Jatengkita.id – Gundala merupakan salah satu film superhero neo-noir buatan Indonesia yang pernah mewarnai bioskop. Sebelumnya, film Gundala karya Joko Anwar ini pernah ditampilkan di bioskop namun dengan kemasan berbeda dari komiknya.
Gundala pertama kali muncul dalam komik ciptaan Hasmi pada tahun 1969 yang diterbitkan oleh Penerbit Kentjana Agung dalam Bumilangit Universe. Kisah ini kemudian diadaptasi ke layar bioskop untuk pertama kalinya pada tahun 1982 dengan judul Gundala Putra Petir.
Superhero ini terinspirasi dari legenda Tanah Jawa, Ki Ageng Selo. Dalam cerita rakyat Jawa Tengah, ia dikenal sebagai sosok yang mampu menangkap petir.
Alkisah, Ki Ageng Selo disebutkan pernah mendaftarkan dirinya sebagai perwira di Kesultanan Demak. Agar bisa lulus seleksi, dirinya diharuskan membunuh seekor banteng. Namun, setelah berhasil membunuhnya, ia justru merasa takut melihat darah banteng.
Akibatnya, Sultan menolaknya masuk ke Kesultanan Demak. Ki Ageng Selo kemudian menyepi di sebuah desa Selo sebagai petani sekaligus guru spiritual. Suatu hari, saat bertani di tengah hujan dan banyak kilat petir, ia justru berhasil menangkap petir.
Petir itu kemudian berubah menjadi seorang kakek tua yang dipersembahkan sebagai tawanan pada Kesultanan Demak. Tetapi, kakek tua tersebut berhasil melarikan diri. Untuk mengenang kesaktian Ki Ageng Selo, dibangunlah pintu masuk Masjid Agung Demak yang disebut Lawang Bledheg (pintu petir).

Pintu itu dihiasi ukiran berupa ornamen cantik dan tanaman berkepala binatang yang bergigi runcing. Hal itu sebagai simbol petir yang pernah ditangkap Ki Ageng Selo. Cerita tersebut pun masih dipercaya oleh masyarakat setempat.
Baca juga : Mengenal 3 Tokoh Wali Songo yang Berdakwah di Jawa Tengah
Bahkan oleh sebagian masyarakat Jawa, kisah Ki Ageng Selo ini dianggap terjadi di kehidupan nyata. Sampai saat ini, apabila dikejutkan bunyi petir, masih ada yang mengatakan bahwa dirinya adalah cucu Ki Ageng Selo, dengan harapan petir tidak akan menyambarnya.
Sama halnya seperti Ki Ageng Selo yang bisa menangkap petir, sosok Gundala dan nama “Gundala” sendiri diambil dari bahasa Jawa yaitu “gundolo” yang berarti petir. Gundala dikisahkan punya kekuatan super berupa petir, yang digunakan untuk melawan kejahatan.
Petir tersebut juga digunakan untuk melindungi kaum yang lemah. Gundala bisa mengeluarkan petir dari kedua telapak tangannya yang diperoleh dari Raja Kerajaan Petir yang juga merupakan ayah angkatnya.
Tokoh Gundala sendiri dikisahkan sebagai superhero hebat jelmaan Sancaka yang merupakan peneliti jenius penemu serum anti petir. Dirinya sempat merasakan patah hati karena diputuskan oleh sang pacar bernama Minarti.
Saking sedihnya, Sancaka berlari di tengah hujan kemudian tersambar petir dan mengalami koma. Dalam keadaan koma tersebut Sancaka diangkat ke sebuah dimensi lain yang dikuasai raja bernama Kaisar Kronz. Ia kemudian diangkat sebagai anak dan diberi kekuatan besar berupa petir.
Sebagai sosok yang dikenal seperti pahlawan, Gundala memiliki karakter yang inspiratif. Ia bukanlah seorang tokoh yang sempurna. Namun, dengan keberanian, kemandirian, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup, ia suka menolong sesama.
Gundala juga dikenal sebagai orang yang memberikan manfaat untuk kepentingan umum, jauh di atas kepentingan pribadi, tanpa memikirkan imbalan. Sama seperti film bertema superhero lainnya, Gundala juga mengangkat perlawanan terhadap kriminalitas.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!
