Es Gabus, Jajanan Populer di Jawa Tengah yang Sempat Viral

Es Gabus, Jajanan Populer di Jawa Tengah yang Sempat Viral
(Gambar: Pinterest)

Jatengkita.id – Siapa yang tak kenal es gabus? Jajanan jadul ikonik yang biasa dijumpai di depan sekolah atau pasar ini kembali mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Beberapa waktu lalu, beredar video seorang kakek penjual es gabus dituding menggunakan bahan spons sebagai bahan dasar pembuatan es gabus dalam dagangannya. Padahal, jajanan jadul ini sudah eksis sejak dulu dan disukai oleh banyak kalangan, terutama bagi generasi milenial hingga kini. 

Es gabus atau yang juga dikenal dengan sebutan es kue ini pernah populer pada era 1980–1990-an. Bentuknya menyerupai potongan kue lapis berwarna-warni dengan rasa manis sederhana dan harga yang dulu ramah di kantong anak sekolah di zaman itu.

Penamaan es gabus juga bukan tanpa alasan, melainkan dari cita rasa dan bahan pembuatannya. Jajanan ini dibuat dari tepung hunkwe, santan, dan gula yang dimasak hingga mengental lalu dibekukan.

Saat beku, teksturnya kenyal. Namun ketika mulai mencair dan digigit, bagian dalamnya terasa lembut dan berpori seperti gabus. Sensasi unik inilah yang membuat namanya melekat hingga sekarang.

Meski tak ada catatan pasti soal asal-usulnya, jajanan ini diyakini sudah ada sejak masa kolonial dan mendapat pengaruh budaya kuliner Tionghoa. Hal ini terlihat dari penggunaan tepung hunkwe yang berasal dari kacang hijau.

Di Indonesia, es gabus banyak dikenal di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Pontianak, dan berkembang menjadi jajanan rakyat yang cocok dengan iklim tropis. Es gabus menjadi bagian dari salah satu kuliner Nusantara yang sarat akan kenangan masa kecil.

Di balik tampilannya yang sederhana, jajanan ini menyimpan cerita panjang dan rasa klasik yang masih digemari hingga kini.

es gabus
(Gambar: rri.co.id)

Bahan Utama Es Gabus

Rahasia dari cita rasa unik di setiap gigitannya, justru membuat banyak orang semakin penasaran dengan bahan asli yang kenyal dan empuk tersebut. Faktanya, jajanan ini dibuat dari tepung hunkwe, bahan tradisional yang sudah lama digunakan dalam berbagai jajanan khas Indonesia.

Tepung hunkwe merupakan tepung berbahan dasar pati kacang hijau, berwarna putih, beraroma harum, dan memiliki tekstur lebih kasar dibandingkan tepung terigu. Meski demikian, saat dimasak, tepung ini menghasilkan tekstur lembut dan kenyal yang khas.

Sebelumnya, tepung hunkwe banyak digunakan di kawasan Asia Timur dan Asia Selatan. Nah, di Indonesia sendiri terutama dalam kuliner Nusantara, bahan ini kerap dijumpai pada berbagai makanan tradisional seperti sohun, es cendol, selendang mayang, nagasari, hingga es gabus.

Cita rasa es gabus sendiri didominasi perpaduan manis dan gurih dari santan, dengan tekstur padat namun empuk menyerupai gabus. Tak heran jika kuliner ini menjadi salah satu jajanan legendaris yang lekat dengan kenangan masa sekolah, terutama pada era 1990-an.

Resep Es Gabus

Bahan:

  1. Tepung hunkwe
  2. Susu kental manis
  3. Vanili
  4. Pewarna makanan
  5. Gula pasir
  6. Santan instan
  7. Air matang

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan hingga rata
  2. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dan diberi warna berbeda
  3. Setiap adonan dimasak hingga mengental dan meletup-letup
  4. Tuangkan secara berlapis ke dalam loyang yang telah dialasi plastik
  5. Setelah didinginkan sekitar dua jam, adonan dipotong-potong, dibungkus plastik, dan dibekukan di freezer sebelum disajikan

Baca juga: Asal-Usul Ayam Geprek: Dari Kuliner Jawa hingga Menasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *