Jadi Sorotan, Siapa Seniman Patung Biawak Wonosobo?

Jadi Sorotan, Siapa Seniman Patung Biawak Wonosobo?
(Gambar : kompas.com)

Jatengkita.id – Patung biawak Wonosobo berukuran raksasa yang terletak di Selomerto, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Patung setinggi tujuh meter ini menarik perhatian karena desainnya yang realistis dan kualitas pengerjaannya yang dinilai tinggi, sehingga memicu spekulasi mengenai sumber dana pembangunannya.

Di sisi lain, Rejo Arianto selaku pembuat patung biawak menegaskan bahwa biaya pembangunan patung tersebut jauh dari angka satu miliar rupiah. Ia menyatakan bahwa dengan dana sebesar itu, ia bahkan mampu membangun patung serupa di keempat arah mata angin.

“Kalau benar anggarannya satu miliar, itu jumlah yang besar. Saya bisa buat patung di empat penjuru mata angin,” katanya.

Rejo Arianto (Gambar : Kompas.com)

Rejo Arianto merupakan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dari fakultas Seni Rupa. Selama menggeluti bidang seni lukis, karya-karya yang telah dibuat seniman lokal tersebut banyak dibeli oleh Pemkab Wonosobo.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Selomerto, Ahmad Gunawan Wibisono, menjelaskan bahwa patung biawak tersebut dibangun dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Pendanaannya menggunakan dana dari program corporate social responsibility (CSR).

Patung Biawak Wonosobo
(Gambar : detik.com)

Baca juga : Nyentrik! 5 Tugu Paling Unik di Jawa Tengah

Ide pembuatan patung ini berasal dari Karang Taruna setelah mengadakan kegiatan bertema lingkungan hidup. Hal ini didasarkan oleh keberadaan biawak yang telah lama menjadi bagian dari ekosistem Desa Krasak hingga sekarang.

Pembangunan patung biawak ini juga menjadi simbol peringatan dan edukasi lingkungan. Biawak, meskipun bukan satwa yang dilindungi, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai predator alami.

Perburuan biawak yang masih marak dapat mengganggu ekosistem dan mengancam keberlanjutan lingkungan. Patung biawak Wonosobo mencerminkan inisiatif lokal dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya.

Meskipun sempat memicu kontroversi terkait sumber dana, klarifikasi dari pihak terkait telah meluruskan informasi yang beredar. Patung ini kini menjadi ikon baru yang tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *