Balo-Balo, Kesenian Tradisional Tegal untuk Mengelabui Belanda

Balo-Balo, Kesenian Tradisional Tegal untuk Mengelabui Belanda
(Gambar: ayotegal.com)

Jatengkita.id – Kalau Jawa Barat punya angklung, maka Jawa Tengah punya balo-balo sebagai salah satu kesenian tradisionalnya. Kesenian yang satu ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tegal sejak lama.

Tidak heran kehadirannya tetap eksis di tengah perkembangan zaman yang semakin modern seperti sekarang ini. 

Tak hanya menjadi sarana hiburan yang merakyat di kalangan masyarakat Tegal saja, balo-balo juga memegang sejumlah fungsi penting lainnya.

Lantas, seperti apa gambaran umum dari balo-balo tersebut? Yuk, simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui informasi lengkapnya!

Apa Itu Balo-balo?

Balo-balo adalah kesenian tradisional yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Istilah balo-balo sendiri berasal dari kata ‘bolo-bolo’ yang artinya kawan-kawan. Seni yang satu ini memadukan unsur musik, tari, dan lakon dalam pementasannya. 

Balo-balo diiringi dengan tabuhan kendang Jawa, alunan musik rebana, gending slendro, gong, kencer, kempling, gitar, kempyang, dan petikan bas yang syahdu. 

Selain itu, terdapat lantunan syair yang berisikan puja, puji, kritik, dan guyon wangsalan khas Tegal. 

Seluruh syair dihadirkan menggunakan dialek Tegal asli tanpa ada campur tangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya. Di dalam syair yang dilantunkan mengandung nilai-nilai kehidupan seperti budi pekerti, keamanan, dan lingkungan sekitar.

Selama pertunjukan berlangsung, tidak jarang penonton akan memberikan tepuk tangan dan tertawa lepas. Suara musik yang mengalun dengan indah di telinga membuat penonton hanyut dalam pertunjukkan balo-balo tersebut.

Selain menghibur, balo-balo juga bertujuan untuk mempererat jalinan komunikasi antara warga setempat.

Dalam pelaksanaannya, balo-balo ini biasanya dimainkan secara berkelompok menggunakan kostum adat Tegal. Untuk satu kelompoknya sendiri terdiri atas 7-9 orang yang mempunyai tugas tertentu.

Lima orang anggota kelompok bertugas untuk menabuh rebana dan sisanya menjadi pelantun syair dan juru tembang di atas panggung. 

Baca Juga: Citra Negatif Kesenian Tradisional Tayub Blora

Sejarah Balo-Balo

Menurut akar sejarahnya, kesenian ini sudah tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya, balo-balo hanya sebagai sarana untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam.

Seiring dengan perkembangannya, balo-balo kerap kali digunakan sebagai senjata untuk mengelabui para penjajah. 

Hal ini karena pihak Belanda mengira warga sekitar hanya sedang menikmati waktu untuk bersenang-senang atau sekedar menggelar hiburan semata.

Padahal, kumpulan masyarakat yang sedang berdendang dan menabuh rebana tersebut sedang menyusun strategi untuk melawan para penjajah. 

(Gambar: disway.jogja.id)

Namun, dalam perkembangannya, kesenian tradisional yang satu ini sering dikaitkan dengan balo-balo mantu poci.

Kegiatan balo-balo mantu poci ini merupakan seni pertunjukan rakyat yang memadukan antara unsur musik balo-balo dan cerita mantu poci. Tradisi inilah yang membuat pertunjukan balo-balo menjadi semakin meriah. 

Peranan Balo-Balo

  • Media untuk Melawan Penjajah 

Balo-balo memainkan fungsi penting dalam mengusir penjajah dari ibu pertiwi ini. Di balik sifatnya yang menghibur, para pejuang kemerdekaan Indonesia memanfaatkannya untuk menjalin komunikasi.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi sekaligus mengelabui kawanan penjajah Belanda. 

Baca Juga: “Teh Hijau” Tulus dan Tradisi Ngeteh di Tegal, Filosofi yang Ternyata Sejalan

  • Sarana untuk Menyebarkan Ajaran Agama Islam

Zaman dulu ketika media sosial belum meluas seperti sekarang ini, balo-balo digunakan untuk berdakwah. Terutama, dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam di kawasan Tegal.

Melalui kesenian yang merakyat dan menghibur ini, agama Islam bisa diterima dengan mudah oleh warga setempat.

  • Edukasi Pembelajaran Siswa

Balo-balo juga ikut diaplikasikan pada proses pembelajaran di Kabupaten Tegal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai-nilai luhur sosial budaya, seperti dihubungkan dengan pelajaran IPA dan budi pekerti.

Dengan begitu, siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara berkomunikasi yang diikuti oleh semangat, solidaritas, dan kerja sama yang baik. 

  • Menyambut Tamu Pada Acara Besar

Saat ini, balo-balo dijadikan sebagai iringan kesenian untuk acara menyambut tamu di Tegal, mulai dari tamu Kementerian BUMN, Walikota, acara khusus di Pendopo Kota Tegal, hingga pentas seni di PAI.

Balo-balo juga ikut hadir pada acara pemilihan ketua daerah, upacara adat mantu poci, khitanan, dan puputan bayi. 

  • Hiburan Masyarakat

Fungsi lainnya dari balo-balo adalah menghibur masyarakat di Desa Muarareja, Tegal. Dengan adanya kesenian ini, masyarakat bisa menghilangkan rasa penat sambil menghibur diri.

Exit mobile version