Buka Rejowinangun Cup 2026, Amir Masduki Dorong Geliat UMKM dan Penjaringan Atlet Muda

Purworejo — Turnamen sepak bola Rejowinangun Cup 2026 resmi bergulir di Lapangan Alun-alun Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026) sore. Kompetisi yang mempertemukan 16 kesebelasan dari berbagai wilayah ini dibuka oleh Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amir Masduki, S.Pd.I. Turnamen ini diproyeksikan menjadi wadah untuk menjaring atlet berbakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pedagang kecil di tingkat desa.

Pembukaan kompetisi ditandai dengan tendangan pertama (kick-off) secara simbolis oleh Amir Masduki di tengah lapangan. Kehadiran ratusan penonton yang memadati area sekitar lapangan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang publik berbasis olahraga.

Dampak Ekonomi Sektor Informal

Sebagai anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah yang membidangi sektor perekonomian—termasuk perdagangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—Amir Masduki menekankan bahwa kegiatan olahraga massal memiliki dimensi ekonomi yang signifikan. Selama hampir satu bulan ke depan, konsentrasi massa di sekitar lapangan berpotensi meningkatkan pendapatan para pelaku usaha informal, seperti pedagang makanan dan minuman keliling.

“Kami di Komisi B DPRD Jateng mendorong kegiatan kemasyarakatan yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Turnamen seperti Rejowinangun Cup ini memperlihatkan bagaimana aktivitas pemuda dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Ketika masyarakat berkumpul, pedagang kecil mendapatkan peluang pasar yang riil,” kata Amir Masduki saat diwawancarai seusai acara.

Amir menambahkan, dukungan terhadap kepemudaan tidak boleh dilepaskan dari penyediaan fasilitas dan agenda kegiatan yang terarah. Lewat fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD, kebijakan publik harus diarahkan untuk membangun ruang sosial yang positif agar potensi pemuda dapat tersalurkan pada pencapaian prestasi.

“Kompetisi ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan merawat kebersamaan antardesa. Menang atau kalah adalah bagian dari dinamika permainan, namun sportivitas dan jalinan silaturahmi antarwarga tetap menjadi hal yang paling utama,” tambahnya.

Kompetisi Berkelanjutan

Turnamen Rejowinangun Cup 2026 menggunakan sistem gugur (knockout) dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Sebanyak 16 tim memperebutkan trofi bergilir serta total uang pembinaan sebesar Rp 8 juta. Format kompetisi ini menuntut setiap tim menampilkan organisasi permainan yang disiplin sejak laga pertama.

Ketua Panitia Pelaksana, Teguh Wasono, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh legislator tingkat provinsi tersebut. Dukungan ini dinilai memberikan kepastian bagi kepanitiaan lokal dalam menyelenggarakan acara yang mandiri.

“Dukungan dari Bapak Amir Masduki sangat berarti bagi kami. Kehadiran perwakilan dari DPRD Provinsi menunjukkan adanya perhatian nyata terhadap aspirasi dan kegiatan pemuda di tingkat kecamatan,” ujar Teguh.

Laga Pembuka

Seusai seremoni pembukaan, pertandingan pertama langsung dimulai dengan mempertemukan kesebelasan Munggangsari melawan Kerep. Laga berjalan kompetitif dengan kedua tim memperagakan strategi menyerang yang disiplin.

Agenda pembukaan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, jajaran pengurus struktural PKS Purworejo, serta aparat keamanan untuk memastikan ketertiban acara. Turnamen antardesa seperti ini diharapkan menjadi model pengelolaan kompetisi yang tertib sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga di Kabupaten Purworejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *