Jatengkita.id – Kabupaten Pati di Jawa Tengah mungkin belum setenar destinasi wisata populer lainnya. Namun, daerah yang dijuluki Bumi Mina Tani ini menyimpan banyak wisata Pati menarik.
Mulai dari wisata alam yang masih alami, waduk bernuansa tenang, hingga destinasi petualangan dan agrowisata yang sedang naik daun, semuanya bisa kamu temukan di Pati.
Dikelilingi perbukitan hijau, hamparan sawah, serta udara yang relatif sejuk, Pati cocok menjadi tujuan liburan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari keramaian kota. Akses menuju Pati pun cukup mudah, baik dari Semarang, Kudus, maupun Rembang.
Tak heran jika belakangan ini, wisata Pati mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan masuk wishlist liburan banyak orang. Jika kamu berencana untuk menikmati libur akhir tahun di Pati, berikut ini lima wisata Pati paling hits dan favorit wisatawan yang wajib kamu kunjungi:
- Hutan Pinus Pangonan
Hutan Pinus Pangonan menawarkan pengalaman wisata alam yang menenangkan dengan ratusan pohon pinus yang menjulang tinggi. Terletak di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Pati, kawasan seluas kurang lebih 20 hektare ini cocok untuk healing dan refreshing.
Udara sejuk khas pegunungan langsung terasa begitu memasuki area wisata. Berbagai spot foto instagramable tersebar di sudut-sudut hutan, menjadikannya favorit bagi pencinta fotografi. Kamu juga bisa menikmati kopi khas desa sambil bersantai menikmati alam.
Hutan Pinus Pangonan buka setiap hari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB dengan tiket masuk hanya Rp3.000 per orang.
- Waduk Gembong (Seloromo)
Berada di lereng timur Gunung Muria, Waduk Gembong atau Waduk Seloromo menjadi salah satu destinasi favorit warga Pati. Waduk bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda (1930–1933) ini hanya berjarak sekitar 10–15 kilometer dari pusat kota.
Selain berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian, waduk ini juga menyuguhkan panorama alam yang menenangkan dengan latar pegunungan dan pepohonan rindang. Suasana sejuknya cocok untuk bersantai, menikmati sunrise atau sunset, hingga berburu foto estetik.
Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp3.000 per orang, dengan biaya parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

- Gua Pancur
Bagi pecinta petualangan, Gua Pancur adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, gua ini berada di kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara dan memiliki panjang sekitar 8,27 kilometer, menjadikannya salah satu gua terpanjang di Jawa Tengah.
Di dalam gua, pengunjung akan disuguhi keindahan stalaktit dan stalagmit berwarna putih, merah marun, hingga keabu-abuan. Aktivitas favorit di sini adalah cave tubing atau susur gua, yang memberikan sensasi menantang sekaligus seru.
Tiket masuk Gua Pancur sekitar Rp15.000 per orang, sementara paket cave tubing dibanderol mulai Rp20.000. Gua Pancur buka setiap hari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB.
- Waduk Gunung Rowo
Destinasi ini terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Pati. Waduk yang dibangun pada era Belanda ini dikelilingi perbukitan hijau lereng Gunung Muria, menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Awalnya berfungsi sebagai irigasi sawah, kini Waduk Gunung Rowo berkembang menjadi destinasi wisata favorit keluarga. Pengunjung dapat bersantai, menikmati pemandangan alam, atau sekadar melepas penat dari rutinitas harian.
Harga tiket masuk berkisar Rp3.000 sampai Rp5.000 per orang, sangat ramah di kantong.
- Agrowisata Bukit Naga Jolong
Bukit Naga Jolong menjadi salah satu wisata Pati yang paling unik dan instagramable. Berawal dari perkebunan buah naga, kawasan seluas sekitar 10 hektare ini kini berkembang menjadi agrowisata keluarga.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri kebun buah naga melalui jalur setapak bertingkat. Saat musim panen, tersedia wisata petik buah dengan harga lebih murah dari pasaran. Dari gardu pandang, kamu bisa menikmati panorama Waduk Gembong, Waduk Gunung Rowo, hingga hamparan Kota Pati dari ketinggian.
Tiket masuknya hanya Rp8.000 per orang, dan lokasinya berada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, dengan udara sejuk khas kaki Gunung Muria.






