Pasar Kembang Kalisari Semarang dan Potensi Cuan Seni Florist

Pasar Kembang Kalisari Semarang dan Potensi Cuan Seni Florist
(Gambar : istockphoto.com)

Jatengkita.id – Salah satu pasar tradisional yang masih populer di Semarang adalah Pasar Kembang Kalisari. Pasar ini terdiri dari beberapa lapak yang sudah ada sejak tahun 1980’an dan terletak di sepanjang jalan Dr. Soetomo, kawasan Kampung Pelangi Kota Semarang. 

Dulunya, pasar ini terlihat kumuh dan kotor. Kios tidak tertata rapi hingga menyebabkan jalur bagi pejalan kaki terhambat akibat terbatasnya ketersediaan lahan. 

Pada tahun 2016, area ini mengalami revitalisasi menjadi bangunan dua lantai yang tampak lebih modern. Pemerintah menjadi penanggung jawab renovasi dengan mengedepankan konsep  pembangunan yang ramah lingkungan. Sesuai namanya, pasar ini menjual segala keperluan terkait bunga dan tanaman.

Produk yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari pembuatan karangan bunga duka cita, ucapan selamat untuk pernikahan, papan bunga selamat untuk korporasi atau lembaga pemerintah, standing flower, hingga hand bouquet sederhana.

Bahkan, pembeli juga bisa memilih satu jenis bunga yang dibanderol mulai Rp 2.500,- hingga Rp 5.000,- per tangkai. Pembeli juga tak perlu khawatir karena di setiap toko selalu ada layanan paket menghias sekaligus.

Baca juga : Bunga Kantil Menurut Budaya Jawa dan Mitos yang Berkembang

Pasar Kembang Kalisari buka setiap hari selama 24 jam. Layanan yang tidak ada batas ini memberi kemudahan bagi pembeli yang membutuhkan produk secara cepat untuk keperluan mendesak. Dengan kemudahan di era digital, pembeli juga bisa memesan secara daring tanpa harus datang langsung.

Pada momentum tertentu, misalnya wisuda atau pelantikan pejabat publik seperti wali kota atau gubernur, Pasar Kembang Kalisari mendapat banyak pesanan dan mengalami peningkatan penjualan. 

Selain produk bunga, pasar tradisional ini juga menyediakan beragam jenis tanaman, pupuk, dan perlengkapan berkebun seperti pot, gembor, dan lain-lain.

Pasar Kembang Kalisari Semarang
(Gambar : istanaflorist.com)

Komplek Pasar Kembang Kalisari menjadi salah satu daya tarik yang mendukung keindahan Kampung Pelangi. Banyak wisatawan yang menyempatkan mampir ke sini sekadar untuk jalan-jalan atau mengamati saja.

Seni Florist sebagai Sumber Cuan

Di era yang semakin modern, seni florist menjadi salah satu peluang sumber pendapatan. Hal ini didukung oleh masyarakat Indonesia akrab dengan budaya memberi apresiasi atau penghargaan kepada keluarga, saudara, teman, atau rekan kerja.

Seorang florist harus memiliki keterampilan merangkai bunga, baik itu bunga segar amupun artifisial. Selain merangkai bunga, florist juga harus memiliki kemampuan untuk merawat bunga, mengelola administrasi bisnis, hingga mampu menjadi konsultan bagi pembeli.

Pengetahuan perihal bunga dan peruntukkannya hingga persoalan marketing menjadi salah satu skil yang harus diasah oleh florist. Bila sudah memiliki keterampilan yang memadai, peluang untuk membuka bisnis mandiri tentu terbuka lebar.

Penataan yang baik di Pasar Kembang Kalisari tentu membantu meningkatkan kemajuan UMKM lokal. Masyarakat tentu bisa mendapatkan akses sumber pendapatan secara mandiri serta memiliki keterampilan dalam bidang seni florist.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *