Bedah Makna Tembang Mijil: Etika Ilmuwan dan Pemimpin

Bedah Makna Tembang Mijil: Etika Ilmuwan dan Pemimpin
Budayawan, Budhi Hartanto, S.T., M.Si. (Ilustrasi: AI Generated)

Jatengkita.id – Tembang Mijil ini, paling sering dikaitkan dengan ajaran moral dalam Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1749–1820 M).

Dedalane guno lawan sekti

Kudu andhap asor

Wani ngalah luhur wekasane

Tumungkulo yen dipun dukani

Bapang den simpangi

Ana catur mungkur

tembang mijil
Serat Wulangreh (Gambar: nawaksara.id)

Makna dan Nilai Filosofis

  • Dedalane guno lawan sekti

“Jalan orang yang berilmu dan berkuasa.”

Artinya, orang yang memiliki ilmu (guno) dan kekuatan (sekti) harus menempuh jalan kehidupan yang benar.

  • Kudu andhap asor

“Harus rendah hati.”

Ilmu dan kekuasaan tidak boleh menjadikan seseorang sombong.

  • Wani ngalah luhur wekasane

“Berani mengalah, tinggi hasil akhirnya.”

Mengalah bukan tanda lemah, tapi tanda kematangan batin. Akhirnya akan meninggikan derajat seseorang.

  • Tumungkulo yen dipun dukani

“Menunduklah jika dimarahi.”

Tanda kebesaran jiwa adalah kesabaran dan tidak membalas emosi dengan emosi.

  • Bapang den simpangi

“Hindarilah sifat keras kepala.”

Jangan mudah marah atau sok gagah.

  • Ana catur mungkur

“Jika ada kata (ucapan) yang kurang baik, berpalinglah.”

Jangan terpancing oleh ucapan buruk. Menjaga harga diri dengan diam lebih mulia.

Makna Keseluruhan

Tembang Mijil mengajarkan etika seorang berilmu, pemimpin, dan pejuang agar kekuatan dan pengetahuan tidak melahirkan kesombongan. Nilainya sejalan dengan ajaran Islam tentang tawadhu’ (rendah hati) dan hilm (sabar).

Sejalan dengan hadis Nabi ﷺ:

“Barangsiapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya.” – (HR. Muslim)

Refleksi untuk Para Pemakmur Bumi

Dalam konteks para pemakmur bumi (aktivis dakwah), tembang ini mengandung pesan kuat bahwa jalan perjuangan (dedalane perjuangan) memerlukan andhap asor, kesabaran, dan kerendahan hati. Pemimpin sejati bukan yang selalu ingin menang, tapi yang berani mengalah demi kemaslahatan.

Baca juga: Memori Jabatan, Agar Organisasi Tidak Pikun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *