Jatengkita.id – Jawa Tengah dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sejarah panjang peradaban di Indonesia. Banyak kabupaten dan kota di provinsi ini memiliki usia ratusan bahkan lebih dari seribu tahun.
Penetapan hari jadi daerah-daerah tersebut umumnya didasarkan pada prasasti, peristiwa sejarah penting, hingga momentum berdirinya pemerintahan.
Berikut daftar 10 kota tertua di Jawa Tengah yang diurutkan dari yang paling tua beserta dasar penetapan hari jadinya.
-
Kota Salatiga (24 Juli 750 M)
Salatiga menjadi kota tertua di Jawa Tengah dengan usia lebih dari 1.200 tahun atau tepatnya 1274 Tahun. Penetapan hari jadinya merujuk pada Prasasti Plumpungan yang ditemukan di wilayah tersebut.
Prasasti ini menyebutkan penetapan sebuah wilayah perdikan oleh raja pada tahun 750 M, yang kemudian dijadikan dasar historis berdirinya Salatiga.
-
Kota Magelang (11 April 907 M)
Selanjutnya, ada Kota Magelang yang menjadi kota tertua dengan umur 1119 tahun. Hari jadi Kota Magelang didasarkan pada Prasasti Mantyasih yang dikeluarkan oleh Raja Rakai Watukura Dyah Balitung.
Prasasti ini mencatat penetapan tanah sima (tanah bebas pajak) di wilayah Mantyasih, yang diyakini sebagai cikal bakal Magelang.
-
Kabupaten Pati (7 Agustus 1323 M)
Hari jadi Kabupaten Pati merujuk pada peristiwa pengangkatan Adipati Pati pertama pada masa Kerajaan Majapahit. Momentum ini dianggap sebagai awal terbentuknya sistem pemerintahan lokal di wilayah tersebut. Sehingga Kabupaten Pati telah berdiri sejak tanggal 7 Agustus 1323 M, atau 701 tahun silam.
Penetapan hari jadi Demak berkaitan erat dengan berdirinya Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa.
Tanggal tersebut diyakini sebagai awal berdirinya pusat pemerintahan dan kekuasaan Islam di wilayah Demak, yakni pada tanggal 28 Maret 1503 M saat peristiwa penobatan Raden Patah menjadi Sultan Bintoro atau raja Kesultanan Demak.

-
Kabupaten Semarang (15 Maret 1521 M)
Hari jadi Kabupaten Semarang ditetapkan berdasarkan pengangkatan Ki Ageng Pandan Arang sebagai bupati pertama. Ia merupakan tokoh penting dalam penyebaran Islam sekaligus pemerintahan di wilayah tersebut.
-
Kota Semarang (2 Mei 1547 M)
Hari jadi Kota Semarang mengacu pada penobatan Ki Ageng Pandan Arang II menjadi bupati Semarang. Peristiwa ini menandai berdirinya pemerintahan resmi di wilayah kota yang kini menjadi ibu kota Jawa Tengah.
-
Kabupaten Jepara (10 April 1549 M)
Penetapan hari jadi Jepara berkaitan dengan masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, seorang tokoh perempuan berpengaruh dalam sejarah Jepara. Masa kepemimpinannya menjadi tonggak penting dalam perkembangan wilayah ini.
-
Kabupaten Kudus (23 September 1549 M)
Hari jadi Kudus didasarkan pada peristiwa pembangunan Masjid Menara Kudus oleh Sunan Kudus. Momentum ini dianggap sebagai awal berkembangnya pusat dakwah dan peradaban Islam di Kudus.
-
Kabupaten Banyumas (22 Februari 1571 M)
Penetapan hari jadi Banyumas merujuk pada pengangkatan Raden Joko Kaiman sebagai Adipati Warga Utama II. Ia merupakan tokoh penting dalam pembentukan struktur pemerintahan Banyumas.
-
Kabupaten Pemalang (24 Januari 1575 M)
Hari jadi Pemalang ditetapkan berdasarkan pengangkatan Ki Gede Sebayu sebagai bupati pertama. Peristiwa ini menjadi awal berdirinya sistem pemerintahan di wilayah Pemalang.
Keberadaan kabupaten dan kota tertua di Jawa Tengah menunjukkan panjangnya sejarah peradaban di wilayah ini. Penetapan hari jadi masing-masing daerah tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan bukti historis seperti prasasti, tokoh penting, hingga peristiwa berdirinya pemerintahan.
Dengan memahami sejarah tersebut, masyarakat tidak hanya mengetahui usia daerahnya, tetapi juga dapat menghargai warisan budaya dan nilai-nilai yang telah terbentuk sejak ratusan hingga ribuan tahun lalu.






