Jatengkita.id – Salah satu museum yang harus dikunjungi ketika berkunjung ke Kota Semarang adalah Museum Ranggawarsita. Tempat ini menyimpan banyak situs kebudayaan, baik kuno maupun modern. Koleksi Museum Ranggawarsita kurang lebih berjumlah 59.810, menjadikannya yang terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah.
Kawasan ini terletak di Jalan Abdulrahman Saleh nomor 1, Semarang. Museum Ranggawarsita dijadikan sebagai destinasi wisata dan sarana pendidikan di Kota Semarang dengan standar museum di Asia Tenggara.
Secara fisik, museum yang berada di area Kalibanteng ini merupakan museum terbesar dengan luas bangunan kurang lebih 8.438 meter persegi.
Konstruksinya terdiri dari pendopo, gedung pertemuan, perpustakaan, gedung pameran tetap, laboratorium, dan perkantoran yang berdiri di atas lahan seluas dua hektare.
Museum Ranggawarsita dibangun pada tahun 1975 oleh Proyek Rehabilitasi dan Permuseuman Jawa Tengah. Pembangunannya dilakukan secara bertahap hingga tahun 1989.
Tempat ini sangat recomendeed bagi para pencinta sejarah dan budaya. Museum yang banyak menyimpan keindahan dan kekayaan budaya Jawa Tengah ini menjadi wadah pengetahuan yang menarik di tengah pusat kota.
Museum Ranggawarsita bertahan menjadi wisata edukasi untuk mengarungi sebuah perjalanan waktu akan budaya yang juga menyajikan kisah-kisah masa lalu terhadap kearifan lokal dalam mengeksplorasi pengetahuan.
Klasifikasi Koleksi
- Berdasarkan sejarah: historika, numismatika dan filologika
- Menurut budaya: geologika, biologika dan arkeologika
- Menurut ilmu pengetahuan: etnografika, keramologika, seni rupa dan teknologika
Dalam penyajian koleksi ditata ke dalam 4 gedung pameran tetap, yang masing-masing gedung berlantai dua. Keempat gedung pameran tersebut dikategorikan menjadi gedung A, B, C. dan D serta satu tambahan ruangan untuk koleksi emas.
Beragam benda peninggalan menjadi koleksi utama museum ini adalah keris, piring kuno, ornamen mantingan, gading gajah, Ganesha Jolotigo, Wonoboyo, Arca Khudu, cetakan mata uang, hingaa arca Buddha berprasasti.
Adapun koleksi lainnya berupa alat musik tradisional, seperti gambang, gamelan, siter, bundengan, calung, dan berbagai alat tradisional lainnya.
Koleksi Gedung A

Pada gedung A, terdapat Gunungan Blumbangan yang di letakan setelah masuk pada pintu pertama.
- Kosmologika
Lukisan galaksi, lukisan proses terbentuknya planet-planet, lukisan gerakan matahari, lukisan atmosfir bumi, lukisan orbit sembilan planet, pemvisualan pergerakan bumi dan bulan - Geologika dan Geografika
Ilustrasi penjamanan bumi, gerakan tanah, diorama stalaktit-stalakmit, sungai - Peninggalan dari zaman peradaban batu
Koleksi evokatif situs peradaban batu besar (megalitik) desa Selodiri, Kragan, Kabupaten Rembang; evokatif miniatur punden berundak desa Cilongok-Banyumas; evokatif menhir dari situs Grantung-Purbalingga dan berbagai bentuk arca) - Peninggalan dari peradaban Hindu Budha
Kentongan, tempat airĀ atau kendhi, koleksi miniatur andi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan
Sedangkan gedung A pada lantai dua, menyimpan koleksi seperti rempah-rempah, replika kapal, dan manik-manik.
Koleksi Gedung B
- Lantai 1 mengoleksi zaman prasejarah
Arca, patung, fosil, dan benda-benda peninggalan lainnya) - Lantai 2 berisi koleksi gerabah atau tembikar
Koleksi Gedung C
- Lantai 1 menyimpan koleksi peninggalan sejarah kebudayaan Islam dan benda-benda zaman sejarah masa kolonial
Replika Menara Kudus, Masjid Agung Jawa Tengah, diorama peristiwa melawan penjajah, alat-alat perang, dan lukisan pahlawan - Lantai 2 menyimpan koleksi hasil kebudayaan di Jawa Tengah
Replika rumah joglo, alat-alat pertanian seperti penggiling tebu, pembajak sawah, kapal kayu nelayan, jaring bubu, dan tombak.
Koleksi Gedung D
Gedung D menampilkan koleksi kesenian dan kebudayaan Jawa Tengah (berupa bentuk pakaian tradisional, perlengkapannya, senjata pusaka, patung dalam bentuk pertunjukan kesenian seperti kuda lumping, dan barongan).
Baca juga: Eksistensi Raden Ngabehi Ranggawarsita, Pujangga Terakhir Tanah Jawa
Sejak berdiri tahun 1989, Museum Ranggawarsita ini terus menambah daftar koleksinya dan dipajang di ruang pamer utama, ruang karantina, selasar gedung, dan ruang laboratorium.
Selain itu, museum ini juga punya fasilitas dengan standar internasional yang baik untuk pengunjung, seperti ruang audio visual, perpustakaan, ruang edukasi, kantin, area parkir dan juga toko souvenir.
Untuk masuk ke Museum Ranggawarsita hanya dikenai tiket dengan tarif Rp6.000 kategori dewasa, dan Rp4.000 untuk kategori anak-anak. Jam operasional Museum Ranggawarsita mulai pukul delapan pagi hingga tiga sore dengan jadwal buka setiap hari dan tutup saat libur nasional.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






