Jatengkita.id – Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tangguh Research Group on Resilient Architecture secara resmi membuka Program Pembangunan 100 Hunian Sementara (Huntara) melalui kegiatan Open Ceremony.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (03/01/2025).
Program ini menjadi langkah awal kolaborasi kemanusiaan lintas lembaga dalam upaya menyediakan hunian layak, aman, dan sehat bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Program pembangunan 100 Huntara ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Geudumbak.
Acara pembukaan dihadiri oleh Rektor UGM secara daring, perwakilan pemerintah daerah dari Kabupaten Aceh Utara, Kemenag Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Al Razi Izzatul Yazid selaku Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ashar selaku tim ahli dan civitas akademika Universitas Gadjah Mada menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga sosial, akademisi, dan masyarakat. Hal ini penting dalam mempercepat proses pemulihan dan pembangunan pasca kebutuhan darurat.

Dalam proses pembangunan huntara, dukungan keilmuan, pendampingan, serta keterlibatan civitas akademika dan seluruh stakeholder menjadi pondasi penting dalam pelaksanaan program.
Sementara itu Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata, Zulkifli mewakili Bupati Aceh Utara menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat dan UGM. Kolaborasi ini mampu menghadirkan program yang sangat inspiratif untuk percepatan pemulihan bagi masyarakat Geudumbak, Langkahan.
Program Pembangunan 100 Huntara direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap. Masyarakat akan turun dilibatkan, sehingga tidak hanya menghasilkan hunian fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian warga Desa Geudumbak.
Melalui kegiatan Opening Ceremony ini, seluruh pihak berharap pembangunan huntara dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat. Selain itu juga memberi dampak positif bagi penghidupan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Rumah Zakat, bersama Bulak Sumur Peduli, UGM, dan Tangguh Research Group On Resilient Architecture yang telah membantu kami dengan memberikan hunian sementara. Saat ini kami sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak, semoga bantuan hunian ini bisa mempercepat proses pemulihan pasca bencana,” kata warga Desa Geudumbak, Martunis.
Disela-sela kegiatan Open Ceremony, Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh, Riadhi juga menyampaikan siap berkolaborasi dengan semua pihak baik personal, Communitas dan Corporate untuk memulihkan Aceh.
Harapannya, sebelum memasuki bulan Ramadan, warga terdampak banjir sudah menempati huntara yang sudah disiapkan.
Baca juga: Fenomena Utang Ekologis Negara Maju Jadi Penyebab Krisis Iklim






