Jatengkita.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, banyak umat Muslim memiliki kebiasaan mengunjungi wisata religi sebagai bagian dari persiapan spiritual.
Tradisi ini dilakukan untuk menenangkan hati, memperdalam keimanan, sekaligus mengenang jejak para ulama dan tokoh penyebar Islam.
Kota Semarang sendiri tidak hanya dikenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya, tetapi juga menyimpan beragam destinasi wisata religi yang sarat nilai spiritual dan sejarah.
Jelang Ramadan, sejumlah tempat ibadah dan makam tokoh Islam di Semarang selalu ramai dikunjungi peziarah, baik dari dalam kota maupun luar daerah.
Mulai dari masjid megah dengan arsitektur ikonik hingga makam ulama besar yang berperan penting dalam sejarah Islam, semuanya menawarkan pengalaman religius yang mendalam. Berikut ini deretan wisata religi di Semarang yang wajib dikunjungi sebelum Ramadan tiba.
-
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)
Masjid Agung Jawa Tengah menjadi salah satu ikon wisata religi paling populer di Semarang. Masjid megah ini dikenal dengan arsitekturnya yang memadukan unsur Jawa, Arab, dan Romawi, menciptakan tampilan yang unik dan berwibawa.
Daya tarik utamanya terletak pada enam payung raksasa otomatis di halaman masjid yang mengingatkan pada Masjid Nabawi di Madinah. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi museum, perpustakaan, serta Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter.
Dari puncak menara, pengunjung bisa menikmati panorama Kota Semarang dari ketinggian. Berkunjung ke masjid ini jelang Ramadan kerap menjadi momen untuk memperkuat kesiapan batin dalam menyambut bulan suci.
-
Makam Mbah Depok
Destinasi ziarah berikutnya adalah Makam Mbah Depok yang terletak di kawasan Gunungpati, Semarang. Mbah Depok dikenal sebagai salah satu wali yang berjasa dalam penyebaran Islam di wilayah Semarang.
Makam ini sering didatangi peziarah yang ingin berdoa, mencari ketenangan, sekaligus mengenang perjuangan dakwahnya. Suasana di sekitar makam yang sejuk dan asri membuat tempat ini cocok untuk refleksi diri sebelum memasuki Ramadan.
Tidak sedikit pengunjung yang mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an atau doa bersama untuk memohon keberkahan.
-
Makam Ki Ageng Pandanaran dan Makam KH Sholeh Darat
Selain itu, Makam Ki Ageng Pandanaran juga menjadi tujuan wisata religi yang tak boleh dilewatkan. Ki Ageng Pandanaran merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Semarang sekaligus bupati pertama yang berperan besar dalam penyebaran Islam pada abad ke-16.
Makam ini terletak di kawasan Bergota, Semarang Selatan, dan hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah. Bukan sekadar berdoa, makam ini juga menjadi sarana belajar sejarah Islam dan meneladani perjuangan dakwah Ki Ageng Pandanaran bersama keluarganya.

Masih di kawasan Bergota, terdapat pula Makam KH Sholeh Darat yang menjadi salah satu destinasi ziarah penting di Semarang. KH Sholeh Darat dikenal sebagai ulama besar Jawa Tengah dan guru dari tokoh-tokoh nasional.
Makam ini menawarkan suasana yang tenang dan khusyuk, cocok untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah jelang Ramadan. Fasilitas di area makam cukup memadai, mulai dari area parkir hingga tempat istirahat.
Pengunjung diharapkan tetap mematuhi aturan, seperti berpakaian sopan, menjaga kebersihan, serta menghormati tradisi yang berlaku.
-
Firdaus Fatimah Zahra
Bagi yang ingin pengalaman wisata religi sekaligus edukatif, Firdaus Fatimah Zahra di kawasan Gunungpati bisa menjadi pilihan menarik. Tempat ini dikenal sebagai lokasi pembelajaran manasik haji dan umrah dengan replika Ka’bah, Kota Makkah, dan Madinah.
Proses kunjungan dibuat menyerupai alur keberangkatan haji, lengkap dengan pemeriksaan layaknya di bandara. Selain belajar manasik, pengunjung juga bisa menemukan layanan pendaftaran umrah dan toko oleh-oleh khas haji dan umrah, menjadikannya destinasi religi yang unik di Semarang.
-
Masjid Kauman Semarang
Tak kalah bersejarah, Masjid Kauman menjadi salah satu masjid tertua di Semarang yang berdiri sejak tahun 1890. Berlokasi di sekitar alun-alun kota, masjid ini memiliki arsitektur khas Jawa dengan dominasi warna hijau dan menara yang menjulang tinggi.
Masjid Kauman dikenal sebagai saksi bisu perkembangan Islam sekaligus pusat aktivitas keagamaan di masa kolonial, sehingga memiliki nilai sejarah yang kuat hingga kini.
-
Masjid Layur
Wisata religi lainnya adalah Masjid Layur atau Masjid Menara yang terletak di kawasan Kampung Melayu. Masjid yang dibangun pada tahun 1802 ini memiliki menara unik dan erat kaitannya dengan komunitas keturunan Yaman di Semarang.
Bangunannya yang masih mempertahankan struktur asli telah ditetapkan sebagai cagar budaya, menghadirkan nuansa klasik yang khas di tepi Sungai Semarang.
-
Masjid Kapal
Terakhir, ada Masjid Kapal Safinatun Najah di kawasan Ngaliyan yang menawarkan konsep arsitektur unik menyerupai kapal besar, terinspirasi dari bahtera Nabi Nuh. Masjid ini terdiri dari tiga lantai dan dikelilingi kolam, memberikan kesan seolah bangunan tersebut sedang mengapung.
Lokasinya yang berada di area pedesaan menjadikan masjid ini cocok untuk mencari ketenangan dan suasana berbeda jelang Ramadan.
Dari banyaknya ragam pilihan wisata religi tersebut, Semarang menjadi salah satu daerah yang tepat untuk melakukan perjalanan spiritual sebelum memasuki bulan suci.
Selain beribadah dan berziarah, pengunjung juga bisa mempelajari sejarah Islam serta menikmati keindahan arsitektur religi yang sarat akan makna.
Baca juga: Keistimewaan Arsitektur Masjid Agung Kauman Semarang






