Jangan Salah Sangka Dulu! Kenali Klasifikasi Desil Terbaru

Jangan Salah Sangka Dulu! Kenali Klasifikasi Desil Terbaru
(Ilustrasi: Generate AI)

Jatengkita.id – Setelah dilakukannya sensus ekonomi penduduk Indonesia, Pemerintah mengeluarkan hasil klasifikasi tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1-10.

Melalui sosialisasi yang disampaikan dalam bentuk infografis edukatif, masyarakat diajak untuk memahami bahwa penentuan kategori kesejahteraan tidak dilakukan secara sembarangan.

Penentuan desil dilakukan melalui pengolahan data yang terhubung dengan Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK).

Mengenal Desil

Penjelasan sederhana yang dijelaskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Desil adalah pembagian data menjadi 10 kelompok sama besar berdasarkan urutan tertentu. Dalam konteks ini, yang diurutkan adalah tingkat pengeluaran atau kesejahteraan.

Misalnya, ada 100 orang dalam suatu kelompok yang akan diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan dari yang paling rendah. Berarti, di desil 1 terdapat 10% (10 orang) dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Begitu selanjutnya secara urut sampai desil 10 yang terdapat 10% (10 orang) dengan tingkat kesejahteraan yang paling tinggi. Berikut gambaran urutan kategori desil dari yang terendah hingga tertinggi:

  • Desil 1
    Kelompok masyarakat miskin ekstrem atau 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
  • Desil 2
    Kelompok masyarakat miskin.
  • Desil 3
    Kelompok masyarakat yang tergolong hampir miskin.
  • Desil 4
    Kelompok masyarakat rentan miskin.
  • Desil 5
    Kelompok ekonomi menengah ke bawah.
  • Desil 6
    Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah.
  • Desil 7
    Kelompok masyarakat menengah.
  • Desil 8
    Kelompok masyarakat menengah ke atas.
  • Desil 9
    Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
  • Desil 10
    Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan pembagian tersebut, desil 1 sampai 4 menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk berbagai program bantuan sosial.

Sementara itu, masyarakat yang masuk desil 5 masih dapat memperoleh program tertentu, terutama bantuan yang memiliki ketentuan kepesertaan tersendiri, seperti bantuan iuran kesehatan.

klasifikasi desil
(Gambar: zenius.net)

Penentuan Desil

Penentuan desil didasarkan pada berbagai metrik aktivitas dan kepemilikan yang tercatat dalam sistem. Ini termasuk memiliki kredit atau utang bank, cicilan kendaraan, emas di pegadaian, jumlah tabungan, kepemilikan aset seperti tanah dan rumah permanen, lebih dari satu kendaraan, pendapatan UMK, dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Data juga mencakup informasi pekerjaan dalam Kartu Keluarga, status ASN, dan penggunaan perangkat digital dan listrik yang terdaftar.

Seluruh karakteristik tersebut kemudian diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga.

Dilansir dari halaman instagram BPS Statistik, bahwa desil bukan untuk pelabelan miskin atau kaya. Desil adalah pengelompokkan tingkat kesejahteraan dengan memperhatikan karakteristik keluarga dan wilayah beserta distribusinya.

Klasifikasi desil digunakan untuk prioritas penargetan program, bukan sebagai cap status sosial bagi seseorang. 

Perubahan Status Desil

Status desil sendiri tidak bisa berubah otomatis tanpa proses. Perubahan desil dapat terjadi apabila terdapat perubahan atau pembaruan data yang menjadi dasar.

Perubahan desil dapat terjadi apabila terdapat perubahan atau pembaruan data yang menjadi dasar pemeringkatan, baik yang berasal dari data administratif, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, maupun pembaruan informasi oleh masyarakat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), Cek Bansos (Bantuan Sosial), atau Kanal Cek DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

DTSEN terus diperbarui menggunakan data administrasi, sensus dan survei, pembaruan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, hingga pengecekan lapangan.

Gaji Tidak Memengaruhi Hasil Desil

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan penduduk yang disusun berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi keluarga. Bukan semata-mata berdasarkan besaran gaji bulanan.

Informasi resmi terkait desil dan DTSEN diperoleh melalui kanal resmi pemerintah. Tidak ada tabel resmi pengelompokkan desil berdasarkan gaji bulanan. Jadi kalau ada tabel desil berdasarkan gaji, patut dicermati dulu itu dari kanal pemerintah atau penyebar hoax.

Pemerintah ingin masyarakat memahami bahwa klasifikasi desil dilakukan untuk memastikan bantuan sosial yang tepat sasaran. Dengan membuka informasi ini, diharapkan tidak ada kesalahpahaman tentang bagaimana mendapatkan bantuan.

Selain itu juga kesadaran kolektif akan meningkat untuk mendukung data kesejahteraan yang akurat.

Dapat kita pahami bersama bahwa Desil itu based on data, bukan kesan mata. Statistik menghitung desil dari data yang terukur, yaitu data sosial ekonomi terutama pengeluaran dan indikator kesejahteraan lainnya. Statistik bekerja dengan angka, bukan asumsi. 

Kualitas data sensus tidak hanya bergantung pada profesionalisme petugas di lapangan, tetapi juga pada partisipasi masyarakat.

Jawaban yang jujur dan kooperatif dari masyarakat, dipadukan dengan proses pendataan yang dilakukan secara profesional oleh petugas sensus, akan menghasilkan data yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *