Mengenal Pohon Lontar dan Segudang Manfaatnya

Mengenal Pohon Lontar dan Segudang Manfaatnya
(Gambar: Pinterest)

Jatengkita.id – Belakangan ini, buah lontar menjadi bahan perbincangan netizen sejak keberadaannya viral di media sosial. Banyak orang yang penasaran hingga rela datang dari luar kota hanya untuk berburu buah lontar tersebut. 

Di balik pesona buahnya yang unik dan mirip dengan kolang-kaling, terdapat segudang manfaat di dalamnya. Ingin mengetahuinya lebih lanjut? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini mulai dari karakteristiknya hingga khasiat yang diberikan!

Mengenal Pohon Lontar

Secara umum, tanaman lontar ini berasal dari Srilanka dan India. Kini, tanaman dengan nama ilmiah Borassus flabellifer ini ditemukan di Arab Saudi, Asia Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. 

Tanaman yang termasuk ke dalam golongan keluarga palem-paleman ini tumbuh subur di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu juga tersebar luas di kawasan Jawa Tengah (Brebes, Semarang, dan Pekalongan) serta Jawa Timur (Tuban, Gresik, Madura, dan Lamongan). 

Lontar merupakan tanaman perkebunan yang memiliki siklus hidup panjang dan menahun. Di Indonesia sendiri ada dua varian tanaman siwalan yang mendominasi.

Ada spesies asli Indonesia (Borassus sundaicus Becc dengan permukaan daun yang lebih halus) dan spesies dari India (Borassus flabellifer Linn dengan permukaan daun yang bersisik). 

Tanaman lontar memiliki penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah. Seperti di wilayah Jawa, lontar disebut dengan ‘siwalan’, ‘jun tal’ di Sumbawa, dan ‘lonthoir’ di Ambon.

Pohon lontar terdiri atas pohon jantan yang menghasilkan air nira dan pohon betina yang menghasilkan buah. 

Pohon lontar ini mempunyai karakteristik tersendiri yang cukup unik dari tanaman lainnya. Seperti memiliki daun lebar yang menyerupai kipas dengan diameter 1,5 m. Bagian pelepah daunnya kuat dan terdapat duri kecil di bagian pinggiran daunnya.

Lalu, batangnya tegak lurus, kokoh, dan tidak bercabang. Bagian batang lontar bisa tumbuh hingga ketinggian 20-30 meter dengan diameter batang sekitar 40-50 cm.

Pohon lontar memiliki tekstur batang yang keras serta kasar dan kulit kayunya berwarna abu-abu kecoklatan. 

Sedangkan, bagian buahnya berbentuk bulat dengan ukuran diameter 15-20 cm. Dalam satu buah, berisi tiga daging buah lontar yang lonjong, transparan, dan lunak.

Teksturnya sedikit berair dan cukup kenyal dengan rasa manis seperti buah kolang-kaling atau kelapa. Jika sudah tua, buah lontar ini mengandung santan dan terdapat serat yang tebal.

Baca Juga: Carica Wonosobo, Buah Eksotis yang Jadi Ikon Kuliner

Kandungan Nutrisi Pada Buah Lontar

Buah lontar tidak hanya memberikan rasa yang nikmat dan segar saja pada saat dikonsumsi. Sejumlah gizi yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh manusia juga salah satu keunggulan lainnya.

Sebut saja karbohidrat, kalsium, protein, serat, air, lemak, energi, fosfor, dan zat besi. Selain itu, ada juga kandungan vitamin yang meliputi vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.

Buah lontar juga dilengkapi dengan senyawa khusus yang bersifat antimikroba, anti radang, dan antioksidan. 

Manfaat Pohon Lontar

  • Akar

Akar serabut dari pohon lontar ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem yaitu menahan erosi tanah. Selain itu, bisa menyimpan air dan berkontribusi dalam melindungi serta menjaga kesuburan tanah.

Lalu, rebusan akar lontar bisa dimanfaatkan sebagai obat cacing, pernafasan, dan melancarkan air seni.

  • Batang

Batang tanaman lontar bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi rumah tradisional yang ramah lingkungan. Hal ini karena teksturnya yang keras, kuat, dan tahan rayap.

Biasanya, digunakan sebagai tiang penyangga bangunan yang stabil dan pembuatan dinding rumah dari papan kayu lontar. 

Selain mampu menciptakan nuansa yang eksotik dan estetik pada rumah tropis, kulit batangnya juga bermanfaat untuk kesehatan. Kulit batang lontar yang direbus bersama garam bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi.

pohon lontar
(Gambar: disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Daun

Bagian ini sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai media tulis pada naskah-naskah kuno sebelum terdapat kertas seperti sekarang ini.

Daun lontar dijadikan sebagai media untuk menyalin naskah prasasti atau proses Timulat di beberapa daerah, seperti Lombok, Sulawesi Selatan, dan Bali. 

Daun lontar juga kerap kali dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat aneka kerajinan tangan. Mulai dari tas, anyaman tikar, tudung, kipas, alat musik tradisional, keranjang, topi, sandal, dan sapu.

Selain itu, daun lontar dengan aroma yang khas, tidak beracun, kuat, tebal, dan tahan panas ini digunakan sebagai pembungkus makanan. 

Tidak jarang juga daun pohon lontar dipakai sebagai atap rumah tradisional, sehingga bisa menghadirkan suasana sejuk alami. Nantinya, daun dan pelepah lontar atau bebak akan disusun dengan rapi di atas atap rumah untuk menahan panas dan hujan. 

Baca Juga: Buah Salak, Komoditas Indonesia yang Kaya Nutrisi

  • Buah

Buah lontar sering dimanfaatkan sebagai pelepas dahaga saat sedang haus karena mengandung elektrolit yang tinggi. Kesegarannya bisa memulihkan energi tubuh dan mengatasi kelelahan.

Selain dijadikan minuman, buah lontar juga diolah menjadi berbagai jenis panganan yang enak seperti es krim, puding, keripik, hingga kue.  

Berkat kandungan nutrisi yang lengkap pada buah lontar, tidak heran jika sering dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional.

Beberapa di antaranya untuk mengatasi masalah sembelit, menurunkan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengontrol kadar gula darah, mencegah dehidrasi, serta menjaga kesehatan kulit, tulang, gigi, dan ginjal. 

  • Air

Pada tanaman lontar terdapat air nira yang populer dan disebut air legen oleh masyarakat di Jawa Timur. Selain bisa dikonsumsi untuk menghidrasi tubuh, air nira ini juga bisa diolah menjadi arak tradisional dan gula merah. 

Air nira ini bagus untuk menjaga kesehatan tubuh karena mengandung zat besi, fosfor, kalsium, antioksidan, dan protein di dalamnya. Kandungannya bisa meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan tulang dan jantung. 

Tak hanya sampai di situ saja, nira lontar bahkan bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pasalnya, nira tersebut dapat dikonversi menjadi bioetanol yang menjadi campuran bahan bakar untuk industri farmasi dan mesin bensin. 

Olahan Buah Lontar

Kamu bisa memanfaatkan buah lontar dan mengolahnya menjadi kudapan yang lezat untuk dikonsumsi, antara lain sebagai berikut ini. 

  1. Puding buah lontar.
  2. Kue lumpur dari buah lontar.
  3. Es dawet buah lontar.
  4. Es buah lontar.
  5. Asinan buah lontar.
  6. Kolak siwalan. 

Join saluran WhatsApp Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *