Jatengkita.id – Di tengah berkembangnya industri makanan dan UMKM Jawa Tengah, muncul sebuah inovasi yang menjadikan bahan sederhana sebagai produk bernilai tinggi. Salah satunya adalah Super Roti bekatul.
Usaha kuliner asal Kota Semarang ini berhasil mengubah pandangan terhadap bekatul lewat produk roti.
Di balik keberhasilan tersebut, ada perjalanan panjang pendiri Super Roti, Ismiyati. Usahanya yang pernah ditolak sejumlah swalayan memunculkan kesadaran bahwa sebuah produk harus memiliki pembeda.
Keputusan untuk menggunakan bekatul sebagai bahan utama akhirnya menjadi titik balik. Dari dapur rumah tangga di Semarang, inovasi tersebut berkembang hingga mengikuti pameran di dalam dan luar negeri.
Bahkan, Super Roti pernah membawa nama Indonesia melalui kompetisi pengolahan roti di Paris, Prancis.
Berawal dari Kondisi Sulit di Tahun 2011
Perjalanan Super Roti Semarang dimulai pada 2011. Saat itu, Ismiyati bekerja sebagai karyawan dealer kendaraan bermotor. Di sisi lain, kondisi keluarga sedang menghadapi perubahan setelah sang suami terkena pemutusan hubungan kerja.
Berbekal kegemarannya membuat kudapan sejak kecil, Ismiyati kemudian memilih membuat usaha bakery sebagai jalan keluar.
Ia memulai produksi roti dari rumah dengan bahan dasar tepung terigu. Sementara itu, sang suami yang sebelumnya bekerja sebagai sales roti turut membantu memasarkannya.
Produksi yang awalnya sederhana perlahan berkembang. Ismiyati mulai merekrut pekerja dan mencoba memperluas pemasaran.
Salah satu momentum awal yang membantu produknya dikenal terjadi ketika ia menitipkan roti ke toko menjelang Lebaran.
Produk seperti roti pisang cokelat, keju, pizza, hingga donat kemudian mulai mendapatkan tempat di pasar. Namun, Ismiyati menyadari bahwa sistem titip jual saja belum cukup untuk membawa usahanya berkembang lebih jauh.
Belajar Lagi untuk Membesarkan Usaha
Ismiyati kemudian memutuskan meninggalkan pekerjaannya agar bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.
Ia tidak hanya mengandalkan pengalaman yang sudah dimiliki, tetapi juga mengikuti kursus untuk meningkatkan keterampilan dalam membuat roti dan mengelola usahanya.
Pelaku usaha harus terus belajar, memperbaiki standar produksi, dan memahami kebutuhan konsumen.
Dalam prosesnya, Ismiyati bahkan sempat menghadapi tantangan ketika standar resep yang ia terapkan membuat sebagian karyawan bagian produksi memilih keluar.
Kondisi itu membuatnya kembali mengerjakan produksi sendiri dan kemudian memberdayakan warga sekitar.
Dari sini, Super Roti tidak hanya berkembang sebagai bisnis keluarga, tetapi juga mulai membawa semangat pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Inovasi Super Roti Bekatul
Bekatul yang selama ini lebih sering dikenal sebagai hasil sampingan penggilingan padi kemudian diolah menjadi bagian dari produk roti. Ismiyati melihat adanya potensi pada bahan tersebut, terutama karena bekatul mengandung serat, vitamin, dan antioksidan.
Penggunaan bekatul membuat Super Roti memiliki identitas yang berbeda. Produk tersebut kemudian diarahkan kepada konsumen yang mulai memperhatikan gaya hidup sehat dan mencari pilihan camilan dengan nilai tambah.
Dalam proses pengembangannya, Ismiyati juga memanfaatkan bahan lokal lain. Bekatul yang digunakan diperoleh dari kelompok tani di Semarang dan Boyolali. Sedangkan salah satu bahan lokal lainnya adalah gula aren kelapa dari Kebumen.
Penggunaan bahan dari daerah sekitar membuat inovasi roti bekatul ini tidak hanya berbicara tentang produk makanan. Ada pula cerita mengenai pemanfaatan potensi lokal dalam menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Strategi tersebut kemudian dipadukan dengan upaya memperluas jaringan usaha. Pada 2017, Super Roti bergabung sebagai UMKM binaan Telkom Indonesia.
Melalui kemitraan tersebut, Ismiyati memperoleh akses terhadap fasilitas modal usaha sekaligus kesempatan mengikuti berbagai pameran.
Roti Bekatul dari Semarang Melanglang hingga Dubai
Pameran menjadi salah satu pintu bagi Super Roti Semarang untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas. Tidak hanya di Indonesia, roti berbahan bekatul tersebut juga mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan di luar negeri.
Salah satu perjalanan yang mencuri perhatian adalah ketika produk Super Roti ikut melanglang hingga Dubai melalui program pameran bersama Telkom Indonesia.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis bahan lokal tidak selalu harus dimulai dari perusahaan besar.
UMKM pun dapat memiliki peluang untuk memperkenalkan produknya ke pasar global ketika memiliki keunikan, kualitas, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Berhasil Jadi Juara Pengolah Roti Terbaik di Paris
Perjalanan Super Roti kemudian mencapai salah satu momen paling membanggakan ketika Ismiyati berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi pengolah roti terbaik dunia di Paris, Prancis.
Kompetisi tersebut disebut diikuti peserta dari 150 negara dengan total sekitar 3.500 peserta. Dalam tantangan itu, Ismiyati harus membuat resep roti yang mudah diproduksi dan menggunakan bahan baku yang tersedia.
Ia kemudian membuat resep, memotret hasilnya, dan mengikuti proses voting. Produk Super Roti akhirnya berhasil menjadi juara pertama.
Pesan dari Kisah Super Roti untuk Pelaku UMKM
Ada pelajaran mengenai bagaimana pelaku UMKM menghadapi penolakan, melakukan evaluasi, kemudian menemukan peluang dari sesuatu yang sebelumnya dianggap biasa.
Ismiyati berpesan kepada pelaku UMKM yang sedang berjuang agar tidak terburu-buru mengejar hasil secara instan. Menurutnya, proses jatuh bangun merupakan bagian yang perlu dilewati untuk benar-benar memahami perjalanan sebuah usaha.






