Jatengkita.id – Pernahkah kamu tiba-tiba merindukan masa kecil hanya karena mencium aroma tertentu? Atau merasa sedih mendengar lagu lawas yang dulu sering kamu dengarkan saat sekolah? Perasaan itu disebut nostalgia dan ternyata, ada alasan ilmiah kenapa kita sering kangen sama masa lalu.
Nostalgia bukan hanya kenangan biasa. Ia muncul dari reaksi kompleks yang melibatkan otak, hormon, dan emosi. Simak penjelasan lengkapnya tentang kenapa kita sering merindukan masa lalu dan bagaimana nostalgia bekerja di dalam tubuh kita.
Apa Itu Nostalgia?
Secara sederhana, nostalgia adalah perasaan rindu terhadap masa lalu, biasanya disertai emosi campur aduk seperti bahagia, sedih, haru, dan hangat di waktu yang bersamaan.
Meski kadang bikin mellow, nostalgia bukanlah hal negatif. Justru, banyak penelitian menyebutkan bahwa nostalgia punya dampak positif bagi kesehatan mental.
Awalnya, kata “nostalgia” digunakan pada abad ke-17 sebagai istilah medis untuk menggambarkan gangguan psikologis yang dialami prajurit yang merindukan rumah. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, nostalgia kini dipahami sebagai pengalaman universal yang dialami hampir semua orang.
Mengapa Otak Suka Mengingat Masa Lalu?
Otak manusia menyimpan informasi dalam bentuk jaringan saraf yang kompleks. Ketika kita mengalami sesuatu yang emosional entah itu bahagia atau sedih, otak akan menyimpannya dengan lebih kuat.
Kenangan masa kecil, momen sekolah, atau cinta pertama biasanya memiliki muatan emosi yang tinggi, sehingga lebih mudah muncul kembali dalam pikiran. Berikut ini beberapa bagian otak yang aktif saat kita bernostalgia.
- Hippocampus
Pusat memori jangka panjang. Hippocampus membantu menyimpan dan memanggil kembali memori masa lalu. - Amygdala
Pusat emosi. Amygdala memberi warna emosional pada kenangan tertentu. - Prefrontal Cortex
Mengatur proses berpikir, refleksi, dan penilaian terhadap pengalaman masa lalu.
Gabungan ketiga bagian otak ini menjelaskan kenapa kita bisa merasakan kembali suasana masa lalu hanya lewat lagu, aroma, atau tempat tertentu.

Peran Hormon dalam Kenangan
- Dopamin – Hormon Kenikmatan
Saat kita mengingat hal-hal menyenangkan dari masa lalu, tubuh melepaskan dopamin. Ini adalah hormon yang membuat kita merasa senang dan puas. Maka tak heran, meski kita sedang sedih, nostalgia bisa bikin mood membaik sejenak.
- Oksitosin – Hormon Cinta dan Keterikatan
Kenangan akan orang-orang terdekat (keluarga, teman lama, pasangan pertama) seringkali mengaktifkan oksitosin. Hormon ini membuat kita merasa terhubung dan dicintai, bahkan meski kenangan itu sudah lama berlalu.
- Kortisol – Hormon Stres
Anehnya, nostalgia juga bisa memunculkan kortisol, terutama jika kenangan yang muncul bersifat pahit atau menyakitkan. Tapi tubuh kita punya cara sendiri untuk menyeimbangkannya.
Setelah lonjakan kortisol, otak biasanya memunculkan mekanisme perlindungan diri yang bisa membantu kita menerima dan merelakan masa lalu.
Baca juga:
Uniknya Putu Bambu Jawa, Kuliner Tradisional Pembangkit Nostalgia
Fungsi Nostalgia: Bukan Sekadar Rindu
- Memberi Rasa Aman
Ketika hidup terasa tidak menentu, nostalgia bisa menjadi pelarian sementara. Kenangan masa lalu yang bahagia memberikan rasa stabil dan aman, membuat kita merasa “pernah berhasil” melewati masa sulit.
- Menguatkan Identitas Diri
Mengingat kembali siapa diri kita di masa lalu bisa memperkuat pemahaman tentang siapa kita sekarang. Ini penting dalam proses pertumbuhan pribadi dan penerimaan diri.
- Mengurangi Kesepian
Nostalgia membantu kita merasa terhubung dengan orang-orang yang pernah hadir dalam hidup. Bagi seseorang yang sedang sendiri atau jauh dari keluarga, nostalgia bisa mengurangi rasa sepi.
- Meningkatkan Semangat dan Optimisme
Meski terdengar kontradiktif, mengingat masa lalu yang indah bisa memberi semangat untuk menghadapi masa depan. Otak menangkap sinyal bahwa “hidup pernah indah, dan bisa indah lagi”.
Mengapa Nostalgia Sering Muncul di Malam Hari?
Banyak orang mengaku lebih sering terkenang masa lalu saat malam, apalagi ketika sedang sendirian. Ini terjadi karena lingkungan yang tenang, minim distraksi, dan melankolis (hormon melatonin meningkat, tubuh bersiap tidur, dan emosi jadi lebih peka.
Tak heran, banyak lagu, puisi, dan tulisan yang bernuansa nostalgia lahir di malam hari.
Apakah Nostalgia Bisa Berbahaya?
Secara umum, nostalgia adalah bagian dari pengalaman psikologis yang sehat. Tapi jika terlalu sering larut dalam nostalgia, seseorang bisa mengalami dampak negatif. Contohnya terlalu memuja masa lalu dan menolak realita saat ini dan kehilangan motivasi untuk bergerak maju.
Selain itu, menyesali keputusan hidup secara berlebihan dan kesulitan melepaskan orang atau momen yang sudah pergi.
Dalam psikologi, kondisi ini dikenal dengan istilah ruminasi nostalgia, yaitu ketika seseorang terus-menerus mengingat masa lalu dengan perasaan negatif dan tidak bisa berdamai dengan kenyataan.
Tips Menikmati Nostalgia Secara Sehat
- Sadari bahwa itu hanyalah kenangan, bukan tempat tinggal.
- Gunakan nostalgia sebagai sumber semangat, bukan pelarian.
- Buat kenangan baru.
- Tulis atau bagikan cerita masa lalu.
Mengolah nostalgia dalam bentuk tulisan, cerita, atau seni bisa membantu menyembuhkan luka masa lalu.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






