Jatengkita.id – Franchise Mission: Impossible ke-8 dengan judul The Final Reckoning resmi dirilis Mei beberapa waktu lalu di bioskop seluruh dunia. Ethan Hunt kembali mewujudkan misi rahasianya untuk menghadapi Entitas, sebuah artificial intelligence (AI) tak terkendali yang bisa memicu Perang Dunia III.
Film ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya, Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One yang tayang pada tahun 2024. Dibantu tim supernya, Ethan Hunt harus menemukan Podkova yang menjadi kunci utama mengalahkan Entitas.
Entitas dalam film ini dikisahkan sebagai antagonis yang menguasai dunia. Ia bahkan lebih tahu hal privasi seseorang daripada orang itu sendiri. Keakrabannya dengan realitas inilah yang menjadi jalan awal ia bisa “mengubah” manusia.
Entitas tahu apa yang ada di pikiran seseorang dan mencoba mengendalikannya untuk melakukan apa yang diinginkan.
Seiring perkembangannya, Entitas menjadi ancaman besar bagi dunia karena bisa mengendalikan peluncuran nuklir dari beberapa negara. AI ini menggunakan tipu daya untuk memecah umat manusia dengan mendegradasi rasa percaya.
Targetnya tidak hanya menyentuh teknologi, namun juga agresi dan militer. Ia memanipulasi kebenaran dan mengendalikan para pemimpin dunia, sehingga hilang rasa saling percaya. Entitas akan memberikan informasi yang bisa memengaruhi pengambilan keputusan.
Upaya tersebut dinilai bisa memusnahkan populasi manusia, di mana tujuan inilah yang ingin dicapai oleh Entitas. Peluncuran nuklir dari satu negara akan memicu peluncuran dari negara lainnya. Hal itu akan menyebabkan perang nuklir yang berujung pada meletusnya Perang Dunia III.
Ethan, yang sempat berinteraksi langsung dengan Entitas, pada akhirnya mengambil simpulan bahwa pilihannya adalah dunia hancur atau dunia yang diperbudak oleh Entitas.
Misinya dalam seri pamungkas kali ini adalah melenyapkan Entitas agar dunia berjalan sebagaimana mestinya, untuk orang-orang yang ia sayangi dan orang-orang yang tidak pernah ia temui.
Baca juga : Deretan Film Horor Psikologis Terbaik untuk Penggemar Sejati
Ancaman AI Itu Nyata!
Mission: Impossible – The Final Reckoning sejatinya menjadi pengingat jelas tentang bahaya AI. Kenyataan inilah yang sedang dunia hadapi, terpampang jelas di depan mata. Teknologi ini terlalu dekat dengan realitas hingga bisa mengenali seseorang melebihi orang itu sendiri.
Karena itulah kita diminta untuk tidak terlalu sering berinteraksi dengan internet, apalagi terlalu banyak berbagi informasi. AI ini akan mengolah apa yang ia terima dan berpotensi memberikan feedback yang berbahaya.
Eksplorasi nilai moral dalam film ini jadi salah satu poin jempolan. Ada sebuah sumber yang menyebutkan bahwa perang nuklir bisa terjadi tahun 2040 mendatang. Tentu hal tersebut melalui analisis panjang.
Entitas di sini digambarkan sebagai teknologi yang bisa tumbuh dan berkembang. Semakin lama, ia bisa tak terkendali. Konsep ini sedikit-banyak mengingatkan pada Ultron dalam film The Avengers : Age of Ultron (2015).
Ultron juga merupakan AI yang bisa berpikir, bahkan berevolusi. Ia juga mencita-citakan kemusnahan manusia dan dunia seisinya. Ultron terlalu banyak mengetahui informasi personal dari tiap anggota Avengers yang kemudian digunakan untuk menyerang mereka.
Terlepas dari pemanfaataannya yang melingkupi banyak dimensi, penggunaan AI sepenuhnya membutuhkan kebijakan manusia itu sendiri. Belum ada regulasi yang bisa mengikat pasti tentang pengelolaan teknologi ini.
Dalam bidang militer dan pertahanan, AI sangat rawan untuk memicu perang. Kendali penuh manusia masih harus menjadi yang utama, karena manusia memiliki perasaan yang bisa menentukan arah keputusannya.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






