Rumah Zakat Gelar Lomba Tahfidz Meriahkan Hari Santri Nasional

Rumah Zakat Gelar Lomba Tahfidz Meriahkan Hari Santri Nasional
(Foto : Arsip)

Jatengkita.id – Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Rumah Zakat bersama para Santri Penghafal Alquran di Pondok Pesantren (Ponpes) Rijalul Quran mengadakan berbagai perlombaan. Diantaranya, perlombaan Tahfidz kategori tiga juz, lima juz, dan 10 juz yang digelar pada hari Selasa (22/10/2024) di Kecamatan Boja.

Selain itu, juga ada perlombaan Faizatun Ula seperti Cerdas Cermat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 santri putri. Mereka merasa gembira dengan adanya lomba yang beragam sebagai bentuk penghargaan memeriahkan hari santri.

“Kami senang bisa ada acara di hari santri ini, seru dan asyik” ungkap salah seorang santri bernama Greysi.

(Foto : Arsip)

Ungkapan terima kasih disampaikan oleh perwakilan pengurus Rijalul Quran. Anisa turut memberikan apresiasi atas kesediaan lembaga dalam menyelenggarakan kegiatan untuk peringatan Hari Santri.

“Kami selaku pengurus pondok pesantren Rijalul Qur’an mengucap banyak Terima kasih, jazakumullah khoir untuk Rumah Zakat sudah mengisi acara di hari santri ini” ungkapnya.

Dalam acara ini, hadir pula Program Leader Rumah Zakat Jawa Tengah, Haekal Hakimuddin. Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu operasional ponpes.

“Semoga bantuan dari kami bisa membantu operasional  pendidikan di Rijalul Quran,” akunya.

Tanggal 22 Oktober adalah hari istimewa bagi para santri di Indonesia. Sebelumnya, Keputusan penetapan Hari Santri ini merujuk pada resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU, KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 terkait Hari Santri Nasional. Pendeklarasiannya dilaksanakan pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal oleh Presiden Joko Widodo.

Mengenal Ponpes Rijalul Quran

Berdiri pada tahun 2009, Rijalul Quran berupaya menjadi lembaga pendidikan berbasis tahfidz Alquran yang masih konsisten hingga sekarang. Pesantren tahfidz yang kerap disebut RQ ini bermula dari upaya mengakomodir anak-anak yatim dan dhuafa. Mereka kesulitan mengakses pendidikan karena tingginya biaya.

Awalnya, RQ hanya dipenuhi oleh santri laki-laki. Hingga pada tahun 2015, lembaga ini menerima santri perempuan dengan rentang usia SMP. Untuk menghindari adanya campur-baur, asrama untuk santri laki-laki dan perempuan dibuat terpisah.

(Gambar : rijalulquran.or.id)

Panduan pembelajaran di RQ didominasi oleh Tahfidz Alquran 30 juz. Selain itu, ada juga Bahasa Arab lisan dan tulisan serta Fiqh Imam Syafii. Para donatur wakaf merasakan banyak manfaat dari pengelolaan lembaga tahfidz ini. Seluruh santri juga tidak dibebani biaya pendidikan atau dengan kata lain, gratis.

Hingga kini, Rijalul Quran terus berupaya untuk terus konsisten dalam mencetak generasi bangsa yang berlandaskan Alquran dan sunnah. Tak perlu risau, lembaga juga membekali santri dengan akhlak yang luhur dan keterampilan untuk menyongsong kontribusi di masyarakat, baik lokal maupun global.

Artikel terkait : Peringati Hari Santri Naional, Rumah Zakat Beri Bantuan Ponpes Rijalul Quran