Jatengkita.id – Tim pengabdian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan rangkaian penguatan budaya siaga bencana di SMPN 1 Kota Mungkid pada hari Kamis (14/08).
Kegiatan yang digelar dalam rangka pemberdayaan dan penguatan komunitas melalui konsep sister village tersebut berada di bawah koordinasi Bambang Budi Raharjo. Siswa-siswi yang tergabung sebagai calon peer educator mengikuti berbagai kegiatan edukasi.
Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kebencanaan sejak dini. Materi kebencanaan diintegrasikan dalam kegiatan kokurikuler sekolah. Selanjutnya, dilakukan pembentukan peer educator dan pelaksanaan simulasi sekolah siaga bencana.
Para calon peer educator merupakan perwakilan dari siswa kelas VII A hingga VII F yang dipilih langsung oleh masing-masing wali kelas. Keterlibatan lintas kelas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan menumbuhkan solidaritas antarsiswa.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri. Mereka juga berperan sebagai agen perubahan bagi teman sebaya.

Bambang menekankan bahwa model pembelajaran sebaya sangat strategis. Informasi akan lebih mudah diterima bila disampaikan oleh sesama pelajar.
“Dengan adanya peer educator, pengetahuan tentang mitigasi bencana tidak hanya berhenti di kelas. Pengetahuan juga dapat berkembang menjadi budaya siaga bencana di lingkungan sekolah dan keluarga,” jelasnya.
Selain pembentukan peer educator, tim pengabdian juga melaksanakan simulasi evakuasi bencana dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa.
Simulasi ini bertujuan melatih kesiapsiagaan sekaligus respons cepat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya gempa bumi dan banjir yang rawan terjadi di wilayah tersebut.
Kepala SMPN 1 Kota Mungkid menyambut baik program ini. Pihaknya menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan profil pelajar berkarakter, terutama pada dimensi gotong royong, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, sehingga menjadi identitas sekolah kami sebagai sekolah siaga bencana,” ujarnya.
Dengan terbentuknya peer educator, sekolah menargetkan lahirnya generasi muda yang tangguh. Selain itu juga generasi yang peduli lingkungan dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.
Baca juga: UNNES Selenggarakan Program Sekolah Siaga Bencana






