Jatengkita.id – Industri film Indonesia berupaya untuk mengangkat profil-profil pahlawan untuk kembali mengenang jasa mereka. Rekomendasi film pahlawan berikut ini bisa kamu tonton sebagai media edukasi dan entertain.
1. Buya Hamka (2023)
Film ini menceritakan kehidupan Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Ia adalah sosok ulama, pahlawan nasional, dan sastrawan Indonesia. Disutradarai oleh Fajar Bustomi, film ini hadir dalam trilogi yang menggambarkan tiga fase perjalanan hidup Buya Hamka.
- Vol. 1 berfokus pada kehidupan Buya Hamka di Makassar hingga masa Indonesia merdeka.
- Vol. 2 mengangkat perjalanan politiknya pasca-kemerdekaan hingga masa penahanan.
- Vol. 3 menyajikan kisah masa kecil dan latar belakang keluarga yang membentuk karakter Buya Hamka.
Fakta unik:
Trilogi ini merupakan proyek ambisius Falcon Pictures dengan biaya produksi mencapai Rp70 miliar, menjadikannya salah satu film dengan produksi terbesar serta durasi terpanjang di Indonesia.
Film ini cocok buat kamu yang penasaran dengan sosok penulis “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”, seorang sastrawan besar yang juga sangat peduli dengan kondisi politik Indonesia.
Baca juga: Film Hamka 2 : Kolaborasi Nasionalisme yang Masih Membara
2. Kartini (2017)
/photo/2022/08/03/review-film-kartinijpg-20220803070524.jpg)
Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini mengangkat kehidupan Kartini, sosok perempuan Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan, terutama akses pendidikan untuk perempuan.
Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah dan tumbuh dalam keluarga bangsawan, tetapi ibunya tidak berdarah ningrat sehingga diperlakukan seperti pembantu di rumah sendiri. Ayahnya, Raden Sosroningrat, tak mampu melawan tradisi yang sudah turun-temurun.
Sepanjang hidupnya, Kartini berjuang agar semua orang mendapatkan hak yang sama, baik bangsawan maupun pribumi. Bersama kedua saudarinya, Roekmini dan Kardinah, ia mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jepara.
Fakta unik:
Tim produksi melakukan riset langsung ke Belanda karena arsip dan foto Kartini yang lebih lengkap tersimpan di sana. Hanung juga menggarap film ini berawal dari rasa penasarannya sejak kecil tentang perayaan Hari Kartini.
Bahkan para aktor seperti Dian Sastro dan Denny Sumargo harus belajar bahasa Jawa dan tradisi jalan jongkok dari nol demi mendalami peran.
3. Soekarno (2013)
Masih garapan Hanung Bramantyo, film ini mengisahkan perjalanan hidup Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Kisahnya mengikuti perjalanan Soekarno dari masa kecil yang sakit-sakitan, pergantian namanya sebagai harapan menjadi ksatria, hingga tumbuh besar di tengah penjajahan Belanda.
Pada usia 24 tahun, Soekarno sudah mampu mengguncang podium dengan pidatonya yang lantang menyerukan kemerdekaan Indonesia. Sikap kritis dan keberaniannya membuat ia diasingkan ke berbagai tempat jauh dari Jawa.
Fakta unik:
Film ini sempat memunculkan pro-kontra saat pemilihan aktor, karena keluarga Soekarno merasa Ario Bayu kurang cocok memerankan Bung Karno. Namun, terlepas dari kontroversi tersebut, film ini berhasil ditonton lebih dari satu juta penonton.
Ada juga audisi online bagi masyarakat yang ingin ikut bermain dalam film ini. Dan menariknya, film ini dirilis pada tanggal cantik 11-12-13 (11 Desember 2013).






