Jatengkita.id – Jika Anda pernah menghadiri pernikahan atau melihat undangan nikah, pasti tidak asing dengan doa populer, “semoga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah, warahmah”. Tapi tahukah Anda, ada cara unik agar doa ini lebih berkesan? Inilah yang membuat Tepuk Sakinah menarik perhatian banyak orang.
Yel-yel kreatif ini kini sedang viral di media sosial, terutama TikTok, dan kerap dibawakan versi resmi dari KUA. Di tahun 2025, lirik Tepuk Sakinah menjadi tren karena seru untuk diikuti dan mengajarkan nilai-nilai rumah tangga Islami dengan cara yang menyenangkan bagi calon pengantin.
Dengan tepuk-tepuk penuh makna ini, konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah jadi lebih mudah diingat dan terasa dekat di hati.
Tepuk Sakinah merupakan inovasi kreatif dari Kementerian Agama yang diperkenalkan dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Indonesia. Gerakan ini menggabungkan tepukan tangan dengan syair sederhana yang memuat lima pilar utama keluarga sakinah.
Tujuannya adalah memudahkan calon pengantin memahami dan mengingat nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga harmonis, sekaligus menghadirkan pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Tak hanya itu, versi Tepuk Sakinah dari KUA dibuat repetitif dan gampang diikuti, sangat cocok untuk dijadikan yel-yel seru bersama pasangan. Berdasarkan video viral KUA, berikut lirik lengkapnya.
Lirik Tepuk Sakinah
(Tepuk 3x)
Berpasangan… Berpasangan… Berpasangan!
(Tepuk 3x)
Janji Kokoh… Janji Kokoh… Janji Kokoh!
Saling Cinta… Saling Hormat… Saling Jaga… Saling Rido… Musyawarah… Untuk Sakinah! Mashlahah!

Gerakan tepuk dan syair sederhana ini bukan hanya seru untuk diikuti, tetapi juga membantu calon pengantin mengingat nilai-nilai rumah tangga sakinah, mawaddah, dan warahmah dengan cara yang menyenangkan. Lalu apa sebenarnya makna dari tepuk sakinah yang sedang tren di media ini?
Melansir dari laman kemenag.go.id, makna dari lirik Tepuk Sakinah memiliki kedalaman simbolis yang penting untuk dipahami oleh calon pengantin maupun pasangan yang sudah menikah. Setiap baris lirik mengandung pesan mendasar tentang prinsip-prinsip rumah tangga Islami.
- “Berpasangan”
Menekankan ikatan sah (zawaj) sebagai fondasi pernikahan, di mana dua individu bersatu sebagai tim dalam menjalani kehidupan bersama. - “Janji Kokoh”
Menggambarkan mitsaqan ghalizan, yaitu perjanjian abadi di hadapan Allah yang harus dijaga dan tidak boleh diingkari. - “Saling Cinta, Saling Hormat, Saling Jaga, Saling Rida”
Merujuk pada konsep mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu berperilaku baik, saling menyayangi, menghormati, melindungi, dan menerima pasangan dengan ikhlas setiap hari. Ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang cinta di awal, tetapi juga komitmen konsisten untuk menjaga hubungan. - “Musyawarah untuk Sakinah, Mashlahah!”
Mengajarkan pentingnya diskusi bersama demi kebaikan rumah tangga, sehingga tercipta kehidupan rumah tangga yang tenteram dan bermanfaat.
Secara keseluruhan, lirik Tepuk Sakinah berfungsi sebagai pengingat bahwa rumah tangga adalah proses yang memerlukan usaha, bukan sesuatu yang instan.
Lima pilar utama berpasangan, janji kokoh, saling cinta-hormat-jaga-ridha, dan musyawarah merupakan jalan menuju keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah.
Dalam versi nasyid seperti “Sakinah Mawaddah Warahmah Sampai Jannah”, maknanya diperluas secara romantis, dari akad hingga menuju surga, dengan doa dan ujian yang memperkuat cinta.
Lirik ini menekankan bahwa pernikahan adalah bentuk ibadah yang membutuhkan kesungguhan, namun hasilnya adalah ketenangan dan kebahagiaan abadi.
Tujuan dan manfaat Tepuk Sakinah dirancang sebagai metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan bagi calon pengantin.
Selain memudahkan mereka memahami makna konsep keluarga sakinah, gerakan ini juga berperan dalam mempererat hubungan serta menumbuhkan saling pengertian dan kerjasama antarpasangan.
Dengan pendekatan yang menghibur dan partisipatif, pelaksanaan bimbingan pra-nikah menjadi lebih hidup, berkesan, dan bermakna. Tepuk Sakinah hadir sebagai strategi efektif untuk memperkuat fondasi keluarga sakinah di Indonesia sekaligus mendukung persiapan menuju pernikahan harmonis.
Baca juga: Parenting dalam Pernikahan: Kunci Harmoni Keluarga






