Jatengkita.id – Boyolali dikenal memiliki tradisi yang unik yaitu Bakdan Sapi atau Lebaran Sapi. Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun, tepatnya satu pekan setelah Hari Raya Lebaran. Bakdan Sapi dilakukan dengan mengarak sapi dan kambing milik warga keliling kampung.
Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sapi merupakan tradisi turun temurun warga lereng Merapi di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan ini berada di daerah pegunungan Merapi.
Tradisi Bakdan Sapi sudah ada sejak zaman nenek moyang dan sampai sekarang masih dijaga dengan sangat baik. Bakdan Sapi biasanya diawali dengan acara kupatan atau Bakdan Kupat (lebaran ketupat) dan doa bersama.
Kemudian, dilanjutkan dengan arak-arakan sapi atau hewan peliharaan milik warga. Ratusan warga Sruni menghias hewan ternak sapi, baik sapi pedaging maupun perah susu. Sapi kemudian diarak oleh warga beramai-ramai untuk mengelilingi desa.
Baca juga : Serunya Berebut Tradisi Gunungan Syawal Keraton Surakarta

Biasanya, sebelum itu, warga sudah sejak pagi berkumpul di jalan desa sambil membawa sapi yang telah dihias. Hiasan tersebut berupa ketupat yang dikalungkan. Dalam tradisi ini juga, setiap keluarga membawa sesaji dan makanan untuk dibawa dan ditata di sepanjang jalan utama yang menjadi pusat kegiatan bakdan sapi tersebut.
Acara digelar di sepanjang jalan desa dan diikuti oleh seluruh warga yang 98 persen berprofesi sebagai petani sapi perah. Sebelum mengarak, warga terlebih dulu melakukan doa syukur atas kehidupan yang melimpah dari hasil pertanian dan mengelola ternak sapi.
Doa dilakukan di depan makanan yang dibawa dari masing masing warga yang sudah ditata dengan rapi dengan panjang berkisar 100 meter. Tujuan tradisi Bakdan Sapi adalah untuk mempererat persatuan dan kesatuan, menyambut Lebaran Ketupat, dan membahagiakan sapi agar menghasilkan susu melimpah.
Selain itu, tradisi ini juga sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat Tuhan yang melimpah utamanya dari ternak sapi yang mereka miliki. Selain aktivitas sosial, tradisi Bakdan Sapi juga mengandung nilai-nilai religius lainnya.
Misalnya aktivitas masyarakat, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan seperti kenduren hingga doa bersama yang dilakukan oleh warga sekitar.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






