Jatengkita.id – Buah ciplukan, yang memiliki nama ilmiah Physalis angulata dan Physalis minima adalah buah mungil berwarna kuning keemasan yang dibalut dalam kelopak tipis menyerupai lentera. Buah ini kerap tumbuh liar di ladang, kebun, atau semak belukar.
Di Indonesia, ciplukan dikenal dengan berbagai nama lokal seperti cecenet (Sunda), keceplokan (Bali), nyonyoran (Madura), hingga leletep atau dedes (Sumatera).
Meskipun kecil dan sering dianggap sebagai tanaman liar, ternyata ciplukan menyimpan banyak manfaat luar biasa yang kini mulai mendapat perhatian di dunia kesehatan dan medis.
Pada artikel ini, kita akan menelusuri berbagai fakta menarik seputar buah ciplukan, mulai dari sejarah, kandungan nutrisi, manfaat medis, hingga potensi ekonominya.
Asal Usul dan Penyebaran Buah Ciplukan
Ciplukan bukanlah tanaman asli Indonesia. Tumbuhan ini diyakini berasal dari wilayah tropis dan subtropis di benua Amerika, khususnya Amerika Selatan.
Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Australia. Dalam Bahasa Inggris, buah ini dikenal dengan nama graund cherry.
Meskipun awalnya bukan tanaman domestikasi utama, ciplukan mampu bertahan di berbagai kondisi tanah dan iklim tropis. Tidak heran jika tanaman ini dapat tumbuh subur secara liar di banyak tempat tanpa perawatan khusus.
Baca juga : 9 Variasi Resep Pepes yang Nggak Itu-Itu Aja
Karakteristik Tanaman Ciplukan
Ciplukan termasuk dalam famili Solanaceae, satu keluarga dengan tomat, terong, dan cabai. Tanaman ciplukan ini merupakan sebuah tanaman tahunan yang memiliki tinggi sekitar 0.1 hingga satu m.
Selain itu, batang pokoknya memiliki tekstur yang kurang jelas, memiliki cabang, tajam, memiliki rusuk dan berwarna hijau yang di lapisi rambut–rambut pendek. Bunganya akan tumbuh hingga tiga sentimeter dengan bentuk langsing dan sedikit lembayung.
Pada bungannya terdapat mahkota yang memiliki bentuk menyerupai lonceng dengan ketinggian enam hingga 10 milimeter dengan warna kuning hampir seperti ternoda.
Buah pada tanaman ini sendiri berbentuk seperti kelereng kecil sedikit menyerupai telur cicak dengan diameter sekitar 14 milimeter. Selain itu, buahnya bisa masak dengan ditandai warnanya kekuningan.
Rasa dari buah ciplukan ini manis tetapi tidak memiliki kadar glukosa yang tinggi. Buah ciplukan memiliki biji yang berselimut serat di bagian luarnya.
Kandungan Nutrisi Buah Ciplukan
Buah mungil ini ternyata menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Dalam 100 gram buah ciplukan matang, mengandung vitamin C, A, K, E, fosfor, zat besi, kalsium, lutein, beta karoten, tiamin, riboflavin, dan niasin.
Kombinasi nutrisi ini menjadikan ciplukan sebagai salah satu buah liar dengan potensi kesehatan yang sangat tinggi.

Fakta Medis dan Manfaat Kesehatan Buah Ciplukan
- Meredakan nyeri sendi dan rematik
Nyeri pada sendi tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa menghambat aktivitas fisik sehari-hari. Untuk meredakannya, kamu dapat mengompres bagian yang sakit dengan daun ciplukan yang telah ditumbuk dan dicampur dengan air perasan jeruk nipis.
- Mengatasi peradangan
Kandungan withanolides dalam ciplukan bersifat anti-inflamasi. Senyawa ini mampu menghambat produksi senyawa peradangan seperti prostaglandin. Oleh karena itu, ciplukan digunakan untuk mengatasi penyakit radang seperti rematik, asam urat, dan nyeri sendi.
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Vitamin C dan polifenol yang terkandung dalam ciplukan berfungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi buah ini secara rutin dapat membantu tubuh melawan infeksi, mempercepat penyembuhan luka, dan mencegah flu atau pilek.
- Menunjang fungsi saluran kemih
Ciplukan dikenal sebagai tanaman diuretik yang membantu memperlancar buang air kecil, mencegah infeksi saluran kemih, serta mengurangi risiko terbentuknya batu kandung kemih. Selain itu, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit gonore secara alami.
- Menjaga kesehatan hati dan ginjal
Berdasarkan riset dari Journal of Dietary Supplements, jus buah ciplukan memiliki potensi untuk mencegah kerusakan hati dan ginjal akibat fibrosis.
Untuk ginjal, ciplukan membantu mengeluarkan racun dari tubuh melalui peningkatan produksi urine, sehingga zat-zat berbahaya seperti garam, lemak, dan toksin bisa dikeluarkan.

- Mengobati kanker payudara secara tradisional
Untuk memanfaatkan khasiat ini, pucuk pohon ciplukan digiling bersama beras dan tunas kunyit. Setelah tercampur rata, ramuan ini dapat ditempelkan pada area payudara sebagai obat luar.
- Mendukung kesehatan otak
Kandungan vitamin C dalam ciplukan berperan dalam menjaga fungsi otak serta mencegah gangguan seperti demensia dan alzheimer yang dapat menurunkan daya ingat. Sama halnya dengan buah delima, ciplukan juga berkontribusi terhadap perlindungan fungsi kognitif.
- Mengurangi gejala kuning pada bayi baru lahir
Untuk mengatasi kondisi ini, buah ciplukan bisa dijemur hingga kering, kemudian dicampurkan dengan air dan digunakan sebagai air mandi untuk bayi yang baru lahir.
- Mengatasi kurap pada kulit
Kurap dapat menimbulkan rasa gatal dan menurunkan rasa percaya diri, terutama jika muncul di area yang terlihat. Untuk mengatasinya, daun ciplukan bisa dihancurkan dan dioleskan langsung ke bagian kulit yang terinfeksi.
- Membantu meningkatkan jumlah darah
Ciplukan bermanfaat untuk menambah volume darah dalam tubuh, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita anemia. Caranya dengan merebus batang tanaman ciplukan dan meminum air rebusannya.
Fakta Menarik Lain tentang Ciplukan

- Bungkus buah yang unik
Kelopak buah ciplukan yang menyerupai lentera bukan hanya hiasan, tetapi berfungsi melindungi buah dari hama dan sinar matahari langsung. Inilah yang menjadikan buah ini tahan cukup lama meski tidak disimpan dalam kulkas.
- Tumbuh liar tapi “liar” manfaatnya
Tanaman ini bisa tumbuh tanpa pupuk atau pestisida, menjadikannya pilihan ideal bagi pertanian organik dan ramah lingkungan.
- Simbol masa kecil
Bagi banyak orang Indonesia, ciplukan mengandung nostalgia masa kecil, karena buah ini sering ditemukan di sawah atau kebun dan dipetik langsung untuk camilan saat bermain.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






