakit stroke. Lantas, makanan dan minuman apa saja yang bisa memicu penyakit stroke? Berikut ini akan dikupas lengkap makanan dan minuman apa saja yang bisa menyebabkan stroke.
- Daging merah
Daging merah adalah daging yang berwarna kemerahan dan berasal dari ternak besar, seperti sapi, domba, kambing, kerbau, kuda, dan babi. Makanan ini memiliki kandungan protein dan zat besi yang lebih banyak dibandingkan daging putih.
Meskipun begitu, menurut penelitian, daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit stroke secara signifikan. Hal ini karena daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi, sehingga menyebabkan penumpukan kolesterol.

Saat kadar kolesterol dalam tubuh semakin tinggi, tekanan darah juga akan meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan pembuluh darah menyempit dan terjadilah stroke. Tak hanya itu saja, olahan daging yang memiliki garam tinggi juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Daging merah bisa jadi penyebab utama naiknya kolesterol karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Selain itu, mengonsumsi red meat berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kronis, seperti jantung, kanker, dan diabetes.
- Minuman berpemanis buatan
Minuman berpemanis buatan adalah minuman yang mengandung pemanis buatan, seperti aspartam, sakarin, sukralosa, acesulfame potassium, dan neotam. Pemanis buatan adalah bahan tambahan yang memberikan rasa manis pada makanan dan minuman.

Pada minuman berpemanis buatan tentunya kadar gulanya sangat tinggi, sehingga jika sering dikonsumsi dalam tubuh dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Keduanya termasuk kondisi kesehatan yang dapat memicu stroke.
Beberapa jenis pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman diantaranya adalah aspartam, acesulfame potassium, sakarin, sukralosa, dan neotam.
- Makanan kalengan
Makanan kaleng adalah makanan yang diawetkan dengan cara dipanaskan hingga membunuh mikroorganisme, kemudian dikemas dalam kaleng atau stoples. makanan kalengan mengandung banyak sodium atau garam.
Bahkan, dalam satu kaleng sup, kadar gulanya bisa melebihi jumlah sodium yang disarankan untuk didapat setiap satu hari. Contoh makanan kaleng yang sering dijumpai adalah sarden, gudeng, kornet dan lainnya.

Makanan kaleng dianggap kurang sehat karena proses pengalengan yang biasanya meliputi 3 tahapan, yakni pengolahan, caranya makanan dikupas, diiris, dicincang, diadu, bertulang, dikupas, atau dimasak. Kemudian penyegelan yang dilakukan dengan cara makanan olahan disegel dalam kaleng.
Dan terakhir pemanasan, yakni kaleng dipanaskan untuk membunuh bakteri berbahaya dan mencegah pembusukan. makanan kaleng dianggap kurang sehat karena mengandung bakteri berbahaya yang dikenal sebagai Clostridium botulinum.
Makanan kaleng dianggap kurang sehatjuga karena di dalamnya sering ditambahkan banyak garam, gula, dan pengawet.
Artikel terkait : Waspada! 10 Gejala Stroke Ringan dari Kebiasaan Sehari-Hari
- Gorengan
Gorengan merupakan makanan yang proses memasaknya membutuhkan banyak minyak. Proses menggoreng membuat makanan menyerap lemak dari minyak, sehingga kalorinya menjadi lebih tinggi. Makanan goreng-gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

Keduanya dapat menyebabkan kolesterol dan menyumbat pembuluh darah. Meskipun banyak yang suka karena enak dan teksturnya yang kriuk cocok untuk lauk, gorengan sangat dianjurkan tidak dikonsumsi setiap hari. Jadi, kurangi makan makanan yang digoreng dengan minyak banyak seperti gorengan.
- Alkohol
Alkohol adalah senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon. Keberadaan alkohol yang dikonsumsi banyak orang saat ini tidak terlepas dari sejarah panjang. Minuman beralkohol pertama di dunia merupakan minuman fermentasi yang dihasilkan dari campuran madu, beras, dan buah anggur.
Alkohol terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu wine, spirits, dan beer. Selain itu, ada berbagai jenis liquor seperti whiskey, brandy, rum, tequila, vodka, dan gin. Minuman beralkohol sering kali dikonsumsi sebagian orang untuk meredakan stres.

Namun, jika alkohol dikonsumsi secara terus-menerus, bisa membahayakan jantung dan meningkatkan tekanan darah. Keduanya memengaruhi timbulnya stroke. Banyak orang tidak menyadari bahwa minuman alkohol yang dikonsumsi bisa menyebabkan efek negatif.
Efek samping dari konsumsi alkohol diantaranya adalah tekanan darah tinggi, stroke, penyakit hati, penyakit jantung, masalah pencernaan, dan banyak lagi. Bahkan, mengonsumsi alkohol juga bisa menurunkan imunitas seseorang.
- Makanan ringan kemasan
Makanan ringan kemasan merupakan camilan yang melewati serangkaian proses pengolahan (ultra processed food) dan dikemas dalam bungkus atau toples. Rasanya yang lezat dan penyajiannya yang praktis membuat makanan dalam kemasan sering dikonsumsi oleh banyak orang.
Biasanya, makanan ringan dimakan pada saat waktu luang, teman saat sedang bersantai, atau saat mengerjakan suatu aktivitas yang tidak terlalu berat. Makanan ringan kemasan yang sering kita jumpai diantaranya adalah biskuit, keripik, kerupuk, dan kue yang umumnya tinggi akan lemak trans.
Lemak ini tidak sehat karena dapat menyebabkan penumpukan kolesterol, penyumbatan arteri, meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, merusak lapisan dalam pembuluh darah, dan meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Selain itu, dalam prosesnya, makanan ringan kemasan biasanya ditambahkan garam, gula, lemak, dan zat aditif seperti pewarna, MSG, maupun pengawet, agar rasanya lebih enak dan tampilannya lebih menarik.
Proses pengolahan yang panjang dan penambahan zat tertentu membuat makanan ringan kemasan menjadi minim nutrisi dan tinggi kalori. Kebanyakan makanan dalam kemasan mengandung garam nitrat dan garam nitrit.
Mengonsumsi kedua jenis garam ini secara berlebihan dapat menyumbat aliran darah dan mengganggu kelancaran fungsi arteri. Jadi meskipun enak dan praktis, camilan biasanya tinggi kalori, lemak, garam, dan gula, yang bila terlalu sering dikonsumsi bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.
Tonton video : Apa Itu Bell’s Palsy?






