Deretan Film Hollywood Tentang Kudeta dan Intervensi AS

Deretan Film Hollywood Tentang Kudeta dan Intervensi AS
Film Syriana (Gambar: Prime Video)

Jatengkita.id – Industri hiburan Amerika terus memproduksi film dengan ketertarikan skenario intervensi pemerintah Amerika Serikat, operasi CIA, sampai penggulingan rezim asing. Film Hollywood tersebut membuat framing sebuah kudeta sebagai perbuatan yang dilegalkan, heroik, atau sebuah keniscayaan geopolitik. 

Melalui layar lebar, penonton dicekoki sebuah fenomena narasi pergantian kepemimpinan diatur sedemikian rupa demi “kepentingan nasional” atau stabilitas global.

Berikut ini daftar film yang menggambarkan operasi kudeta, perubahan rezim, atau penggulingan kekuasaan yang didalangi oleh Amerika Serikat.

  • Salvador (1986)

Film ini mengambil latar belakang perang saudara El Savador yang pecah pada awal 1980-an. Melalui sudut pandang seorang jurnalis foto veteran asal Amerika, Richard Boyle, film ini menyoroti bagaimana dalam perang, kebenaran sering kali dimanipulasi atau diabaikan oleh kekuatan politik. 

Melalui film ini juga sang sutradara Oliver Stone, ingin menunjukkan kemunafikan politik di mana pemerintah Amerika Serikat mendukung kediktatoran yang menciptakan pengungsi. Namun kemudian menolak memberikan perlindungan kepada korban dari rezim yang mereka dukung sendiri.

  • Missing (1982)

Film ini adalah salah satu hasil produksi yang paling kontroversial yang pernah dibuat tentang intervensi AS. Missing diambil dari kisah nyata hilangnya jurnalis Amerika Serikat, Charles Horman.

Film ini berlatar tempat setelah kudeta Chile tahun 1973 yang menggulingkan Presiden sosialis terpilih, Salvador Allende, dan menggantinya dengan diktator Augusto Pinochet. 

Kudeta digambarkan sebagai sebuah tragedi, bukan kemenangan. Tapi dalam film-film berikutnya, intervensi mulai dirasakan sebagai opsi strategis, bahkan solusi. 

film hollywood
(Gambar: moviesanywhere.com)
  • Syriana (2005)

Syriana merupakan film thriller geopolitik yang mengambil cerita dan terinspirasi dari memoar Robert Baer.

Dalam film tersebut diceritakan, pemimpin yang mengganggu kepentingan industri minyak adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan. Alur film juga melibatkan agen CIA serta perebutan kekuasaan di Timur Tengah.

  • Green Zone 

Film ini adalah salah satu film Hollywood yang vokal dalam mengkritik dasar invasi AS ke Irak pada tahun 2003. Film ini mempertanyakan dasar invasi yang dilakukan Amerika terhadap Irak.

Narasi ancaman runtuh setelah kekuasaan berganti, ibarat serbu dulu, cari pembenaran belakangan. Tapi nasi sudah menjadi bubur, kerusakan sudah terjadi. 

Secara blak-blakan, film ini menggambarkan bagaimana pejabat departemen pertahanan AS menciptakan narasi palsu untuk membenarkan invasi dan pergantian rezim. 

Itu dia empat film yang menggambarkan bagaimana invasi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negara lainnya. Film memang tidak bisa menciptakan realitas politik, tapi film mampu membentuk imajinasi publik tentang kemungkinan yang terjadi dan menormalisasi hal yang semestinya tidak wajar.

Baca juga: Super-b! Kapas Jawa Tengah Sumbang Kontribusi Sustainable Fashion di Film Sore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *