Jatengkita.id – Gila! Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan drama Korea “Dear X” yang resmi tamat hanya dengan 12 episode. Banyak penonton yang kecewa dengan twist endingnya, beberapa berharap ada season 2, namun ada juga yang berpendapat satu season saja cukup.
“Dear X” berhasil mencapai popularitas global dan menjadi drama yang banyak diperbincangkan. Drama garapan sutradara “Descendants of The Sun” dan “Goblin” ini merupakan adaptasi webtoon dengan judul yang sama.
“Dear X” tayang di TVING dan platform streaming HBO Max sejak peluncuran episode pertama dan kedua pada 06 November 2025. Berikut ini alasan mengapa “Dear X” harus masuk list drama Korea yang layak jadi tontonan.
- Genre
Drama ini mengambil genre thriller psikologi dan dark romance yang menceritakan kisah seorang aktris sosiopat. Banyak korban berjatuhan karena ambisinya. Meski serius, drama ini sukses menyisipkan humor tipis yang masih sangat entertain.
- Alur yang Penuh Plot Twist
Salah satu hal menarik yang membuat drama ini selalu ditunggu setiap pekannya adalah alur plot twist. Banyak peristiwa yang tidak terduga dan sangat mengejutkan, mulai dari bahagia, tegang, hingga menyakitkan yang membuat penonotn penasaran.
Pengisahannya cepat dan rapi, sehingga tidak membosankan dan mudah dipahami meskipun harus menelusuri konteks awal.
“Dear X” sangat berdinamika, seolah tidak memberi jeda kepada penonton untuk mengondisikan emosi. Tidak salah jika banyak yang menilai drama ini hanya membuat stres. Setiap chapter peristiwa sukses membolak-balik dan mencampur aduk perasaan penonton.
- Pengembangan Karakter
Kompleksitas masing-masing karakter dalam drama “Dear X” adalah salah satu keunggulan drama ini. Pembangunan karakter tokoh sangat menarik untuk menjadi bahan diskusi.
- Baek Ah Jin
Drama ini berfokus pada sosok aktris sosiopat yang manipulatif untuk mencapai ambisinya. Dia tidak peduli pada penderitaan orang lain yang sudah membantunya menyelesaikan masalah. Baek Ah Jin juga selalu bersikap menjadi orang yang paling menderita.
Ia adalah sosok yang bebas, takut berharap, namun masih memiliki sedikit sisi manusiawi dalam hati. Di balik itu semua, ada luka masa lalu yang membentuk sikapnya.
Ia tumbuh dalam keluarga bermasalah, di mana ibunya adalah seorang alkoholik kasar yang suka memukul Baek Ah Jin. Sementara ayahnya adalah penjudi yang rela menjual anaknya.
Dalam kehidupan sekolah dan dunia kerja pun ia juga mendapat banyak gangguan dari kompetitornya. Baek Ah Jin sendiri hanya akan balas dendam kapada orang yang menghalangi jalannya.
Hingga penutup cerita, Baek Ah Jin tetap mengutamakan diri sendiri dan masa depannya meski sudah kehilangan orang-orang terdekat.

- Yoon Jun Seo
Karakter ini bisa dibilang menjadi yang paling menyedihkan. Yoon Jun Seo hidup dengan luka. Sejak kecil, ia dibelenggu rasa bersalah karena merasa gagal menyelamatkan Baek Ah Jin. Untuk menebusnya, ia bersedia melakukan apapun dan membantu Baek Ah Jin.
Meski begitu, Yoon Jun Soe digambarkan sebagai tokoh yang sadar akan batas. Ia tidak akan membunuh orang. Ia adalah orang yang paling memahami Baek Ah Jin dan satu-satunya yang bisa menghentikannya.
Yoon Jun Seo juga memiliki masalah dengan ibunya yang hanya memanfaatkannya sebagai pewaris keluarga konglomerat. Ia rela mendonorkan ginjalnya hanya agar ibunya menjauh selamanya dari dia dan orang-orang yang disayangi.
Di akhir cerita, Yoon Jun Seo mengakhiri hidupnya dengan menerjunkan mobil ke jurang yang di dalamnya juga ada Baek Ah Jin. Ia berharap dengan cara tersebut, Baek Ah Jin berhenti mengejar ambisinya dan melukai orang-orang.
Yoon Jun Seo juga menginginkan kehidupan yang di mana ia dan Baek Ah Jin hanya fokus pada masa depan keduanya.
- Kim Jae Oh
Karakter ini paling banyak mendapat simpati. Ia tidak memiliki keluarga yang normal, tidak lulus sekolah, dan rasa cintanya pada Baek Ah Jin tidak terbalas. Namun, hingga akhir hidupnya, ia tetap setia membantu Baek Ah Jin.
- Akting yang Emosional
Drama ini dibintangi oleh Kim You Jung (Baek Ah Jin), Kim Young Dae (Yoon Jun Seo), dan Kim Dae Hoon (Kim Jae Oh). Ketiganya mampu menunjukkan kelas akting yang emosional. Mereka juga sukses menggambarkan karakter masing-masing peran yang berhasil membuat penonton terpukau.
Permainan ekspresi, interaksi antarperan, hingga teknik vokal dan dukungan sinematografi diracik sangat harmonis. Semua aspek itu mendukung masing-masing scene menjadi sangat emosional.
Selain ketiganya, ada pula cameo yang sukses besar mencuri perhatian, terutama Hwang In Youp. Ada pula Lee Yul Eum, Kim Ji Hoon, dan Hong Jong Hyun. Mereka berhasil menjadi pemanis dan pelengkap drama thriller psikologi ini.
- Eksplorasi Nilai Moral dan Realitas
Melalui karakter Baek Ah Jin dengan segala tindakannya terhadap orang-orang di sekelilingnya, sebenarnya membuka kesadaran kita tentang bagaimana bertahan hidup di tengah lingkungan toxic dan tuntutan dunia.
Ia hanyalah sosok yang mendambakan kehidupan normal dan membenarkan semua balas dendam meski dengan penyimpangan.
Melalui tokoh Yoon Jun Seo, kita belajar bagaimana untuk menjadi kuat dalam belenggu luka. Dan melalui Kim Jae Oh, kita belajar bagaimana dan kepada siapa kita menjadi orang yang berguna.
Drama ini juga membuka realitas tentang ketahanan keluarga, dunia sekolah yang masih dipenuhi banyak praktik bullying, hukum yang hanya berpihak pada golongan tertentu dan praktik korupsi, dan paling menjadi highlight adalah industri hiburan yang penuh tekanan dan persaingan hingga kehancuran mental.
Something Missed
Dari segi pemain, peran Yoon Jun Seo yang notabene main lead dinilai sangat kurang dominan jika dibandingkan peran cameo lainnya. Ia harusnya mendapatkan highlight lebih dan pengaruh yang cukup kuat dalam pembangunan alur.
Meski ada beberapa perbedaan dari webtoon, “Dear X” tetap mendapat banyak apresiasi. Ada yang menilai endingnya terkesan dipaksakan, sehingga menimbulkan spekulasi adanya season 2.
Namun bisa juga tim produksi sengaja memberikan ruang kepada penonton untuk mengembangkan interpretasi akhir cerita.
Baca juga: The Manipulated: Ji Chang Wook dan DO EXO Berkonflik






