Jatengkita.id – Dunia mode terus berputar. Apa yang dulu dianggap kuno kini kembali digemari. Itulah yang terjadi di kalangan remaja saat ini, khususnya di lingkungan sekolah menengah. Tren vintage berpakaian yang dulu mendominasi catwalk dan layar kaca, kini kembali ditampilkan dalam keseharian para siswa.
Dari jaket oversized, celana baggy, hingga sneakers jadul, tren fashion vintage telah menjadi simbol ekspresi diri dan gaya hidup di kalangan generasi muda.
Mengapa Fashion 90-an Diminati Remaja Saat Ini?
Menurut psikolog remaja, Dr. Anita Puspitasari, tren fashion retro yang kembali populer di kalangan pelajar bukan semata karena keindahan gaya tersebut, melainkan juga faktor psikologis dan sosial.
“Remaja saat ini mencari identitas. Dengan mengadopsi gaya lama, mereka merasa unik, berbeda dari arus utama. Ironisnya, ketika banyak yang merasa berbeda, akhirnya menjadi tren,” jelasnya.
Media sosial juga memainkan peran besar dalam kebangkitan tren ini. Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi konten-konten “OOTD” (Outfit of The Day) bertema 90-an.
Influencer remaja memadupadankan busana vintage dengan sentuhan modern, menciptakan estetika yang menarik dan menginspirasi pengikut mereka.
Ciri Khas Fashion 90-an yang Mendominasi Sekolah
Pantauan di beberapa sekolah menengah di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta menunjukkan bahwa gaya retro menjadi gaya dominan yang diusung para siswa dalam kegiatan nonformal atau saat ada acara khusus seperti “hari bebas seragam” atau “hari tema.”
Beberapa ciri khas fashion 90-an yang populer di kalangan remaja saat ini antara lain sebagai berikut.
- Celana Baggy dan Mom Jeans
Celana jeans longgar dengan potongan tinggi (high-waist) menjadi favorit para siswi. Sementara siswa laki-laki cenderung memilih baggy jeans yang dulu identik dengan skater boy atau rapper.
- Kaos dan Sweater Oversized
Busana longgar memberikan kesan santai dan nyaman. Banyak siswa memilih kaos dengan logo retro, band rock, atau brand vintage terkenal.
- Flanel dan Jaket Denim
Kemeja flanel kotak-kotak yang dulunya populer di kalangan musisi grunge, kini sering terlihat dikenakan oleh siswa sebagai luaran. Jaket denim dengan bordir atau tambalan khas juga jadi pilihan utama.
- Sneakers Klasik
Merek sepatu lawas seperti Converse, Vans, atau Adidas klasik menjadi primadona. Remaja bahkan rela berburu sepatu bekas alias thrift demi mendapatkan model yang benar-benar mencerminkan era 90-an.
- Aksesori Jadul
Bucket hat, scrunchie, choker, dan kacamata hitam kecil berbentuk oval kembali menghiasi gaya berbusana anak sekolah. Mereka mengombinasikannya dengan gaya modern seperti tote bag kanvas atau ransel mini.
Baca juga : Mix and Match Cardigan Batik, Tren Outer 2025

Peran Thrift Shop dan Ekonomi Kreatif
Tren fashion vintage turut mendorong tumbuhnya thrift shop atau toko pakaian bekas yang menjamur di berbagai kota. Bukan hanya ramah di kantong, belanja pakaian bekas juga dianggap lebih ramah lingkungan karena mendukung prinsip fashion berkelanjutan (sustainable fashion).
Di sinilah kreativitas remaja diuji. Banyak dari mereka yang membeli jaket atau celana bekas lalu dimodifikasi atau dihias ulang agar terlihat lebih personal dan unik. Ini mendorong lahirnya komunitas fashion remaja yang berbagi tips mix and match hingga tutorial DIY (do-it-yourself) modifikasi busana.
Fashion Bukan Sekadar Tren
Tren fashion 90-an membuktikan bahwa gaya bukan sekadar mengikuti arus, tetapi juga sarana komunikasi antar generasi. Di tangan remaja masa kini, gaya lama menjadi simbol kebebasan, kreativitas, dan pencarian jati diri.
Mungkin suatu hari nanti, gaya tahun 2020-an pun akan menjadi “retro” bagi generasi mendatang. Tapi yang pasti, mode selalu berputar, dan para remaja akan selalu menjadi pionir dalam menentukan arah angin perubahan.
Kembalinya tren fashion tahun 90-an di lingkungan sekolah menjadi fenomena yang bukan hanya menarik secara estetika, tetapi juga menggambarkan dinamika psikologis dan sosial anak muda.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!







ngga cuma fashion, musik pun demikian. ada beberapa musisi yang kembali menciptakan lagu lagu bernuansa 80-90an