Mengulik Keanekaragaman Hayati Pegunungan Muria

Mengulik Keanekaragaman Hayati Pegunungan Muria
Gunung Muria (Gambar: daaitv.co.id)

Jatengkita.id – Di balik bentang alamnya yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk, kawasan hutan Pegunungan Muria ternyata menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa.

Kawasan ini membentang di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara yang menjadi ekosistem penting di Pulau Jawa. Hal tersebut lantaran menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna langka.

Tak hanya dikenal sebagai kawasan religi dan tujuan wisata alam, Pegunungan Muria juga memiliki nilai ekologis tinggi. Hingga kini masyarakat dan pegiat lingkungan terus menjaganya.

Berdasarkan berbagai penelitian dan survei konservasi, kawasan hutan Muria tercatat menjadi habitat bagi sedikitnya 29 spesies mamalia, beragam jenis burung, reptil, amfibi, hingga flora endemik yang keberadaannya mulai langka.

Keragaman hayati tersebut menjadikan Pegunungan Muria sebagai salah satu “paru-paru hijau” penting di Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki fungsi besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Surga Flora Endemik Lereng Muria

Salah satu tanaman khas yang paling dikenal dari Pegunungan Muria adalah Parijoto. Tanaman dengan buah berwarna ungu kemerahan ini tumbuh subur di lereng Muria dan telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat masyarakat setempat.

Parijoto bahkan dipercaya memiliki filosofi dan nilai budaya tersendiri, terutama bagi masyarakat sekitar kawasan Gunung Muria.

Selain Parijoto, kawasan hutan Muria juga menjadi tempat tumbuh berbagai jenis flora lain. Beberapa di antaranya anggrek bulan, pakis haji, hingga aneka vegetasi dari famili Araceae yang hidup di kawasan hutan lembap pegunungan.

Keberadaan flora tersebut menunjukkan bahwa ekosistem Muria masih memiliki kondisi lingkungan yang cukup baik, meski tekanan terhadap kawasan hutan terus terjadi akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia.

keanekaragaman hayati pegunungan muria
Macan Tutul Jawa (Gambar: tempo.co)

Habitat Satwa Langka Pulau Jawa

Pegunungan Muria juga menjadi rumah bagi sejumlah satwa liar penting, termasuk predator puncak seperti Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas).

Satwa yang kini berstatus terancam itu masih ditemukan di beberapa kawasan hutan Muria yang kondisinya relatif terjaga.

Selain macan tutul, kawasan ini juga menjadi habitat Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Burung endemik Pulau Jawa ini identik dengan lambang negara Garuda dan kini masuk kategori terancam punah.

Keberadaan predator puncak dan satwa langka tersebut menjadi indikator penting bahwa ekosistem Pegunungan Muria masih memiliki rantai makanan yang berjalan dengan baik.

Tak hanya itu, beberapa spesies unik seperti cecak batu juga ditemukan hidup di kawasan ini. Satwa-satwa tersebut menjadikan Muria sebagai wilayah dengan nilai konservasi tinggi yang sangat penting untuk dijaga keberlangsungannya.

Diusulkan Menjadi Taman Hutan Raya

Melihat tingginya kekayaan hayati dan pentingnya fungsi ekologis Pegunungan Muria, sejumlah pegiat lingkungan dan organisasi konservasi mendorong kawasan ini agar mendapatkan perlindungan yang lebih kuat.

Salah satu usulan yang muncul adalah menjadikan kawasan Pegunungan Muria sebagai Taman Hutan Raya (Tahura). Status tersebut dinilai dapat menjadi langkah penting dalam menjaga ekosistem hutan sekaligus melindungi flora dan fauna yang hidup di dalamnya.

Pasalnya, ancaman terhadap kawasan Muria masih terus terjadi. Sebut saja perambahan hutan, kebakaran lahan, pembukaan perkebunan, hingga perburuan liar.

Jika tidak dijaga dengan serius, bukan tidak mungkin berbagai spesies langka yang hidup di Pegunungan Muria akan semakin terancam keberadaannya.

Menjaga Muria untuk Masa Depan

Pegunungan Muria bukan sekadar kawasan pegunungan biasa. Di dalamnya tersimpan kehidupan, sumber air, udara bersih, serta habitat bagi berbagai makhluk hidup yang memiliki peran penting bagi keseimbangan alam.

Melindungi Muria berarti menjaga warisan ekologis yang sangat berharga bagi generasi mendatang.

Di tengah laju pembangunan dan tekanan terhadap lingkungan, keberadaan kawasan hutan Muria menjadi pengingat bahwa alam dan manusia sejatinya hidup berdampingan dan saling membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *