DPRD Jateng Amir Masduki Dukung Disabilitas Eksis dan Berdaya melalui UMKM

Purworejo — Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Purworejo tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting untuk mendorong kebangkitan ekonomi inklusif. Hal ini tecermin dari dukungan nyata terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digerakkan oleh kelompok disabilitas di wilayah perdesaan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, S.Pd.I., secara khusus menyambangi stan Kelompok Disabilitas “Sekar Arum” di gelaran Pituruh Expo 2026, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, pada Senin (24/8/2026).

Kunjungan legislator tersebut disambut hangat oleh para anggota kelompok yang mayoritas merupakan warga Desa Prapag Lor, Kecamatan Pituruh. Kehadiran wakil rakyat di tengah pameran UMKM tingkat kecamatan ini menjadi suntikan moral yang berharga bagi kelompok “Sekar Arum” untuk terus unjuk gigi memamerkan potensi mereka.

Dalam kunjungannya, Amir Masduki tidak hanya berdialog untuk menyerap aspirasi dan memberikan motivasi kemandirian, tetapi juga melakukan aksi nyata dengan memborong berbagai produk hasil karya anggota “Sekar Arum”. Beberapa produk unggulan yang dibeli meliputi aneka alat kebersihan rumah tangga buatan tangan, hingga olahan kuliner tradisional khas yang menggugah selera, yakni rujak bebek (rujak tumbuk).

Langkah ini dinilai sebagai bentuk intervensi positif dari tokoh pemerintahan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif, khususnya di wilayah perdesaan yang kerap minim akses pasar.

“Aksi nyata seperti ini penting dilakukan guna mendorong pemberdayaan ekonomi inklusif di daerah perdesaan. Ini membuktikan kepada khalayak luas bahwa keterbatasan fisik sama sekali tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya, produktif, dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” demikian pesan tersirat dari kunjungan tersebut.

Gelaran Pituruh Expo 2026 sendiri merupakan etalase strategis bagi para pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Keikutsertaan kelompok disabilitas seperti “Sekar Arum” dalam pameran publik ini diharapkan dapat menghapus stigma negatif di masyarakat, sekaligus membuka mata para pemangku kepentingan agar lebih gencar memfasilitasi ruang kreasi dan bantuan modal bagi kelompok rentan.

Ke depan, dukungan dari berbagai elemen, baik legislatif maupun eksekutif, diharapkan tidak berhenti pada seremonial atau pameran semata, melainkan berlanjut pada program pendampingan dan pembinaan UMKM disabilitas yang berkelanjutan.

Exit mobile version