Ajaran Moral dan Spiritual dalam Gerakan Tari Serimpi Sangupati

Ajaran Moral dan Spiritual dalam Gerakan Tari Serimpi Sangupati
(Gambar: rri.co.id)

Jatengkita.id – Tari Serimpi Sangupati merupakan tarian khas Keraton Surakarta yang memiliki sisi lemah gemulai sekaligus gagah saat melakukan adegan peperangan.

Sama seperti tari lainnya, tari yang biasa digunakan untuk pergantian penguasa pada Keraton Surakarta ini memiliki makna dalam setiap gerakan tari. 

Gerakan Tari

Gerakan tari Serimpi Sangupati memiliki pelajaran moral, spiritual, unggah-ungguh (etika) seorang wanita jawa, serta pertahanan. Berikut beberapa makna dari gerak tari.

  • Gerakan meniru alam

Ada dua jenis gerakan yang digunakan sebagai representasi alam semesta, yaitu mucang kanginan, serta mbanyumili. Pada gerakan mucang kanginan, dilambangkan sebagai pohon yang terkena angin.

Gerakan tersebut menyimbolkan kepekaan serta keselarasan antara manusia dengan seluruh mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maupun dengan Sang Pencipta. Sedangkan mbanyumili merepresentasikan gerakan air mengalir.

Gerakan tersebut bermakna keberlangsungan hidup sebagai makhluk hidup, manusia, ketenangan dalam hidup, serta luwes dalam menjalani kehidupan yang fana ini.

  • Gerak tubuh atau pakem beksa

Gerakan ini merepresentasikan etika serta moral yang berlaku pada cerminan masyarakat jawa yaitu, lumaku (berjalan), palenggahan (duduk), gerak lengan, serta pandangan menunduk ke bawah.

Lumaku harus dilakukan secara perlahan, serta tanpa tergesa-gesa. Artinya, dalam hidup seorang manusia harus memiliki sikap kehati-hatian dan sikap yang sabar.

(Gambar: budaya.jogjaprov.go.id)

Gerakan palenggahan atau sikap duduk yang rapat dalam tarian ini melambangkan kepribadian orang yang menjunjung tinggi norma sopan maupun santun, serta pribadi yang tertutup, dalam artian seperlunya.

Gerak lengan memiliki ayunan lengan yang tidak terlalu lebar ke atas. Hal ini mencerminkan sikap manusia yang bersahaja, serta pengendalian diri dari segala keburukan, misalnya hawa nafsu.

Sementara pandangan mata yang menghadap ke bawah lantai pada saat melakukan tarian mencerminkan sikap yang lemah lembut, berbudi pekerti yang luhur, kerendahan hati, serta rasa hormat antara diri sendiri dengan orang lain.

  • Gerakan dalam menggunakan properti sebagai simbol pertahanan

Ada peragaan penggunaan properti seperti sampur atau selendang, pistol, dua buah gelas, serta dua buah botol. Gerakan ini mencerminkan simbol pertahanan serta benteng pertahanan yang digunakan untuk melindungi atau menjaga keselamatan dari ancaman luar.

Hal ini mengingatkan asal-usul tarian tersebut karena pada masa kolonial Belanda yang dengan angkuhnya menginginkan daerah pesisir Jawa dari pihak keraton.

Baca juga: Nasi Langgi Solo: Kuliner Solo yang Lauknya Komplit

  • Meditasi dan spiritualitas atau manembah

Keseluruhan gerak Tari Serimpi Sangupati menampilkan kehalusan, kelembutan, mengalir, serta pijakan yang sesuai dengan tempo gendhing atau instrumen yang ada.

Gerakan tersebut memiliki maksud sebagai bentuk meditasi batin yang menghubungkan antara manusia dengan Sang Pencipta. Tujuannya untuk mendapatkan ketenangan secara lahir maupun batin.

Keseluruhan tarian ini memiliki makna mengenai unggah-ungguh ingkang becik atau sikap baik yang seharusnya ada pada seorang manusia dengan menghargai sesama mahluk ciptaan-Nya.

Selain itu juga menata diri menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya serta hubungan diri dengan Sang Pencipta.

Join saluran WhatsApp Jateng Kita untuk update informasi seputar Jawa Tengah

Exit mobile version