Jatengkita.id – Indonesia terkenal dengan berbagai peninggalan budaya serta sejarah yang begitu luar biasa. Situs sejarah di Indonesia menjadi harta karun negara karena menyimpan banyak peninggalan berharga yang ditemukan.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa negera Indonesia memiliki sejarah yang panjang mulai dari masa kejayaan, dinasti di masa lampau, sampai perjuangan rakyat merebut kemerdekaan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika negara ini telah meninggalkan banyak peninggalan yang bersejarah dan seni yang sangat tinggi.
Jawa Tengah yang masuk sebagai salah satu provinsi di Indonesia ternyata banyak memiliki peninggalan sejarah. Tidak hanya tentang sejarah kemerdekaan perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang, tetapi juga sejarah kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.
Peninggalan sejarah yang penuh dengan misteri serta cerita menarik inipun masih terjaga dengan baik hingga saat ini, bahkan menjadi harta karun yang tentunya wajib dijaga karena sangat penting sebagai bukti kekayaan Jawa Tengah.
Bahkan, beberapa tempat yang menjadi situs sejarah tersebut dijadikan sebagai objek wisata agar masyarakat bisa mengenal sejarah yang begitu bernilai dan tidak melupakan perjuangan masa lampau karena menyimpan cerita dan jejak peradaban, baik dari zaman kerajaan, kolonialisme, hingga kemerdekaan.
Beberapa tempat bersejarah di Jawa Tengah juga memiliki nilai seni dan arsitektur yang tinggi, serta menjadi saksi bisu dari perjuangan bangsa Indonesia. Lantas, situs sejarah mana saja yang ada di wilayah Jawa Tengah dan bisa kita kunjungi?
Berikut ini beberapa situs sejarah terkenal yang ada di Jawa Tengah yang wajib kalian tahu.

Situs Sangiran merupakan salah satu situs purbakala yang paling populer dan terbesar di Indonesia. Sangiran merupakan situs manusia purba di Jawa Tengah yang menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia sejak jutaan tahun yang lalu, yang membantu kita memahami evolusi manusia.
Ditemukan pada tahun 1930-an, situs ini mengungkap artefak dan fosil manusia yang memberikan wawasan penting tentang evolusi manusia, terutama Homo erectus. Sangiran terletak di kaki Gunung Lawu, sekitar 15 km dari lembah Sungai Bengawan Solo.
Situs Sangiran sendiri terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Karanganyar, dengan luas mencapai 59,21 kilometer persegi. Beberapa temuan situs Sangiran di antaranya terdiri dari fosil manusia purba, fosil binatang air, fosil mamalia, alat-alat batu dan batuan.
Sangiran memiliki koleksi fosil manusia purba dan alat batu yang menakjubkan. Adapun penemuan tengkorak manusia, gigi, yang menunjukkan kehidupan manusia purba di wilayah ini lebih dari satu juta tahun yang lalu. Semuanya ditempatkan di museum purbakala Sangiran.
Penelitian di Situs Sangiran pertama kali dilakukan pada 1864 oleh P.E.C. Schemulling. Fosil yang ditemukan oleh P.E.C Schemulling di Situs Sangiran berupa fosil vertebrata. Sejauh ini, di Situs Sangiran telah ditemukan sekitar 100 fosil manusia purba jenis Homo erectus.
Jumlah tersebut merupakan 50 persen dari temuan fosil Homo erectus di dunia dan 60 persen dari temuan di Indonesia. Selain fosil manusia purba, situs ini juga menyimpan kekayaan fosil binatang-binatang purba, artefak, dan hasil kebudayaan manusia pra-aksara.
Situs Sangiran bahkan sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia yang merupakan salah satu situs kunci evolusi manusia, budaya, dan lingkungan.
- Situs Kesuben

Kesuben berada di pesisir utara Jawa Tengah. Situs ini membuktikan tentang adanya peninggalan Hindu-Budha di utara tanah Jawa. Candi yang diduga sebagai situs candi hindu kuno ini ditemukan secara tidak sengaja dan diperkirakan peninggalan pada abad ketujuh masehi.
Situs sejarah ini memiliki kaitan dengan kerajaan Mataram Kuno. Candi Kesuben dibangun menggunakan batu bata merah dengan ukuran 30x20x10 sentimeter tanpa perekat maupun penempel modern sedikitpun.
Di Tegal, Candi Keseuben oleh warga sekitar biasa disebut dengan Bratawali atau Bata Wali. Jika dilihat, bentuknya hanyalah bongkahan batu bata merah yang sudah berlumut. Namun, menurut warga sekitar, sejak dulu batu bata tersebut teronggok begitu saja di pekarangan dan tidak berubah bentuk atau tidak lapuk selama beberapa puluh tahun yang lalu.
Situs sejarah Kesuben di Tegal hanya berbentuk pondasi dengan tinggi sekitar 15 sentimeter dan luas area 8,2×8,2 meter persegi. Karena kondisinya berbentuk pondasi saja, tim arkeologi menemukan kesulitan untuk merekonstruksinya kembali.
Dari pondasi diketahui bahwa pintu masuk candi tersebut menghadap ke timur yang berjarak selemparan tombak atau sekitar 500 meter dari Kali Adem, anak Sungai Gung. Situs Kesuben berada di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Penelitian para ahli di Situs Kesuben menemukan struktur bangunan candi, antefiks-antefiks, fragmen kepala kala, dan fragmen arca batu. Ditemukan dua struktur bangunan, di mana bangunan pertama terbuat dari bata dengan orientasi Utara-Selatan.
- Candi Borobudur

Candi Borobudur berada di sekitar 40 kilometer ke sebelah barat laut dari Kota Yogyakarta. Lokasinya terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan hasil akulturasi kebudayaan Budha, Hindu, dan asli Indonesia.
Berdasar sejarah Candi Borobudur, kuil terbesar umat Budha itu dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Salah satu alasan pendiriannya adalah untuk memuliakan ajaran Budha Mahayana. Candi Borobudur merupakan candi terbesar yang berada di Magelang.
Candi Borobudur dibangun dengan sekitar 2 juta balok batu andesit yang setara dengan 55.000 meter kubik. Borobudur memiliki 504 arca Budha yang berada di 432 relung dan 72 stupa berlubang. Situs ini sempat terkubur di bawah tanah dan debu vulkanik dari letusan Gunung Merapi.
Situs sejarah Borobudur ditemukan kembali oleh Letnan Jenderal Inggris Sir Thomas Stamford Raffles. Candi ini memiliki 4 kisah utama yakni Karmawibhangga, Lalitawistara, Awadana, dan Gandawyuha. Ini adalah kisah tentang perjalanan sang Budha dan ajarannya.
Perlu diketahui bahwa Candi Borobudur memiliki hingga 2.672 relief yang disusun secara berjajar dan panjangnya mencapai enam kilometer. Selain itu, relief pada candi ini juga berkisah tentang masyarakat Jawa pada masa itu.
Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar dan bersejarah di dunia. Ini menjadi salah satu alasan mengapa tiap tahunnya, candi ini menjadi lokasi pusat perayaan Waisak. Pada 1991, UNESCO menentapkan Candi Borobudur sebagai salah satu situs warisan dunia.
- Situs Watu Kandang

Situs watu kandang merupakan salah satu warisan budaya yang penting untuk dilestarikan. Tempat ini dapat memberikan gambaran tentang budaya dan kepercayaan masyarakat Pra Sejarah di lereng Gunung Lawu.
Situs Watu Kandang merupakan salah satu peninggalan zaman Megalitikum yang memberikan gambaran pada masa itu. Situs Watu Kandang yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar ini memiliki nilai-nilai sejarah yang amat sangat penting.
Areanya cukup luas karena mencakup wilayah kecamatan Matesih, Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Kerjo. Lokasinya persis di wilayah lereng Barat Gunung Lawu. Para ahli arkeologi berpendapat bahwa Situs Watu Kandang Matesih diperkirakan berasal dari masa Megalitik Tua dan tetap berkembang hingga abad XII masehi.
Jam buka dimulai sejak jam delapan pagi hingga tiga sore. Ukuran situs sejarah di Jawa Tengah ini memang tidak begitu besar. Posisi dan letak Watu kandang di setiap daerah persebarannya membentuk pola tertentu.
Watu Kandang berasal dari kata “watu” yang berarti batu dan “kandang” berarti sangkar. Benda bersejarah ini berada di Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Batu-batu monolit tersebut diatur dengan posisi berdiri atau miring, berdenah segi empat serta melingkar sehingga menyerupai bentuk kandang.
Menurut para peneliti, batuan yang berada di kawasan tersebut merupakan situs peninggalan masa Megalitikum. Penelitian tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya jenis batu seperti watu dakon, watu kusen, dan watu wedok.
- Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Nama asli Candi Prambanan adalah “Siwagrha”, yang berarti rumah Siwa dalam bahasa Sanskerta. Candi Prambanan dibangun oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan pada abad ke-9 masehi, ketika masa Kerajaan Medang Mataram.
Candi Prambanan memiliki relief yang menceritakan kisah Ramayana dan Krishnayana. Prambanan berkisah tentang cerita Ramayana. Namun, masyarakat umum lebih mengenal legenda pada bagian candi utama Prambanan ini, yakni patung Roro Jonggrang.
Ada legenda yang menyebutkan bahwa Candi Prambanan dibangun dalam satu malam oleh Bandung Bondowoso. Awalnya Candi Prambanan dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Tri-Murti, yakni Brahmana, Siwa, dan Wishnu.
Candi Prambanan juga sarat akan nilai-nilai sejarah di dalamnya. Pembangunan dari Candi Prambanan ini cukup unik karena menggunakan metode-metode dengan sistem air pada sekitar area candi. Dalam ruang utama candi yang dikenal sebagai “Garbagriha”, terdapat sebuah arca Siwa Mahadewa yang tingginya mencapai tiga meter.
Hal ini menunjukkan dominasi aliran Syaiwa yang mengutamakan penghormatan terhadap Dewa Siwa di dalam kompleks Candi Prambanan. Mulanya, kompleks candi Prambanan terdiri dari tiga Candi Trimurti, tiga Candi Wahana, dua Candi, empat Candi Kelir, empat Candi Patok, dan 224 Candi Perwara.
Maka, terdapat total 240 candi di kompleks Prambanan. Tetapi, kini hanya tersisa 18 candi yaitu delapan candi utama dan delapan candi kecil di zona inti serta dua candi perwara. Prambanan telah diakui sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 dan juga menjadi salah satu candi tercantik di Asia Tenggara.
- Candi Sewu

Candi Sewu merupakan kompleks candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Situs sejarah ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Nama Candi Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti seribu.
Namun jumlah candi yang ada di dalamnya tidak mencapai seribu. Jumlah candi yang ada di Candi Sewu adalah 249 candi. Di sekitar kompleks Candi Sewu terdapat dua prasasti tertulis, yaitu prasasti Kelurak dan prasasti Manjusrigrha.
Candi ini merupakan gugus candi yang letaknya berdekatan dengan Candi Prambanan, yaitu kurang lebih 800 meter di sebelah selatan arca Rara Jongrang. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 atas perintah penguasa Kerajaan Mataram Rakai Panangkaran.
Situs ini memiliki satu candi induk, 240 candi perwara dan empat pasang candi apit. Candi Sewu didirikan pada pada masa dinasti Syailendra. Pembangunan Candi Sewu dimulai oleh Rakai Panangkaran dari kerajaan Mataram Kuno, yang kemudian dilanjutkan oleh Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya.
Di mana Rakai Pikatan ini menikah dengan salah satu puteri dari Dinasti Syailendra. Candi Sewu kemudian diselesaikan pada masa dinasti Sanjaya. Kompleks Candi Sewu memiliki panjang 185 meter dari sisi utara ke sisi selatan dan lebar 165 meter dari sisi timur ke sisi barat.
Candi Sewu memiliki pintu masuk pada masing-masing penjuru mata angin, yaitu utara, selatan, barat dan timur.
Artikel terkait : Unimaginable! Keajaiban Dunia Ini Hasil Kreasi Manusia, Loh!






