Klaten – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Martono, menggelar kegiatan peningkatan kualitas kebijakan melalui media tradisional di Resto & Garden Haji Andi, Jogonalan, Klaten, pada Jumat (25/04/2025) pukul 15.30 WIB. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, yakni Martono S.Pd M.Si (Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), Sri Martono, dan Suhardi, dengan Purwanto bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini dihadiri antusias oleh masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, Martono menyampaikan pesan penting mengenai urgensi pelestarian budaya Indonesia, terutama melalui pengenalan kepada generasi muda. Ia menekankan bahwa budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan juga mengandung nilai-nilai karakter yang esensial bagi tumbuh kembang anak-anak zaman sekarang.
“Melalui kegiatan ini, kita berupaya menghidupkan kembali media-media tradisional sebagai sarana efektif dalam menyampaikan informasi kebijakan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Di dalam setiap elemen budaya kita, terkandung kearifan lokal dan nilai-nilai karakter luhur yang dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak kita dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Martono.
Lebih lanjut, Martono menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme masyarakat Dapil 2 Klaten yang hadir dalam acara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan partisipasi aktif Bapak, Ibu, serta para generasi muda dalam kegiatan ini. Antusiasme panjenengan semua menjadi penyemangat bagi kami di DPRD untuk terus berupaya meningkatkan kualitas kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan pelestarian budaya,” katanya.
Kegiatan ini menjadi wadah yang interaktif bagi masyarakat untuk berdiskusi dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai kebijakan daerah yang disampaikan melalui pendekatan media tradisional yang familiar dan mudah diterima. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
