Tokoh  

5 Bangunan di Jawa Tengah Ini Dinamai Tokoh Pahlawan

5 Bangunan di Jawa Tengah Ini Dinamai Tokoh Pahlawan
Bendungan Panglima Besar jenderal Soedirman (Gambar: Atourin)

Jatengkita.id – Kalau selama ini kamu berpikir bahwa penghormatan kepada pahlawan di Jawa Tengah paling banyak dilakukan atau didokumentasikan lewat nama jalan, ternyata ada juga beberapa bangunan di Jawa Tengah yang memakai nama pahlawan yang berasal dari Jawa Tengah. 

Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak dan beberapa di antaranya kurang terekspos, tempat-tempat itu tetap punya nilai sejarah dan fungsi publik nyata. Kali ini yuk kita ulas bersama!

  • Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, Purwokerto

Di Purwokerto, berdiri Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang juga difungsikan sebagai museum.

Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah menyajikan foto-foto perjuangan Soedirman, sementara lantai atas menampilkan relief sejarah dan patung kuda dari perunggu seberat 5,5 ton.

Monumen ini bukan sekadar simbol. Ia adalah destinasi edukasi di mana para pengunjung bisa menelusuri diorama, melihat koleksi foto, belajar tentang strategi perjuangan Soedirman, dan mengenang jasanya.

Pada tahun 2023, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Banyumas melakukan perawatan monumen dengan anggaran khusus untuk mempercantik bagian luar, menandakan bahwa bangunan ini tetap digunakan dan dijaga. 

  • Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, Purbalingga

Di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga, ada monumen yang dibangun untuk menghormati tempat kelahiran Soedirman. 

Kompleks monumen ini cukup besar, sekitar 3,5 hektare dan terdiri dari replika rumah joglo tempat Soedirman lahir, perpustakaan, aula, masjid, dan museum kecil. 

Saat masuk ke monumen ini, pengunjung akan menemukan relief yang menggambarkan perjalanan hidup Soedirman, mulai dari bayi, saat aktif di kepanduan Hizbul Wathon, hingga masa perjuangan gerilya. 

Dua meriam kuno dan sebuah panser dipajang di pintu masuk monumen sebagai penanda heroisme dan perjuangan militernya.

Monumen ini pun bersifat publik, sehingga pengunjung bisa masuk dengan tiket terjangkau, dan lokasinya jadi destinasi edukatif yang kerap dikunjungi pelajar untuk belajar sejarah lokal. 

  • Bendungan atau Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara

Ada juga Waduk Mrica di Banjarnegara yang secara resmi bernama Panglima Besar Soedirman Dam. Waduk ini adalah bendungan tanah atau embankment dam dengan tinggi sekitar 110 meter dan panjang sekitar 6,5 kilometer. Jadi, bendungan ini bukan fasilitas kecil biasa.

Selain sebagai sumber listrik pembangkit hidro, waduk ini juga penting untuk irigasi, pengendalian banjir, dan menjadi tempat wisata alam bagi masyarakat setempat. 

Penamaan “Soedirman” di lokasi ini jelas sebagai penghormatan kepada pahlawan nasional dari Jawa Tengah. Jadi, penamaan Soedirman bukan sekadar nama simbolik saja, tetapi digunakan sebagai infrastruktur besar yang berdampak nyata bagi masyarakat lokal.

bangunan di jawa tengah
GOR Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo (Gambar: radarjogja.jawapos.com)
  • GOR atau Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo

Di Kabupaten Purworejo, ada GOR atau stadion bernama Sarwo Edhie Wibowo yang dinamai dari nama jenderal militer asal Purworejo, yang juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Jenderal Sarwo Edhie Wibowo lahir di Purworejo. Dia punya peran besar dalam sejarah militer Indonesia, termasuk dalam penumpasan G30S. Fasilitas GOR biasa dipakai banyak orang, terutama untuk olahraga lokal, even komunitas, hingga kegiatan sosial. 

Oleh karena itu, penamaan tokoh pahlawan di sini tidak hanya simbolisme saja, tapi sebagai upaya merelevansikan nilai-nilai patriotis untuk warganya.

  • Museum Ranggawarsita, Semarang

Di Semarang, ada juga Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah bernama Ranggawarsita. Nama itu diambil dari nama Raden Ngabehi Ranggawarsita, seorang pujangga dan budayawan kenamaan dari Jawa Tengah. 

Meskipun Ranggawarsita bukan pahlawan militer, dia dianggap pahlawan budaya dan intelektual, sehingga namanya diabadikan lewat museum etnografi ini.

Museum ini kini digunakan sebagai sarana publik untuk menyimpan dan memamerkan warisan budaya Jawa Tengah, mulai dari keris, tekstil, hingga artefak tradisional.

Kenapa Sulit Menemukan Banyak Bangunan Publik Bernama Pahlawan di Jateng?

Wajar jumlah gedung besar publik yang memakai nama pahlawan di Jawa Tengah relatif sedikit. Berikut ini sejumlah alasan yang mendasarinya!

  1. Kebanyakan diabadikan lewat nama jalan
    Banyak nama pahlawan lokal yang lebih sering diabadikan sebagai nama jalan daripada bangunan publik besar.
  2. Pahlawan lokal vs nasional
    Tidak semua pahlawan dari Jawa Tengah dianggap punya pengaruh di level nasional atau militer besar.

Hal itu membuat sebagian dari nama mereka belum tentu dipilih untuk dijadikan nama fasilitas besar seperti bendungan atau museum.

  1. Dokumentasi lokal terbatas
    Ada kemungkinan banyak fasilitas umum yang terdata menggunakan nama pahlawan di tingkat kabupaten atau desa (seperti aula kecamatan, balai pahlawan). Tetapi data online nasionalnya sangat terbatas.
  2. Prioritas penamaan infrastruktur
    Dalam pembangunan fasilitas publik, kadang nama pahlawan bukanlah prioritas. Nama geografis, sosial, atau politis bisa jadi lebih dominan dibanding nama pahlawan lokal.

Baca juga: 3 Rekomendasi Film Pahlawan Buat Nemenin Bulan Pahlawanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *