Jatengkita.id – Universitas Diponegoro (UNDIP) kini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Kampus yang berpusat di Tembalang, Kota Semarang, ini setiap tahun menjadi tujuan ribuan calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum menyandang nama Universitas Diponegoro, kampus ini lahir dengan nama Universitas Semarang.
Gagasan pendirian universitas tersebut muncul pada awal 1950-an. Saat itu, masyarakat Semarang dan Jawa Tengah membutuhkan lembaga pendidikan tinggi yang mampu menampung lulusan sekolah menengah tanpa harus melanjutkan studi ke kota-kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, atau Surabaya.
Keinginan untuk memiliki perguruan tinggi sendiri kemudian mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat dan kalangan pendidikan.
-
Berdirinya Yayasan Universitas Semarang
Langkah konkret diwujudkan melalui pembentukan Yayasan Universitas Semarang pada 04 Desember 1956. Yayasan ini menjadi fondasi penting dalam proses pendirian universitas yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Keberadaan yayasan tersebut menunjukkan keseriusan masyarakat dan para tokoh daerah dalam membangun pendidikan tinggi. Pada masa itu, mendirikan universitas bukanlah perkara mudah.
Keterbatasan dana, fasilitas, dan tenaga pengajar menjadi tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, semangat untuk menghadirkan pendidikan berkualitas tetap menjadi pendorong utama.
-
Resmi Dibuka pada Januari 1957
Hanya beberapa minggu setelah yayasan berdiri, Universitas Semarang resmi dibuka pada 9 Januari 1957. Mister Imam Bardjo dipercaya menjadi presiden universitas pertama sekaligus figur penting yang mengawal perkembangan kampus pada masa awal berdirinya.
Kegiatan akademik saat itu masih berlangsung dengan fasilitas yang sederhana. Namun berbagai program pendidikan mulai dijalankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bidang hukum, administrasi, tata niaga, dan teknik menjadi beberapa bidang studi yang mendapat perhatian pada masa awal.
Meskipun sarana dan prasarana belum selengkap sekarang, semangat belajar dan mengajar terus tumbuh. Kehadiran Universitas Semarang menjadi harapan baru bagi generasi muda Jawa Tengah yang ingin memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerahnya.
-
Soekarno Memberi Nama Universitas Diponegoro
Peristiwa penting terjadi saat peringatan Dies Natalis ke-3 Universitas Semarang pada 9 Januari 1960. Dalam momentum tersebut, Presiden Soekarno memberikan nama baru bagi universitas ini, yaitu Universitas Diponegoro.
Nama Diponegoro dipilih sebagai penghormatan kepada Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional yang memimpin Perang Jawa melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825–1830.
Sosok Diponegoro dikenal sebagai simbol keberanian, keteguhan prinsip, dan semangat perjuangan yang tidak mudah menyerah.
Pemberian nama tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap kontribusi Universitas Semarang dalam pengembangan pendidikan tinggi di Jawa Tengah. Sejak saat itu, nama Universitas Diponegoro mulai dikenal luas oleh masyarakat.
-
Pengesahan sebagai Universitas Negeri
Perubahan nama menjadi Universitas Diponegoro kemudian diperkuat melalui berbagai dasar hukum. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1961 yang menjadi landasan penting dalam sejarah kampus tersebut.
Selain itu, terdapat pula Surat Keputusan Menteri tertanggal 3 Desember 1960 yang semakin mengukuhkan keberadaan UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi.
Pengesahan tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan kampus. Fakultas-fakultas baru mulai dibentuk, jumlah mahasiswa meningkat, dan aktivitas akademik berkembang semakin luas.
-
Mengapa Dies Natalis UNDIP Diperingati Setiap 15 Oktober?
Menariknya, meskipun Universitas Semarang resmi dibuka pada 9 Januari 1957, UNDIP menetapkan 15 Oktober sebagai tanggal Dies Natalis. Penetapan ini berkaitan dengan semangat Pertempuran Lima Hari di Semarang yang berlangsung pada Oktober 1945.
Pertempuran tersebut menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang menunjukkan keberanian rakyat Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Nilai perjuangan dan pengorbanan yang lahir dari peristiwa itu dianggap sejalan dengan semangat yang ingin dibangun dalam dunia pendidikan tinggi.
Karena alasan itulah, tanggal 15 Oktober dipilih sebagai simbol perjuangan yang terus menginspirasi perjalanan Universitas Diponegoro hingga sekarang.
-
Dari Kampus Sederhana Menjadi Kawasan Pendidikan Modern
Dalam perjalanannya, Universitas Diponegoro terus mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai fakultas baru dibuka untuk menjawab kebutuhan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai institusi juga terus diperluas.
Perkembangan tersebut terlihat jelas di kawasan kampus Tembalang yang kini menjadi pusat kegiatan akademik UNDIP. Gedung rektorat Widya Puraya, fasilitas laboratorium, pusat riset, perpustakaan, hingga ruang belajar modern menjadi bagian dari wajah kampus masa kini.
Dari sebuah universitas yang lahir atas kebutuhan masyarakat Jawa Tengah akan pendidikan tinggi, UNDIP tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia.
Meski telah berkembang menjadi kampus modern, jejak Universitas Semarang tetap menjadi bagian penting yang menandai awal perjalanan panjang institusi pendidikan ini.
