Jatengkita.id – Pracimasana Mangkunegaran menjadi salah satu destinasi wisata kuliner Jawa Tengah yang wajib dikunjungi saat berada di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta.
Lebih dari sekadar tempat bersantap, restoran ini menawarkan pengalaman yang memadukan cita rasa, nuansa budaya, jejak sejarah, dan keindahan khas Mangkunegaran dalam balutan suasana yang elegan dan berkelas.
Jejak Sejarah
Pracimasana hadir sebagai bagian dari wajah baru kawasan Pracima Tuin di lingkungan Pura Mangkunegaran. Kawasan bersejarah ini berakar dari masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII.
Ia merupakan sosok pembaru yang dikenal memiliki kecintaan besar terhadap seni dan budaya. Taman Pracima Tuin sendiri mulai dibangun sekitar tahun 1920. Lalu dihidupkan kembali melalui proses revitalisasi sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 21 Januari 2023.
Nama Pracimasana diambil dari bangunan utama yang berdiri di kawasan taman tersebut. Kini, bangunan bersejarah itu tak hanya menjadi saksi perjalanan panjang Mangkunegaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjung.
Sentuhan arsitektur klasik berpadu dengan suasana modern. Suasana ini menjadikan Pracimasana sebagai tempat untuk menikmati pesona warisan budaya dan cita rasa khas bangsawan Mangkunegaran dalam suasana yang elegan namun tetap terbuka bagi siapa saja.
Arsitektur yang Menawan
Salah satu pesona utama Pracimasana terletak pada desain bangunannya yang memadukan arsitektur Jawa dan Eropa (Indis) secara harmonis. Perpaduan itu tampak pada tata ruang, interior yang elegan, hingga suasana megah yang tetap terasa hangat dan nyaman.
Karakter bangunannya juga memperlihatkan ciri khas gaya Indische Empire. Misalnya bentuk yang simetris, deretan pilar yang kokoh, langit-langit tinggi, serta nuansa monumental yang tetap selaras dengan iklim tropis.
Keindahan arsitektur tersebut semakin istimewa karena berada di kawasan Pura Mangkunegaran. Itulah sebabnya, Pracimasana bukan sekadar tempat menikmati hidangan.
Bangunan ini adalah ruang untuk merasakan dan mengapresiasi warisan budaya Mangkunegaran yang terus hidup hingga kini.
Menu Khas yang Bisa Dicoba
Menu di Pracimasana terinspirasi dari hidangan favorit keluarga Mangkunegaran yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Cita rasa tradisionalnya tetap dipertahankan, namun disajikan dengan sentuhan moder.
Sehingga menghadirkan pengalaman fine dining yang elegan tanpa meninggalkan akar budaya. Pilihan menunya pun beragam. Untuk hidangan pembuka, tersedia Brubus, Urap Pitik Linting, Lidah Sapi Goreng, dan Bakwan Jagung.
Sementara bagi pencinta salad dan sup, ada Huzarensla, Selad Tomat Kaliyan Keju, Sop Daging Rempah, hingga Sop Jamur Kenthel yang kaya rasa.
Pada menu utama, pengunjung bisa menikmati berbagai sajian khas seperti Dendeng Agé, Sate Pitik, Bestik Pitik Bumbu Opor, Pepes Iwak Kemangi, Lidah Gongso, Iga Goreng Komplit, Gudeg Jangkep, hingga Pitik Goreng Jangkep.
Tak ketinggalan, aneka minuman tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari Teh Pracimasana, Sinom, Kunyit Asem, Beras Kencur, Wedang Rempah Lemon, Wedang Rempah Jahe, Es Dawet Selasih, hingga Es Tape Ijo.
Sebagai penutup, tersedia Puding Roti Mentega dan Tape Ijo Cremeux yang memberikan sentuhan manis di akhir santapan. Menariknya, beberapa hidangan di Pracimasana juga menyimpan kisah budaya.
Brubus, misalnya, merupakan olahan daging giling yang dipadukan dengan sawi putih. Sedangkan Dendeng Agé diolah menggunakan teknik khas yang menghadirkan cita rasa istimewa, layaknya sajian yang dahulu tersaji di meja para bangsawan Mangkunegaran.
Sejalan dengan konsep eksklusif yang diusung, harga menu di Pracimasana berada di kelas premium. Minuman dibanderol mulai sekitar Rp25 ribu, hidangan pembuka dan sup berkisar Rp30–95 ribu, sementara menu utama umumnya Rp80–200 ribu.
Pengunjung juga perlu melakukan reservasi dan memenuhi ketentuan minimum pembelian, sehingga pengalaman bersantap di Pracimasana terasa lebih istimewa dan berkelas.
