5 Stasiun Jawa Tengah yang Unik dan Populer

5 Stasiun Jawa Tengah yang Unik dan Populer
Stasiun Tegal (Gambar: radartegal.disway.id)

Jatengkita.id – Jawa Tengah memiliki jejak panjang moda transportasi kereta api di Indonesia. Hal ini menjadikan beberapa stasiun Jawa Tengah memiliki keunikan dan popularitas tersendiri. Stasiun-stasiun tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

  1. Kota Semarang

Sebagai ibu kota Jawa Tengah, Kota Lumpia memang terkenal punya banyak bangunan unik dan bersejarah, termasuk stasiun. 

Ada beberapa stasiun yang dimiliki Semarang seperti Stasiun Tawang dan Poncol. Bisa dikatakan kedua stasiun tersebut merupakan stasiun utama di kota ini.

Letaknya cukup strategis karena berdekatan dengan pusat kota. Hal tersebut menjadikan Stasiun Tawang sangat ramai karena menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Keunikan stasiun ini terletak pada arsitekturnya yang berbentuk kubah persegi dengan atap tembaga khas kolonial Belanda. Stasiun Tawang merupakan stasiun populer karena menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi.

  1. Solo

Solo memiliki beberapa stasiun utama dan lintas Jawa yang masih beroperasi hingga kini. Sebagai kota yang menyimpan banyak histori, daerah ini pernah menjadi simpul transportasi utama di Jawa pada masa kolonial, sehingga tidak mengherankan bila terdapat banyak stasiun di Solo.

Ada beberapa stasiun yang dibangun di antaranya Stasiun Solo Balapan, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Purwosari, dan Stasiun Solo Kota.

Salah satu stasiun yang cukup populer adalah Stasiun Solo balapan. Stasiun ini merupakan salah satu yang terbesar yang dibangun pada tahun 1873 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). 

Menariknya, Stasiun Balapan Solo didirikan di atas lahan bekas arena pacuan kuda, yang merupakan Alun-Alun Utara Pura Mangkunegaran.

Stasiun Solo Balapan juga merupakan cagar budaya yang memiliki arsitektur indah. Berkat hasil  karya arsitek bernama Thomas Karsten yang menggabungkan gaya Barat, Timur dan unsur Jawa, stasiun ini punya gaya bangunan yang unik. 

Bangunannya bergaya Eropa klasik dan menggabungkan detail lokal yang bisa dilihat melalui lobi penumpang yang menyerupai atap rumah Joglo, tiang-tiang tinggi yang megah, serta motif lengkung yang terinspirasi dari bangunan keraton.

Kini, bangunannya memiliki sentuhan modern karena dilengkapi dengan fasilitas untuk moda kereta bandara dan kereta rel listrik.

stasiun jawa tengah
Stasiun Balapan Solo (Gambar: goodnewsfromindonesia.id)
  1. Yogyakarta 

Kota Yogyakarta ternyata punya warisan jaringan kereta api yang dibangun pada masa kolonial, meski kini keberadaannya ada yang masih aktif dan nonaktif. 

Wilayahnya yang strategis membuat kota ini dijadikan jalur untuk menghubungkan beberapa wilayah, seperti Solo dan Semarang. 

Ada beberapa stasiun di Yogyakarta yang masih digunakan hingga kini, di antaranya Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Maguwo.

Salah satu yang paling populer adalah Stasiun Tugu Yogyakarta. Bangunannya berbentuk relief seni yang menggambarkan kearifan lokal dan budaya Jawa. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan Tugu Jogja dan tempat wisata, sehingga mudah diakses. 

Sebagai salah satu bangunan warisan Belanda, kini Stasiun Tugu Jogja menjelma menjadi pintu gerbang utama wisata. Fasilitasnya modern dan instagramable hingga populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

  1. Tegal 

Tegal memiliki beberapa stasiun yang melayani masyarakat ketika ingin menaiki kereta api. Terdapat tiga stasiun aktif, di antaranya Stasiun Tegal, Stasiun Slawi, dan Stasiun Prupuk. 

Stasiun yang saat ini masih aktif dan berdiri kokoh adalah Stasiun Tegal. Sejarah mencatat pembangunan stasiun ini sudah ada sejak akhir abad ke-19. Stasiun Tegal lebih dari sekedar tempat transit.  Keberadaannya termasuk salah satu tempat penting karena strategis di jalur pantura. 

Tegal merupakan salah satu kota yang dilewati Jalan Raya Pos pada masa kolonial, menjadikan daerah ini sebagai titik awal jaringan kereta api hingga dibangunlah stasiun untuk keperluan penumpang dan angkutan barang komoditas antar kota.

  1. Grobogan

Selain terkenal dengan wisata alam waduknya, Grobogan juga menjadi salah satu jalur strategis antar kota sehingga dibangun beberapa stasiun. 

Terdapat beberapa stasiun yang masih aktif melayani penumpang kereta api, terutama di jalur Semarang-Solo, di antaranya Stasiun Gundih, Stasiun Kedungjati, Stasiun Tanggung, dan Stasiun Ngrombo. 

Salah satu stasiun yang paling populer adalah Stasiun Tanggung. Bisa dibilang merupakan Stasiun tertua di Indonesia karena menjadi awal jalur kereta api pertama di Jawa (Tanggung-Kemijen).

Dibangun pada tahun 1864 dan dibuka pada 10 Agustus 1867 oleh Hindia Belanda, stasiun ini memiliki ciri khas bangunan bergaya Swiss Chalet (Chalet-NIS), yaitu atap pelana dan tiang konstruksi yang bisa dilihat (ciri khas renovasi NISM pada masanya).

Uniknya, ada tulisan, “Di Bumi Inilah Kita Bermula” di stasiun ini. Hal tersebut sebagai penanda sejarah kereta api Indonesia alias titik awal jalur kereta di Indonesia. Sehingga, kini keberadaannya menjadi salah satu stasiun tertua yang masih aktif.

Baca juga: Stasiun Semarang Tawang, Sejarah Stasiun Terindah Hindia Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *