Diperpanjang, Inilah Rangkaian Acara Festival Kota Lama Semarang 2026

Diperpanjang, Inilah Rangkaian Acara Festival Kota Lama Semarang 2026
(Gambar: ppid.semarangkota.go.id)

Jatengkita.id – Kawasan Kota Lama Semarang kembali menjadi ruang perjumpaan seni, budaya, sejarah, dan kreativitas melalui Festival Kota Lama (FKL) Semarang 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival tahun ini hadir lebih panjang, yakni 4–20 September 2026.

Perpanjangan durasi tersebut tidak sekadar menambah hari pelaksanaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyambut kedatangan ribuan peserta MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026.

Mengusung tema “Unity in Diversity” dengan semangat “Kuno, Kini, Nanti”, FKL 2026 membawa kawasan Kota Lama sebagai panggung terbuka untuk mempertemukan warisan masa lalu dengan kreativitas masa kini.

Berbagai agenda seni pertunjukan, musik, kuliner, komunitas, hingga kegiatan yang mengangkat budaya dan sejarah dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik kawasan Kota Lama.

  • Diperpanjang untuk Menyambut Peserta MTQ Nasional

Pada awalnya, Festival Kota Lama 2026 direncanakan berlangsung selama 11 hari. Namun, penyelenggaraan kemudian diperpanjang menjadi 17 hari, dari 4 hingga 20 September.

Keputusan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut sekitar tujuh ribu orang dari berbagai provinsi diperkirakan hadir dalam gelaran MTQ Nasional.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kota Lama sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

  • Pasar Malam Sentiling hingga Pertunjukan Musik

Rangkaian festival dimulai pada 04 September melalui Opening Festival Kota Lama 2026 yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB di Fasad Gedung Yayasan Kanisius.

Pada tanggal yang sama, Pasar Malam Sentiling juga mulai digelar di Metro Point. Agenda yang berlangsung hingga 13 September tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner dan suasana nostalgia Kota Lama.

(Gambar: Instagram/festivalkotalama.smg)

Pasar Malam Sentiling dijadwalkan berlangsung setiap hari pukul 16.00–22.00 WIB.

Pada 05 September, festival dilanjutkan dengan Orchestra on the Street and Dance pukul 16.30–18.30 WIB. Pada malam harinya, terdapat Rijsttafel Dinner bersama Nita Aartsen di Skola Resto mulai pukul 19.00–22.00 WIB.

Sementara itu, 06 September diisi dengan Gowes Semarang Heritage yang dimulai pukul 06.00 WIB dari Tay Kak Sie dan berakhir di Fasad Marba. Pada malam harinya, pengunjung dapat menikmati Jazz Kota Lama di Fasad Gedung Yayasan Kanisius.

  • Dari Living Book hingga Wayang Orang

Memasuki 07 September, agenda festival menghadirkan Living Book, Living Story bersama Inge Dumpel di SD Marsudirini pada pukul 10.00–12.00 WIB.

Rangkaian berikutnya kembali berlangsung pada 12 September melalui Zwermers Belanda di Fasad Gedung Marba pukul 16.30–18.00 WIB.

Pada 13 September, terdapat dua agenda yang cukup menarik. Pertama, Workshop Zwermers pada pukul 10.00–12.00 WIB di Marsudirini/GKBI. Kedua, Wayang Orang On The Street (WOTS) pada pukul 19.00–22.00 WIB di Fasad Gedung Yayasan Kanisius.

Memasuki Pekan Terakhir

Semarak Festival Kota Lama berlanjut pada 18–19 September melalui Festival Folklore Kota Lama di Fasad Marba. Acara berlangsung pukul 16.00–22.00 WIB.

Pada 19 September, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya pukul 16.00–17.00 WIB. Setelah itu, terdapat penampilan Band Linion from Taiwan pada pukul 18.00–18.45 WIB.

Rangkaian festival kemudian ditutup pada 20 September dengan Festival Melukis Payung mulai pukul 08.00 WIB. Situs resmi Festival Kota Lama juga mencantumkan Grand Collaboration & Closing FKL 2026 pada hari yang sama, pukul 19.00–22.00 WIB.

Exit mobile version